Akhyar Ikuti Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Mebidang & Penanggulangan Banjir

dibaca 385 pembaca

Akhyar Ikuti Rapat Evaluasi Penanganan Covid-19 Mebidang & Penanggulangan Banjir

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H.  Akhyar Nasution, M.Si., menghadiri Rapat Evaluasi Optimalisasi Percepatan Penanganan Penyebaran Covid-19 di Medan, Binjai, Deliserdang, Karo (Mebidangro) dan Penanggulangan Dampak Banjir, Senin (7/12) di Pendopo Rumah Dinas Gubsu. Rapat dipimpin langsung Gubsu Edy Rahmayadi didampingi Sekda Provinsi Sumut R Sabrina serta dihadiri unsur Forkopimda Sumut dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. 

Dalam rapat itu Gubsu berharap agar penyebaran Covid-19 di Sumut, terkhusus wilayah Mebidang  harus segera dihentikan, agar masyarakat dapat kembali hidup normal. Gubsu juga menginstruksikan kepada Bupati maupun Wali Kota yang wilayahnya rentan bencana, terutama banjir, agar siaga bencana sehingga cepat melakukan langkah antisipasi ketika bencana terjadi. Selain menyiagakan alat-alat berat di lokasi-lokasi yang rawan bencana, Gubsu juga minta disediakan dokter maupun tenaga medis lainnya. 

"Begitu terjadi bencana, bantuan bisa langsung diberikan sehingga masyarakat yang tertimpa bencana tidak panik. Mari kita bantu bersama-sama masyarakat kita ini," harapnya. Usai rapat, Akhyar yang hadir didampingi Kepala Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Arjuna Sembiring, Kadis Kesehatan Edwin Effendy serta Kasatpol PP mengatakan, Pemko Medan telah siaga untuk mengantisipasi banjir menyusul terendamnya 10 kecamatan beberapa hari lalu sehingga berdampak terhadap 26.671 jiwa atau 8.608 KK.

Akhyar mengatakan, seluruh pimpinan OPD terkait, termasuk seluruh camat, lurah dan kepala lingkungan diminta untuk siaga dan tidak meninggalkan wilayahnya mengantisipasi kemungkinan adanya banjir susulan. Apalagi, tegasnya, berdasarkan keterangan dari Kepala BPBD berdasarkan info dari BMKG, tiga hari ke depan cuaca masih ekstrim.

“Apabila banjir susulan kembali terjadi, saya minta agar OPD terkait, camat, lurah dan kepling secepatnya memberikan bantuan kepada masyarakat, baik evakuasi, pemberian makanan, obat-obatan, air bersih serta membantu membersihkan lumpur. Di samping itu juga segera mendirikan dapur umum dan posko kesehatan sehingga cepat memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkannya," tegas Akhyar. Di samping itu imbuh Akhyar, setiap kantor kecamatan harus mendirikan posko banjir agar cepat untuk memberikan bantuan begitu banjir terjadi di wilayahnya. Kemudian camat harus berkoordinasi dengan pihak puskesmas untuk memberikan layanan kesehatan bagi warga yang membutuhkannya. 

"Kita ingin warga yang terkena musibah banjir mendapatkan layanan kesehatan karena kawasan yang diterpa banjir rentan dengan penyakit," ungkapnya seraya minta kepada camat yang wilayahnya tidak terkena banjir agar menurunkan personel Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (P3SU) dan kepala lingkungan untuk membantu membersihkan 10 kecamatan yang terkena banjir tersebut.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan