Pohon Pelindung di Tepi Jalan Kota Medan Tidak Tumbang

dibaca 1533 pembaca

Kehadiran Pohon sangat dibutuhkan dimana ada aktivitas manusia, termasuk di tepi jalan karena di jalan banyak aktivitas manusia dan kendaraan bermotor. Untuk di tepi jalan, bagaimana agar Pohon pelindung di tepi jalan itu tidak tumbang.

Sudah acapkali pohon pelindung yang ada di tepi jalan Kota Medan tumbang, sedikit saja angin berhembus ketika hujan turun maka banyak pohon pelindung di tepi jalan Kota Medan tumbang. Terkadang bisa juga tidak ada hujan dan angin berhembus pohon pelindung di tepi jalan Kota Medan juga tumbang.

Menanam pohon baik bagi kesehatan manusia dan identik dengan melestarikan lingkungan. Menanam pohon memiliki banyak manfaat, bukan hanya melestarikan lingkungan akan tetapi juga bisnis berkelanjutan.

Hal yang baik adalah melestarikan lingkungan sejalan dengan perkembangan bisnis. Artinya aktivits bisnis berjalan akan tetapi lingkungan juga lestari, terjaga keasriannya. Hal ini sangat tepat karena sesungguhnya melestarikan lingkungan juga melestarikan bisnis secara berkelanjutan.

Pada dasarnya aktivitas bisnis yang merusak lingkungan justru akan mempercepat aktivitas bisnis itu terhenti atau bisnis yang hanya mementingkan keuntungan sesaat, bukan bisnis yang berkelanjutan dengan keuntungan yang terus beruntung sehingga tumbuh dan berkembang menjadi besar.

Bila dicermati perkembangan bisnis pada dasarnya sama dengan perkembangan sebuah pohon, ditanam bibitnya di tanah, kemudian tumbuh dan bertunas.

Lantas berkembang menjadi tanaman kecil yang siap untuk besar. Pohon tumbuh dan berkembang dari tidak memiliki batang yang kokoh menjadi memiliki batang yang kokoh. Dari tidak memiliki daun menjadi memiliki daun yang banyak, dari tidak memiliki cabang menjadi memiliki cabang yang banyak, dari tidak memiliki ranting menjadi memiliki ranting yang banyak.

Bila dilihat proses tumbuh dan berkembangnya sebuah pohon sama persis dengan pertumbuhan dan perkembangan sebuah bisnis apa pun itu namanya. Mulanya bisnis itu kecil saja, kemudian berkembang menjadi besar dan setelah itu berkembang terus sehingga mendirikan banyak cabang bisnis dan dari banyak cabang bisnis itu lahir ranting-ranting bisnis itu sehingga melahirkan satu holding atau perusahaan (bisnis) besar yang memiliki banyak cabang dan ranting.

Harus diingat bahwa sebelum manusia menanam pohon sesungguhnya di Bumi ini sudah banyak pohon yakni di hutan-hutan belantara karena sebelum manusia ada di Bumi ini sesungguhnya di Bumi ini telah ada banyak pohon atau berbagai jenis tanaman. Hal ini sesuai dengan Ilmu Pertanian yang menyebutkan semua tanaman budidaya hari ini dahulunya adalah tanaman liar yang tumbuh dengan sendiriya di hutan-hutan belantara.

Dari fenomena yang ada maka awalnya dunia pertanian tidak ada ketika manusia dengan gampang memperoleh bahan makanan di Bumi ini. Lantas, ketika manusia pada satu lokasi di dunia ini sudah habis berbagai jenis tanaman pangannya maka berpindah ke daerah lain untuk mendapatkan bahan pangan pertanian. Pada tahap ini dikenal dengan system pertanian berpindah-pindah yakni belum mengenal budidaya tanaman.

Kondisi ini tidak bisa berlangsung lama, karena jumlah manusia terus bertambah banyak maka manusia mulai memikirkan bagaimana membudidayakan atau menanam tanaman untuk kebutuhan hidup manusia.

Sejak itulah budaya menanam tanaman dilakukan atau manusia awalnya menanam pohon atau juga dengan system pertanian berladang. Hal tersebut terus berlangsung sampai sekarang ini.

Budidaya tanaman terus dilakukan dan disempurnakan dengan kehadiran teknologi pertanian sehingga menghasilkan hasil pertanian yang maksimal. Hasil pertanian yang berkualitas dan bisa diproduksi dalam jumlah besar bagi kebutuhan manusia di dunia yang terus bertambah banyak.

 

Pohon Kebutuhan Hidup Manusia

Pohon menjadi kebutuhan hidup manusia di dunia ini maka dari sejarah budidaya tanaman atau menanam pohon satu tanda bahwa menanam pohon bukan hanya untuk melestarikan lingkungan akan tetapi juga kebutuhan hidup atau bisnis dari manusia itu.

Sementara menanam pohon akan membuat lingkungan sekitar menjadi segar, nyaman dan manusia bisa menghirup udara segar, bebas dari polusi udara maka jelas menanam pohon adalah dasar dari melestarikan lingkungan.

Hal itu dikarenakan pohon memiliki multi manfaat bagi manusia. Begitu banyak manfaat yang diberikan pohon kepada manusia, dari hal yang kecil sampai hal yang besar. Lihat saja satu pohon bisa menghasilkan Oksigen (O2) 1,2 Kg/hari sedangkan manusia membutuhkan minimal 0,5 Kg Oksigen/hari dan melepaskan Karbon Dioksida (CO2) ketika bernafas.

Coba hitung berapa banyak manusia bisa dihidupi sebuah pohon. Hebatnya lagi dalam satu masa pohon besar bisa menyerap 1 ton Karbon Dioksida (CO2) yang dilepaskan manusia ketika bernafas maka jika manusia menanam pohon sebanyak 20.000.000 pohon maka akan menghasilkan 260.000.000 ton Oksigen (O2) dan akan menghilangkan 10.000.000 ton Karbon Dioksida (CO2).

Sementara yang membuat efek rumah kaca adalah CO2 maka dengan kehadiran pohon dapat mencegah efek rumah kaca. Efek rumah kaca terjadi karena adanya penumpukan gas CO2 di atmosfer yang menyebabkan berlubangnya lapisan atmosfer maka dengan banyaknya pohon di hutan akan menyerap 3,7 ton CO2 dan mengubahnya menjadi 2 ton O2 untuk manusia dan mencegah terjadinya efek rumah kaca.

Nah, tahukah kita (Anda) bahwa Pabrik penghasil gas CO2 terbesar kedua setelah kendaraan bermotor

yang ada di dunia ini sehingga menghasilkan hujan asam setelah gas CO2 bercampur dengan Sulfur maka dengan diserapnya gas CO2 oleh jutaan pohon dan mengubahnya menjadi O2 tidak akan terjadi hujan asam yang membahayakan bagi tanaman dan semua makhluk hidup di dunia ini, terutama manusia.

Kenderaan bermotor itu pasti berada di jalan maka menanam pohon di tepi jalan menjadi sangat penting. Hal itu karena Pohon dapat menurunkan partikel debu. Berdasarkan pengamatan Bianpoem (1997) pohon dengan luas 300 x 400 meter bujursangkar dapat menurunkan kadar partikel debu dari 7.000 partikel/liter menjadi 4.000 partikel/liter.

Disamping itu pohon mampu meningkatkan air tanah per daun jarum dapat mengikat air tanah hingga 60%, sedangkan pohon berdaun lebar dapat mengikat air tanah hingga 80%. Pohon dapat mencegah bencana longsor sebab pohon mampu menahan pengikisan tanah pada gunung karena pohon bisa menahan partikel hujan sehingga tidak langsung menyentuh tanah.

Pohon memiliki nilai ekonomi yang tinggi seperti untuk berbagai property rumah yang nilainya paling mahal. Pohon mampu menghemat anggaran pemakaian pendingin udara (AC) karena berdasarkan penelitian adanya tiga batang pohon pada lokasi bangunan ternyata mampu menghemat biaya operasional AC hingga 50% sebab bangunan yang pada lokasinya ada pohon dapat mendatangkan kesejukan karena menghalangi sinar matahari langsung.

Pohon yang menghasilkan kayu menjadi bahan baku membuat berenekaragam perabot rumahtangga, bahan baku membuat kertas (paper) dan diperkirakan masih ada lebih dari 15.000 produk yang diproduksi dari bahan baku kayu yang asalnya dari pohon.

Secara alami pohon menjadi tempat berlindung berbagai jenis hewan peliharaan dan hewan liar termasuk juga manusia. Pohon juga memberikan makanan kepada banyak hewan. Hebatnya berdasarkan penelitian medis ternyata orang yang sedang sakit apa bila dekat atau bisa memandang pohon akan mempercepat kesembuhannya sampai 8% lebih cepat bila dibandingkan dengan orang sakit yang tidak dekat dengan pohon atau tidak memandang pohon.

Namun, meskipun pohon mendatangkan multi manfaat ternyata masih banyak manusia yang menyiksa pohon terutama pohon yang ada di kota besar atau pohon yang berada di tepi jalan di kota besar. Pohon- pohon itu dijadikan tempat memasang tali spanduk yakni dengan mengikat pohon, memasang gambar dengan memaku pohon. Begitu banyak pohon di tepi jalan yang menjadi gantungan spanduk, gantungan berbagai gambar. Hal itu sama dengan menyiksa pertumbuhan dan perkembangan pohon.

Kini mari kita (Anda) menanam pohon untuk mendapatkan multi manfaat dari pohon yang ditanam itu. Hampir tidak ada ruginya bila menanam pohon.

Keuntungan bukan saja buat yang menanam akan tetapi semua manusia, makhluk hidup yang ada didekat pohon itu mendapatkan manfaatnya. Luar biasa, ayo mari menanam pohon.

Penulis adalah Ketua Yayasan Badan Warisan Soematra (Y-BWS), pemerhati masalah sosial, budaya dan lingkungan hidup.

 

Oleh: Fadmin Prihatin Malau