Plt Wali Kota Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sei Sikambing dan Marelan

dibaca 86 pembaca

Plt Wali Kota Tinjau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar Sei Sikambing dan Marelan

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M. Si., memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di Pasar Sei Sikambing dan Marelan, Jumat (20/12). Selain memantau harga, Plt Wali Kota juga memeriksa sarana dan prasana kedua pasar tradisional tersebut.

Dalam peninjauan itu, Plt Wali Kota berdialog dengan para pedagang. Dalam dialog itu terungkap harga kebutuhan pokok saat ini relatif stabil. Di kedua pasar itu harga sekilo ayam berkisar Rp33 ribu/kg sampai Rp34ribu/kg, daging Rp110 ribu/kg, cabe merah Rp36 ribu/kg, dan cabe rawit Rp28 ribu/kilo, minyak curah Rp12 ribu/kg. Kenaikan terjadi pada telur avam eropah dari Rp 1.300 menjadi Rp1.500/butir.

“Ketersediaan bahan pokok aman. Harga juga stabil hanya satu dua mengalami kenaikan,” ucap Akhyar.

Peninjauan guna memantau ketersediaan bahan pangan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru ini diawali di Pasar Sei Sikambing. Saat memasuki pasar tersebut, Akhyar terlihat agak kecewa melihat kondisi tempat pembuangan sampah yang tidak tertata dengan baik. Saat di dalam pasar Akhyar juga melihat sirkukasi udara perlu dibenahi. Dia meminta agar PD Pasar membuat ventilasi.

"Pasar kita juga harus cantik, harus dirawat dengan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat beramai-ramai datang berbelanja. Kalau suasana di pasar nyaman, tentu banyak orang datang berbelanja di pasar. Ini juga merupakan salah satu cara untuk menghadapi persaingan di era belanja online ini,” ungkap Akhyar.

Dari Pasar Sei Sikambing, Akhyar beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke Pasar Marelan. Tiba di sana, Akhyar juga melakukan diaglog dengan para pedagang sekaligus mencari informasi harga dan menampung aspirasi mereka.

Di Pasar Marelan ini, Akhyar juga mendengarkan keluhan pedagang yang tidak mendapat tempat di Pasar Marelan ini. Karena tidak mendapat tempat, mereka berjualan di kaki lima, namun tentu saja mereka ditertibkan oleh Pemko Medan.

Menjawab keluhan beberapa pedagang ini, Akhyar mengatakan, sepanjang pedagang tersebut telah terdaftar, tentu akan mendapat tempat.

"Para pedagang yang telah terdaftar tidak usah khawatir sebab pedagang yang telah terdaftar pasti sudah memilikk kiosnnya sendiri. Saya juga minta kerja samanya agar para pedagang mau meletakkan dagangannya sesuai dengan peruntukannya. Yang basah di lantai satu, yang kering di lantai dua. Jangan semua mau di lantai satu,” ucap Akhyar.

Berkaitan dengan sarana dan prasarana pasar, Akhyar mengatakan, pihaknya akan mengoordinasikan beberapa OPD terkait untuk melakukan pembenahan.

“Pembenahan ini agar suasana pasar menjadi lebih nyaman. Kalau sudah nyaman tentu orang mau berbelanja ke pasar,” ucapnya.

Setelah meninjau pasar, Akhyar juga meninjau kondisi drainase di sekitar Pasar Marelan. Akhyar melihat ada beberapa penyumbatan di parit sehingga air tidak mengalir. Disayangkan pula, masih ada pemilik ruko yang membiarkan sampah berserakan di depan tempat usahanya.

Akhyar mengimbau, agar pemilik toko bisa mewadahi sampahnya. Kalau sudah diwadahi, tinggal tugas Pemko Medan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir.




Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan