Wali Kota Medan Harapkan Peserta Workshop Jadi Agen Dalam Inovasi Pelayanan Publik

dibaca 354 pembaca

Wali Kota Medan Harapkan Peserta Workshop Jadi Agen Dalam Inovasi Pelayanan Publik

Wali Kota Medan Drs. H.T Dzulmi Eldin S, M.Si.,M.H berharap kepada seluruh Peserta yang telah mengikuti Workshop menjadi Agen dalam Inovasi Pelayanan Publik. Artinya harus mampu berinovasi dan memberikan layanan optimal terlebih di era Digitalisasi dimana masyarakat sangat mudah dalam mengakses informasi. Demikian hal ini disampaikan Wali Kota Medan diwakili Asisten Umum, Renward Parapat ketika menutup Workshop Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Pemerintah Kota Medan, Selasa (18/06) di hotel Le Polonia. Dalam Penutupan Workshop ini, Hadir Narasumber dari Pusat Inovasi Manajemen Pengembangan Kompetisi ASN Lembaga Administrasi Negara (LAN) , Agustinus Sulistyo Tri Putranto, dan Evi Maya Savira, Kepala BKDPSDM, Muslim S.Sos dan Sejumlah Pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta para Peserta Workshop Inovasi Pelayanan Publik.

Dikatakan Wali Kota Medan dalam sambutan yang dibacakan Asisten Umum, Kegiatan Workshop Inovasi Pelayanan Publik ini merupakan salah satu upaya dalam rangka optimalisasi dan akselerasi pelayanan publik di Kota Medan, apalagi kegiatan ini telah diawali dengan Survey Kepuasan Masyarakat dalam pelayanan publik. Artinya Dengan mengetahui indeks kepuasan para peserta dapat mengetahui tolak ukur kepuasan secara menyeluruh terhadap hasil pelaksanaan pelayanan publik.

"Tentunya dari kepuasan tersebut dapat dilakukan intervensi peningkatan atau penguatan pelayanan di setiap unsur yang lemah melalui inovasi. Untuk itu diharapkan semua OPD saling bersinergi untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kota Medan", kata Asisten Umum. Menurut Renward, Pemerintah Kota Medan terus berupaya dalam meningkatkan pelayanan publik, walaupun belum optimal, akan tetapi kita terus melakukan perbaikan dan harus mampu mengubah paradigma lama dalam melayani masyarakat. Tentunya melalui para peserta yang telah mengikuti workshop selama tiga bulan ini inovasi pelayanan publik akan lahir.

"Saya tekankan kepada seluruh Peserta jadilah agen inovasi pelayanan publik, dimulai dari unit kerja masing-masing. Artinya kita harus mampu memberikan pelayanan optimal sebagaimana tanggung jawab kita, apalagi di era digitalisasi dimana masyarakat dapat mengakses informasi serta memberi umpan balik atas pelayanan kita", jelas Renward. Dijelaskan Renward, dalam workshop ini para peserta telah mengikuti Benchmarking To Best Practise, tentunya banyak mengadopsi ide baru dan cara baru dalam akselerasi pelayanan publik berbasis Inovasi untuk diterapkan di Kota Medan.

"Pemko Medan menunggu Ide - ide kreatif para peserta dan diharapkan kedepannya Pemko Medan menjadi tujuan Benchmark bagi daerah lain dan contoh dalam pelayanan publik yang terbaik di Indonesia", ungkap Renward. Sementara itu, Kepala BKDPSDM, Muslim, S.Sos menjelaskan bahwa penyelenggaraan Workshop Inovasi Pelayanan Publik di lingkungan Pemko Medan ini telah berlangsung selama tiga bulan dari tanggal 18 Maret. Para peserta dari setiap instansi yang berjumlah 29 Orang ini mengikuti pembelajaran dengan metode pembekalan materi diskusi, coaching dan mentoring, studi kasus dan Benchmark.

"Sebelumnya para peserta melakukan survey untuk mengetahui kepuasan masyarakat dalam pelayanan publik. Selanjutnya, Kunjungan Benchmark To Best Practise dilakukan ke Kota Surabaya. Diharapkan kunjungan ini para peserta dapat menerapkan inovasi pelayanan publik di Kota Medan", jelas Muslim.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan