Sekda Kota Medan Hadiri Deklarasi Damai Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020

dibaca 151 pembaca

Sekda Kota Medan Hadiri Deklarasi Damai Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020

Pjs Wali Kota Medan, Ir.Arief Sudarto Trinugroho,M.T diwakili Sekda Kota Medan, Ir. Wiriya Alrahman,MM menghadiri acara deklarasi damai pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan tahun 2020 di hotel Emerald Garden, Rabu (30/9). Deklarasi damai ini diselenggarakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, para pengunjung yang diizinkan masuk keruangan pun dibatasi. Acara diawali dengan pembacaan deklarasi damai oleh kedua pasangan calon kepala daerah Akhyar-Salman dan Bobby-Aulia, kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan.

Adapun deklarasi damai itu berisikan sikap untuk siap membina kerjasama, menjaga persatuan dan kesatuan antara sesama partai politik, tim kampanye, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Kemudian, tidak mudah terprovokasi oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggung-jawab. Lalu, menghindari fitnah, adu domba dan pencemaran nama baik sesama partai politik, tim kampanye dan massa pendukung. Di samping itu siap untuk mengedepankan musyawarah mencapai mufakat, hindari kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi antara partai politik, tim kampanye dan massa pendukung.

Serta mendukung pemerintah untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif, khususnya dalam pelaksanaan Pilkada Kota Medan Tahun 2020. Mendukung TNI/Polri dalam mengamankan Pilkada serentak Tahun 2020 dan konsisten menerapkan adaptasi kebiasaan baru yakni protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Usai penyampaian deklarasi damai, Sekda Kota Medan dalam sambutanya mengatakan deklarasi damai pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 diselenggarakan dalam kondisi bencana non-alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Menurut Sekda hingga kini Indonesia belum mampu terbebas dari belenggu pandemi Covid-19. Hal inilah yang membuat banyak pihak enggan untuk turut berpartisipasi pada Pilkada mendatang karena kekhawatiran akan bisa tertular virus mematikan ini. Bahkan Beberapa pihak malah meminta agar Pilkada serentak ditunda, menunggu hingga pandemi Covid-19 ini reda demi menghindari potensi terjadinya cluster corona akibat Pilkada.

"Cara-cara pengumpulan massa dalam jumlah besar sebagaimana yang lazim dilakukan sebelum pandemi Covid-19 harus bisa diganti dengan cara lain yang lebih kreatif. Namun jika tetap membandel dan terus saja mengumpulkan massa dalam jumlah besar, kita harus siap-siap berhadapan dengan pihak kepolisian dan Bawaslu, untuk itu saya meminta dengan sangat agar setiap calon harus mampu mengendalikan massanya sehingga tidak sampai melanggar protokol kesehatan yang telah dibuat oleh pemerintah."kata Sekda.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Kota Medan juga mengingatkan kepada kedua pasangan calon agar dalam tahapan kampanye memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat sehingga masyarakat bergairah untuk menggunakan hak pilihnya secara tepat dan merdeka.

"Ini menjadi tugas kita bersama untuk memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat. Mereka harus mengerti bahwa 1 suara mereka bisa menentukan jalannya Kota Medan di masa depan. Sekali salah memilih atau malah tidak memilih, maka selama 5 tahun masyarakat akan terpaksa berada di bawah pimpinan seseorang yang belum tentu bisa membawa aspirasinya ke arah yang diinginkan. Namun jika pemimpin yang dipilih sesuai dengan hati nurani dan amanah dalam menjalankan tugasnya, maka itu berarti masyarakat telah berperanserta secara aktif dalam pembangunan."ujar Sekda.

Dalam deklarasi damai ini turut pula hadir Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko, Ketua KPU Medan, Agussyah Ramadani Damanik, Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap dan unsur Forkopimda Kota Medan lainya.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan