Gubsu dan Wali Kota Salat Id Bersama Ribuan Warga di Lapangan Merdeka

dibaca 84 pembaca

Gubsu dan Wali Kota Salat Id Bersama Ribuan Warga di Lapangan Merdeka

Gubsu H. Edi Rahmayadi dan Wali Kota Medan, Drs. H. T. Dzulmi Eldin, S.M.Si.,M.H menunaikan Salat Idulfitri 1440 H bersama ribuan warga di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (5/6) pagi.

Tampak pula para pemimpin Sumut dan Medan diantara jemaah tersebut, antara lain Wagubsu, H. Musa Rajekshah, Wakil Wali Kota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, Sekda Kota Medan, Ir. H. Wiriya Alrahman, MM, unsur Forkopimda Sumut dan Medan, Ketua TP PKK Sumut, Nawal Lubis Edy Rahmayadi, Ketua TP PKK Medan, Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin, SH, para alim ulama, tokoh masyarakat dan para pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan.

Sejak pagi, masyarakat Medan berbondong-bondong menuju Lapangan Merdeka. Tiba di Lapangan, masyarakat dari berbagai kalangan dan usia itu, langsung menempati saf yang telah disiapkan penyelenggara. Takbir pun dikumandangkan tak putus-putus sampai tiba waktu Salat. Pada hari itu, Gubsu, Wagubsu, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekda dan segenap pejabat Pemko Medan hadir dengan mengenakan teluk belanga, busana khas Melayu.

Bertindak sebagai imam dalam Salat Idul Fitri 1440 H yang digelar Pemko Medan itu adalah Imam H. Mad Kasad Lubis, S.Pd.I yang merupakan qori nasional. Sedangkan khatib adalah Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.A. yang juga Sekretaris MUI Sumut serta akademisi dari UINSU.

Dalam khotbahnya yang berjudul “Silaturrahim Membina Persatuan”, Dr. H. Ardiansyah, Lc., M.A, mengajak jemaah menjadikan Idulfitri sebagai momentum membangun “Medan Rumah Kita” dengan merajut silaturrahim, merawat persatuan dan persaudaraan, menyatupadukan hubungan kasih sayang menuju “Sumut Bermartabat”.

“Marilah dengan hati tulus iklas, dengan dada yang lapang, dan dengan wajah yang bersih, serta dengan tangan terulurkan, kita saling memaafkan. Menghapus karat marah, iri, dan benci dalam diri, semua sirna di hari yang fitri ini,” ungkapnya.

Khatib menyebutkan, keragaman dan perbedaan adalah keniscayaan yang dikehendaki Allah untuk seluruh mahluk, termasuk manusia. Seandainya Allah menghendaki, niscaya dijadikannya satu umat manusia saja.

“Itu semua untuk menguji kamu meyangkut apa yang yang dianugerahkannya kepada kamu. Karena itu, berlomba-lombalah dalam kebajikan,” ajaknya.

Dalam khotbahnya, Ardiansyah juga mengingatkan jemaah tentang negeri Saba, sebagaimana yang dikisahkan dalam Alquran. Negeri yang sebelumnya sejahtera itu akhirnya luluh-lantak diterpa banjir. Allah murka karena penduduk negeri itu durhaka, menganiaya diri sendiri dengan kemusyrikan dan permusuhan.

“Mari kita memetik pelajaran dari peristiwa yang meluluhlantakkan Negeri Saba,” ucapnya seraya menegaskan, silaturrahmi, kesatuan, dan persatuan akan mengantarkan kepada kesejahteraan. “Memutus silaturrahim, perpecahan, dan permusuhan akan membenamkan kita dalam kesengsaraan dan kesulitan,” pungkasnya.

Usai pelaksanaan salat dan khutbah, Wali Kota Medan juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Idulfitri kepada umat muslim di Medan. Dia mengajak masyarakat menjadikan momen Hari Raya Idulfitri 1440 H ini untuk meningkatkan partisipasi dalam menyukseskan program-program pembangunan. Wali Kota juga berharap agar warga Medan terus menjaga kedamaian dengan semangat kebersamaan dan toleransi.


Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan