Medan Jadi Lokasi Perhelatan Lawatan Sejarah Nasional

dibaca 219 pembaca

Medan Jadi Lokasi Perhelatan Lawatan Sejarah Nasional

Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menggelar Lawatan Sejarah Nasional di Medan, Sumatera Utara, 8 sampai 12 Juli 2019. Hal ini mengemuka saat Wali Kota Medan, Drs. H.T. Dzulmi Eldin S, M.Si., M.H. diwakili Asisten Pemerintahan dan Sosial, Drs. Musaddad, M.Si saat audiensi tim Direktorat Sejarah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (20/6) di Ruang Rapat I, kantor Wali Kota. Tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang turut dalam audiensi itu yakni Direktur Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari, dan Irini Dewi Wanti yang merupakan Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Banda Aceh.

Dalam pertemuan itu, Direktur Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Triana Wulandari, mengungkapkan harapanya agar Pemko Medan memberi dukungan terhadap perhelatan ini. Triana menerangkan, Lawatan Sejarah ini merupakan kegiatan melawat tempat-tempat bersejarah yang merupakan bagian dari simpul-simpul perkeat yang berorientasi pada nilai-nilai perjuangan dan persatuan untuk memperkokoh integrasi bangsa. Sedangkan tema kegiatan yang menyasar siswa SMA Sederajat dan guru sejarah ini adalah “Generasi Penerus Merajut Simpul-simpul Keindonesiaan”.

Dia mengungkapkan, pemilihan tempat kegiatan didasarkan pada alasan bahwa pada zaman penjajahan Belanda, Sumut merupakan suatu pemerintahan yang bernama Gouvernement van Sumatra dengan wilayah meliputi seluruh Pulau Sumatra dan Medan merupakan ibukota Sumatera pada awal Kemerdekaan (1945-1948). Alasan lain dipilihnya Medan, Sumatera Utara, lanjutnya, untuk melanjutkan kegiatan Lawatan Sejarah Nasional 2018 yang telah digelar di Aceh, di mana Keresiden Aceh, Keresidenan Sumatera Timur, dan Keresidenan Tapanuli pernah menjadi satu wilayah.

Dia menyebutkan, ada beberapa lokasi yang akan menjadi objek lawatan, yakni Museum Perkebunan, Istana Maimun, Masjid Raya Al Mahsun, Gedung Avros, Rumah Tjong A Fie, dan Gedung Longsum. Selain lawatan, tambahnya, kegiatan ini juga diwarnai dengan lomba karya tulis, seminar kesejarahan, temu tokoh sejarah, kuis kesejarahan, bakti sosial, dan malam pentas budaya. Menanggapi hal ini, Asisten Pemerintahan dan Sosial, Drs. Musaddad, M.Si menyatakan, Pemko Medan menyambut baik dipilihnya Medan sebagai tempat penyelenggaraan Lawatan Sejarah Nasional. Musaddad juga mengatakan, akan melaporkan rencana kegiatan ini langsung kepada Wali Kota Medan.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan