Plt Wali Kota Medan Apresiasi Rumah Briket Rena Mengolah Sampah Jadi Briket

dibaca 210 pembaca

Plt Wali Kota Medan Apresiasi Rumah Briket Rena Mengolah Sampah Jadi Briket

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir. H. Akhyar Nasution, MSi, mengapresiasi Ide kreatif Rumah Briket Rena yang mengolah sampah menjadi bahan bakar padat sebagai bahan bakar alternatif pengganti minyak tanah atau yang dikenal dengan Briket. Tentunya selain dapat mengurangi volume sampah, pengolahan sampah menjadi Briket ini akan menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan. Demikian hal ini disampaikan Plt Wali Kota Medan ketika meninjau ke Rumah Briket Rena di Jalan Bajak II H, Komplek ITM, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas, Senin (04/11). Dalam peninjauan ini Plt Wali Kota Medan yang hadir bersama Wakil Ketua I TP PKK Kota Medan Ny. Hj. Nurul Khairani Akhyar, didampingi sejumlah Pimpinan OPD diantaranya, Kadis Kebersihan dan Pertamanan M.Husni, Kadis Lingkungan hidup, Armansyah Lubis dan Kadis Kesehatan Dr. Edwin serta Camat Medan Amplas Edi Mulia Matondang. Dikatakan Plt Wali Kota, setiap harinya sampah yang dihasilkan Kota Medan sekitar 2.000 Ton, dimana 50 persen merupakan sampah dari rumah tangga. Dengan banyaknya sampah yang dihasilkan, jika masyarakat dapat mengatasi sampah tersebut seperti yang dilakukan Rumah Briket Rena ini, tentunya akan sangat membantu Pemerintah Kota untuk mewujudkan kebersihan.

"Salah satu solusi untuk mengurangi sampah rumah tangga adalah dengan membangun simpul atau jaringan ekosistem bebas sampah, salah satunya adalah rumah olahan sampah seperti rumah Briket Rena ini. artinya melalui rumah Briket tentunya sampah tidak sekedar menyampah namun sampah yang tidak berharga tadi disulap menjadi sangat berharga dengan mengolahnya kembali menjadi bahan bakar", kata Plt Wali Kota Medan. Menurut Plt Wali Kota, olahan sampah menjadi Briket ini tentunya juga menjadi pertambahan nilai terhadap sampah, sehingga akan menjadi peluang usaha untuk meningkatkan ekonomi dan lapangan kerja baru bagi warga sekitar. Artinya olahan sampah ini jika ekonomis akan menjadi pendapatan yang menjanjikan.

"Sampah bukan musuh kita. Akan tetapi dengan Pengetahuan dan teknologi sampah akan menjadi peluang Usaha. Untuk itu Atas nama Pemerintah Kota Medan, saya mengucapkan terima kasih atas pengolahan sampah menjadi Briket yang dilakukan oleh Rumah Briket Rena ini, tentunya hal yang dilakukan ini sangat membantu Pemerintah Kota dalam pengelolaan sampah", ungkap Plt Wali Kota Medan. Selanjutnya Plt Wali Kota Medan mengungkapkan bahwa saat ini Pemko Medan tengah gencar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam aktifitas sehari -hari. Sebab sampah plastik menjadi masalah klasik karena sifatnya yang sulit terurai. Untuk itu mari mulai saat ini kita kurangi penggunaan plastik.

"Saya akan terus sampaikan kepada warga bahwa yang harus menjaga lingkungan kita adalah diri kita sendiri. Artinya dengan mengurangi penggunaan sampah plastik serta pandai mengelola sampah tentunya lingkungan Bersih dan Asri bukanlah impian semata. Mari bersama kita wujudkan Medan bebas Sampah", ungkap Plt Wali Kota. Sebelumnya, Rena Arifa Simbolon sebagai Ketua Rumah Briket Rena, menjelaskan bahwa Sampah semakin hari semakin melimpah dan menjadi masalah. Pengelolaan sampah yang tepat dapat menghasilkan produk daur ulang sampah berupa briket sampah yang dapat menjadi bahan bakar alternative pengganti minyak tanah. Oleh sebab itu sejak tahun 2015 dengan memanfaatkan sampah organik, rumah Briket Rena mengolah sampah menjadi Briket.

"Pengolahan sampah organik menjadi briket selama ini menggunakan peralatan manual. Dari 10 kg sampah organik, briket yang dihasilkan sebanyak 1kg dengan perincian pembuatan 1kg briket arang menggunakan biaya Rp.1.180, sedangkan harga jualnya sebesar Rp.10.000/kg. Tapi kini, rumah briket telah memiliki mesin produksi yang baru dan diprediksi mampu menghasilkan briket arang sebanyak 250 kg/hari", jelasnya. Selanjutnya Plt Wali Kota Medan meninjau lokasi pengolahan sampah menjadi Briket, ketika peninjauan pemilik rumah Briket Rena menjelaskan bahwa pengolahannya diawali dengan membakar sampah organik menjadi arang dan kemudian ditumbuk. Setelah itu diayak dan dicampur kanji untuk pengerasan. Lalu dipress dan dicetak hingga menjadi briket arang.

Dalam kesempatan tersebut Plt Wali Kota Medan dan Wakil Ketua TP PKK juga langsung mencoba pembuatan briket. Dengan menggunakan alat press manual, Plt Wali Kota berhasil membuat briket hasil olahan dari sampah organik. Kemudian ditempat yang sama, Wakil Ketua TP PKK meninjau posyandu. Selain membagikan susu dan roti untuk balita, Ny. Nurul Khairani juga memberikan vitamin kepada salah seorang balita. Setelah itu tak lupa Ny. Nurul Khairani berpesan agar posyandu rutin dilaksanakan di setiap lingkungan guna meningkatkan derajat kesehatan balita.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan