Pemko Medan turunkan Tim Pembinaan Karakter Dan Budaya Bersih Ke Sekolah-sekolah

dibaca 165 pembaca

Pemko Medan turunkan Tim Pembinaan Karakter Dan Budaya Bersih Ke Sekolah-sekolah

Pemerintah Kota Medan terus berkomitmen untuk mewujudkan Medan bersih sampah. Komitmen ini terlihat dari turunnya Tim Pembinaan Karakter dan Budaya Bersih ke sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan dengan tujuan memberikan pemahaman dan himbauan kepada sekolah untuk membentuk karakter masyarakat sekolah untuk sadar dan peduli akan kebersihan lingkungan.

Tim Pembinaan Karakter dan Budaya Bersih ini dibagi menjadi tiga tim, untuk tim 1 yang dipimpin Kabag Sosial dan Pendidikan (Sospen) Khoiruddin Rangkuti, dihari pertama sosialisasi ini mendatangi Sekolah Negeri 060820 di Jalan Bahrum Jamil/ Turi, dan Sekolah Negeri 060819 di Jalan Thamrin , Senin (05/11). Bersama dengan Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Baharuddin Harahap dan Kepala Seksi Bina Jejaring Komunikasi, Dinas Lingkungan Hidup, Nazaruddin yang termasuk dalam tim, Khoiruddin Rangkuti menjelaskan tujuan kehadiran tim ke Kepala sekolah dan Guru-guru.

Dijelaskan Kabag Sospen, kunjungan ke sekolah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilakukan Plt Wali Kota Medan bersama Kepala Sekolah dikantor Walikota Medan terkait dengan upaya mendukung kebersihan Kota Medan. Artinya kehadiran tim disini untuk memberikan pemahaman yang lebih kepada guru agar dapat membentuk karakter anak untuk peduli dengan sampah dan Kebersihan lingkungan.

"Kami (Tim) hadir disini untuk mensosialisasikan sekaligus monitoring dan evaluasi Pembinaan Karakter dan Budaya Bersih di Sekolah. Artinya Pemko Medan berharap di tangan Kepala Sekolah dan Guru akan terbentuk karakter anak yang peduli dengan sampah dan Kebersihan lingkungan. Sebagai contoh jika melihat sampah maka anak-anak secara spontan akan mengambil sampah tersebut dan membuang ke tempatnya", jelas Kabag Sospen.

Dijelaskan Kabag Sospen, pihak sekolah diharapkan dapat membuat slogan atau jargon yang dapat menarik anak-anak seperti jargon Lisa (Liat Sampah Ambil). Tentunya jargon-jargon ini merupakan salah satu upaya kita untuk membentuk karakter anak untuk peduli dengan sampah dan Kebersihan lingkungan.

"Program Pemerintah Kota yang kita lakukan ini nantinya tidak akan terlihat dalam waktu dekat, akan tetapi akan berdampak untuk lima tahun mendatang. Artinya jika karakter anak untuk menjaga kebersihan di sekolah sudah terbentuk maka dipastikan akan diterapkan juga di lingkungan rumah tempat tinggalnya", jelas Kabag Sospen.

Sementara itu, Kabid Pengelolaan Sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Baharuddin Harahap menjelaskan bahwa dalam mendukung Pemerintah Kota Medan mewujudkan Medan bebas Sampah, Pihak Sekolah dapat menyediakan Bank sampah atau menerapkan sistem TPS 3 R (Reduce, Reuse, Recycle). Artinya selain membentuk karakter anak-anak, pihak sekolah juga dapat menerapkan kedua upaya tersebut.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan