Wakil Wali Kota Buka Seminar Persandian Diharapkan Mampu Ciptakan Sistem Keamanan di Lingkungan Pemko Medan

dibaca 255 pembaca

Wakil Wali Kota Buka Seminar Persandian Diharapkan Mampu Ciptakan Sistem Keamanan di Lingkungan Pemko Medan

Perkembangan dunia teknologi yang kian mutakhir dan eksklusif, membuat dunia kini menjadi semakin terbuka dan transparan. Bahkan dunia kini seperti tidak lagi memiliki sekat pembatas yang membuat setiap orang bisa saling terhubung satu dengan yang lain.

 

Atas dasar itulah Pemko Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Medan menggelar seminar persandian dengan tema “Sistem Manajemen Keamanan Informasi” di Hotel Grand Kanaya, Rabu (25/9). Adapun tujuan dari seminar ini, untuk memberikan pengetahuan pentingnya keamanan informasi serta menciptakan sistem keamanan informasi yang baik di lingkungan Pemko Medan.

 

Seminar yang dibuka Wali Kota Medan, Drs. H. T. Dzulmi Eldin, S.M.Si.,M.H diwakili Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, M.Si dihadiri sebanyak 73 peserta yang terdiri dari Sekretaris Dinas dan Kasubbag Umum di lingkungan Pemko Medan.

 

"Profesor Marshal Mcluhan mengatakan dunia saat ini seperti sebuah perkampungan global (global village) karena setiap hal bisa diketahui hanya dengan bermodal sebuah gawai seukuran genggaman tangan yang bernama smartphone," sebut Wakil Wali Kota.

 

Selain memiliki ribuan sisi positif, jelas Akhyar, teknologi juga memiliki banyak sisi negatif, kemajuan teknologi kini juga kerap dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan yang belum pernah terpikirkan sebelumnya. Bahkan kini kejahatan teknologi telah dilakukan oleh para kriminal lintas benua.

 

"Agar data digital yang kita miliki tidak sampai disalahgunakan, maka paling tidak yang bisa kita lakukan adalah memilih sistem keamanan terpercaya yang akan bisa menjaga kerahasiaan informasi yang kita miliki sehingga tidak bisa disalahgunakan oleh pelaku kejahatan," jelas Akhyar.

 

Disamping itu, orang nomor dua di Pemko Medan tersebut mengungkapkan, hingga kini rakyat Indonesia masih bangga memakai produk luar negeri, termasuk produk keamanan sistem informasi. Padahal, jika bisa secara mandiri menggunakan program keamanan buatan anak bangsa sendiri, maka ini akan bisa menghidupkan industri kreatif di dalam negeri.

 

"Selain itu, ketika kita memutuskan memilih sistem keamanan yang berasal dari luar negeri, sebenarnya kita telah menyerahkan data dan informasi yang kita miliki kepada pihak asing. Kebocoran data rahasia negara sangat mungkin terjadi dan hal ini tentunya akan sangat merugikan bagi bangsa ini," ungkapnya.

 

Untuk itulah, Akhyar menegaskan bahwa pemerintah harus mampu terus mengembangkan sistem manajemen yang mampu menjamin keamanan informasi yang dimiliki. Selain itu, para pemangku kepentingan harus mau duduk bersama mencari solusi terbaik dalam menghadapi potensi kebocoran rahasia negara. Pasalnya, sistem keamanan Indonesia sangat terbuka dan minim regulasi, sehingga memiliki sangat banyak celah yang rentan disusupi dan sangat berpotensi disalahgunakan pihak yang memiliki niat jahat.

 

"Untuk itulah dibutuhkan kerjasama seluruh pihak untuk dapat merumuskan apa yang terbaik untuk sistem manajemen keamanan informasi. Dengan begitu, maka kita akan bisa lebih memproteksi diri dan menjadi bangsa yang kuat dalam hal keamanan data dan informasi dunia siber," tegas Akhyar.

 

Selanjutnya seminar diisi dengan pemaparan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara, Taufik Nurhidayat, S.ST, Sahyadi, AMd, Supapri Situmorang, S.ST,MP.,M.H, dan Sandy Rachman Zawaid STR TP.

 

 

Sumber : Humas Pemko Medan