Tingkatkan Profesionalisme ASN di Bidang Keruangan, Pemko Medan Gelar Sosialisasi dan Pelatihan JIGD

dibaca 342 pembaca

Tingkatkan Profesionalisme ASN di Bidang Keruangan, Pemko Medan Gelar Sosialisasi dan Pelatihan JIGD

Pemerintah Kota Medan melalui Bappeda Kota Medan menggelar acara sosialisasi dan Pelatihan Jaringan Informasi Geopasial Daerah (JIGD). Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya data dan informasi geospasial, sebagai dasar penyusunan rencana pembangunan, monitoring, evaluasi dan tindaklanjut program, yang diterjemahkan ke dalam geoportal aplikasi berbasis web. Sosialisasi dan Pelatihan yang digelar di hotel Swiss-Bellin, Jalan Gajah Mada, Selasa (12/11) ini dibuka oleh Kepala Bappeda Ir. Irwan Ritonga. Hadir narasumber dalam acara yang diikuti 50 peserta dari perwakilan OPD dilingkungan Pemko Medan, Kepala Pusat Pengelolaan dan Pengembangan informasi Geospasial, Dr. Ing Khafid, Kepala Bidang Kelembagaan Simpul Jaringan Pusat Standarisasi Kelembagaan Badan Informasi Geopasial (BIG), Aris Haryanto.

Dalam sambutannya, Kepala Bappeda kota Medan, mengatakan berdasarkan Peraturan Presiden RI nomor 27 tahun 2014 tentang jaringan informasi geospasial nasional menyebutkan bahwa JIGN adalah suatu sistem Penyelenggaraan pengelolaan informasi geospasial secara bersama, tertib, terukur, terintegrasi dan berkesinambungan serta berdayaguna. Artinya simpul jaringan diwajibkan mengimplementasikan 5 pilar JIGN yaitu kebijakan, kelembagaan, sumber daya manusia, standar dan teknologi. Atas dasar itu, Menurut Kepala Bappeda, Pelatihan JIGD ini digelar untuk meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya ASN Pemko Medan dalam bidang keruangan (Data Spasial) dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pemahaman ASN terhadap infrastruktur data spasial (IDS).

"Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan implementasi Pembangunan simpul jaringan data spasial daerah di Kota Medan sebagai bagian dari Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) serta sebagai langkah awal pembinaan dan koordinasi terhadap sumber daya penyedia informasi spasial di Kota Medan", kata Kepala Bappeda. Dijelaskan Irwan Ritonga, Data Spasial diperlukan oleh instansi pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam berbagai aspek pembangunan nasional. Artinya Penyelenggaraan Pembangunan data spasial yang tertata dengan baik dan dikelola secara terstruktur, transparan dan terintegrasi.

"Sebagai salah satu simpul jaringan dari bagian jaringan informasi geospasial nasional. Kota Medan mempunyai kewajiban untuk dapat saling mempertahankan dan menyebarluaskan data spasial sehingga diharapkan terwujudnya mekanisme Sharing Informasi spasial yang efektif dari sisi waktu dan efisien dari sisi biaya", Jelasnya. Irwan Ritonga juga menyampaikan bahwa paradigma pembangunan sudah ada temanya, yaitu Holistik, Integratif, Spasial, Tematik (HIST). Hal ini ditujukan agar pembangunan tepat sasaran dan tepat anggaran.

“Informasi geosapsial sendiri memegang peranan penting dalam pembangunan, khususnya pembangunan di Kota Medan mulai dari perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur jalan, dan kegiatan pembangunan yang berbasis spasial lainnya.” pungkasnya. Sebelumnya Kabid Fisik, Ferry Ichsan, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang digelar BIG pada tahun 2018. Artinya Pemko Medan berinisiatif menggelar sosialisasi ini untuk menjaga dan meningkatkan profesionalisme sumber daya ASN Pemko Medan dalam bidang keruangan (Data Spasial).

"Sosialisasi dan Pelatihan ini digelar selama 3 hari dari tanggal 12 Nopember sampai 14 Nopember 2019 dengan menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geopasial (BIG)", jelasnya.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan