Plt Wali Kota Medan Buka Musyawarah IV Forkala Kota Medan

dibaca 350 pembaca

Plt Wali Kota Medan Buka Musyawarah IV Forkala Kota Medan

Sebagai salah satu organisasi yang bergerak untuk menyatukan beragam perbedaan sehingga membentuk persatuan Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) telah melakukan banyak hal yang selama ini. Kedepan diharapkan Forkala dapat meningkatkan lagi kerjasama antara seluruh unsur Adat dan etnis guna memastikan semboyan Bhinneka Tunggal Ika tidak terus menerus tergerus.


Demikian hal ini disampaikan Plt Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si diwakili Kadis Kebudayaan Kota Medan, OK Zulfi ketika Membuka Musyawarah IV Forkala Kota Medan di Medan Club, Selasa (22/12).


Selain Musyawarah IV, rangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka HUT ke - 15 Forkala Medan ini juga dilakukan Launching Website Medan Beranda Budaya, Penyerahan Rekomendasi dan Pokok- Pokok Pikiran serta Penyerahan Anugerah Budaya Tahun 2020.


Dikatakan OK Zulfi, Kota Medan sejak awal didirikan Sudah menunjukkan karakter yang bersifat multi etnik, mengenali dan memahami jati diri Kota adalah kunci untuk dapat mengatasi masalah hari ini dan masalah dimasa depan. Namun Untuk memahami jati diri Kota Medan kita harus terlebih dahulu Memahami karakter dan adat tiap suku serta etnis yang mendiami.


"Forkala Kota Medan sebagai kumpulan tokoh adat atau etnis yang berada di Kota Medan telah mampu menyatukan beragam perbedaan baik suku, adat dan etnis sehingga membentuk persatuan di Ibu Kota Provinsi Sumut ini. Tentunya apa yang sudah dilakukan Forkala ini tidak akan mampu menimbulkan apapun jika warga kota Medan tidak mau dan tidak mampu mengubah mindset dirinya sendiri", jelas OK Zulfi.


Menurut Kadis Kebudayaan, sebagai kota Multietnis Kita harus mampu menjaga agar keberagaman kita menjadi anugerah yang mempersatukan anak bangsa, bukan malah Menjadi unsur pemecah belah warga Kota Medan tanpa memandang suku, ras, agama, dan perbedaan pandangan, marilah kita saling bantu membantu mewujudkan bangsa yang satu yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


"Guna melindungi Indonesia yang Bhineka dan inklusif, kita harus segera menolak segala bentuk kekerasan dan pemaksaan, penyerangan dan pembungkaman Terhadap kelompok agama, ras, etnis dan gender, kepercayaan, keyakinan, Kelas sosial dan sudut pandang yang berbeda semua harus mendapat tempat dan dilindungi sesuai dengan konstitusi dan Pancasila", ujarnya.


Sebelumnya Ketua Forkala Kota Medan, Datuk Adil Freddy mengatakan musyawarah IV ini dirangkaikan dengan Hari Ulang Tahun ke - 15 Forkala. Selain Itu juga diisi dengan Orasi Budaya dan Launching Website Medan Beranda Budaya, serta Penyerahan Anugerah Budaya Tahun 2020.


"Forum Komunikasi Lembaga Adat (Forkala) kedepannya akan membantu pemerintah dalam pembinaan dan pengembangan lembaga adat di Kota Medan. Melalui Musyawarah ini nantinya akan ada evaluasi kerja untuk program Kedepannya sesuai dengan tekad dibentuknya Forkala yakni membangun pemahaman bersama dan kerjasama serta menjadi jembatan emas di atas berbagai perbedaan yang ada di tengah masyarakat", jelasnya.


Berbagai tari-tarian ditampilkan dalam acara tersebut. Seperti tari tradisional Minahasa dan Tarian Tapanuli Selatan. Selain itu juga diisi oleh Orasi kebudayaan. Hadir dalam acara tersebut, Sultan Deli XIV Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam.

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan