Pentas Seni dan Budaya Bertajuk Sound Of Demolition Menjadi Wadah Pelajar Dalam Mengembangkan Kreasi dan Bakat

dibaca 140 pembaca

Pentas Seni dan Budaya Bertajuk Sound Of Demolition Menjadi Wadah Pelajar Dalam Mengembangkan Kreasi dan Bakat

Pemerintah Kota Medan mengapresiasi dan mendukung atas diselenggarakannya Pentas Seni (Pensi) dan Budaya Siswa - Siswi Perguruan Islam Al Azhar Medan. Sebab event yang bertemakan Sound Of Demolition (SOD) - 8 ini dapat menjadi wadah dalam melatih para pelajar untuk mengembangkan daya kreasi diri, minat dan bakat melalui seni dan kreatifitas.

Demikian hal ini disampaikan Plt Wali Kota Medan diwakili Plt Kadis Pendidikan Masrul Badri ketika menghadiri Pentas Seni dan Budaya Perguruan Al Azhar Medan di halaman Perguruan Al Azhar Medan, Sabtu (8/2). Event yang Rutin digelar setiap tahunnya ini diisi dengan berbagai kegiatan seperti Pertunjukan Seni Tari dan Musik, Perlombaan serta Bazar.

Dikatakan Plt Kadis Pendidikan Masrul Badri, Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan Siswa-Siswi, karena pendidikan tidak hanya di ruang kelas, akan tetapi di luar ruangan untuk lebih mengetahui dan mengembangkan kemampuan dan bakat siswa tersebut. Oleh sebab itu Pihak Sekolah harus terus mendukung agar kegiatan ini dapat digelar setiap tahunnya.

"Melihat kemeriahan acara ini saya sangat yakin bahwa anak-anak kita memanglah insan-insan yang penuh dengan ide, kreatifitas, inovasi dan tentu saja semangat muda yang harus terus dinyalakan, karena itu saya dan segenap Pemerintah Kota Medan sangat mengapresiasi dan mendukung penuh acara ini,” kata Masrul Badri.

Dijelaskan Plt Kadis Pendidikan, di hadapan Pembina Yayasan Hajjah Racmah Nasution, Mahyuzar Nasution, Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumut dan Para Guru Perguruan Al Azhar serta para Wali Murid dan Siswa-Siswi, Pada era seperti sekarang ini, tentunya perkembangan mental dan psikologis generasi muda jauh lebih cepat dibandingkan dengan era dahulu. Artinya banyak informasi yang diproleh menjadikan anak-anak jauh lebih kreatif dan memiliki daya inovatif yang tinggi pula.

"Melalui Pertemuan ini saya menginformasikan bahwa saat ini Pemerintah Kota Medan telah mencanangkan gerakan dalam mengurangi sampah plastik, untuk itu mari kita dukung gerakan ini dengan mengurangi penggunaan botol minuman sekali pakai dan diganti dengan Tumbler. Hal ini sudah diterapkan di setiap sekolah", jelas Masrul.

Plt Kadis Pendidikan berharap kegiatan positif ini agar terus digelar Yayasan Perguruan Al Azhar Medan, karena dengan kegiatan ini akan muncul talenta dari para siswa yang menjadi prestasi untuk kedepannya. "Jadikan Kegiatan pentas seni ini sebagai sumber referensi ilmu pengetahuan yang dapat menambah kapasitas diri kita", ujar Masrul Badri.

Sebelumnya Pembina Yayasan Perguruan Al Azhar Medan, Mahyuzar Nasution menjelaskan bahwa kegiatan Sound Of Demolition (SOD) Perguruan Al Azhar ini merupakan tahun kedelapan. kegiatan ini bertujuan sebagai sarana untuk para siswa - siswi mengasah kemampuan mereka di bidang seni dan budaya.

Program ini terus digelar dan dikembangkan oleh Yayasan Perguruan Al Azhar Medan, sebab diyakini bahwa setiap anak memiliki talenta yang berbeda-beda. Artinya dengan banyaknya talenta yang dimiliki oleh anak-anak maka semuanya kita tuangkan dalam kegiatan pentas seni ini,” Jelasnya.

Selanjutnya, Plt Kadis Pendidikan bersama Pembina Yayasan Perguruan Al Azhar Medan meninjau laboratorium unit pengolahan Air siap minum. Keberadaan laboratorium ini sebagai wujud dukungan kepada Program Pemerintah Kota Medan yang menggalakkan program mengurangi penggunaan botol minuman sekali pakai.

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan