Wali Kota Medan Hadiri FGD Dengan Tema "Pendidikan karakter dalam konteks keberagaman etnis dan persatuan bangsa untuk generasi mileneal"

dibaca 381 pembaca

Wali Kota Medan Hadiri FGD Dengan Tema "Pendidikan karakter dalam konteks keberagaman etnis dan persatuan bangsa untuk generasi mileneal"

Wali Kota Medan, Drs. H. T Dzulmi Eldin S.M.Si,M.H diwakili Kepala Dinas Kebudayaan, Suherman, SH menghadiri FGD dengan tema "Pendidikan karakter dalam konteks keberagaman etnis dan persatuan bangsa untuk generasi mileneal" di Hotel Grand Kanaya, Kamis (24/1).

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Antar Lembaga Adat (Forkala) Kota Medan dihadiri oleh para pengurus lembaga adat se-kota Medan serta unsur organisasi kepemudaan.

Dalam sambutan Wali Kota Medan yang dibacakan Suherman menyebutkan Kota Medan dihuni lebih dari 22 etnis baik etnis asli dari Sumatera Utara maupun pendatang dari nusantara dan manca negara. Kemajemukan ini menjadi kekayaan yang harus di manfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena hal ini merupakan potensi yang harus dikembangkan. Selain itu, kondisi kota Medan yang aman dan kondusif seperti sekarang ini tidak terlepas dari sumbangsi yang diberikan oleh seluruh elemen di Kota Medan salah satunya ialah Forkala Kota Medan

"Kondisi kota Medan yang aman dan kondusif seperti sekarang ini berkat sumbangsi dan kerjasama yang diberikan oleh seluruh elemen yang bekerjasama baik masyarakat, TNI, Polisi, dan Pemerintah yang menjalankan fungsi dengan baik dan benar."sebut Suherman.

Namun lanjut Suherman, Wali Kota juga menyadari ditengah kondisi aman dan kondusif tersebut, di Kota Medan masih terdapat kecemasan khususnya di kalangan generasi muda atau generasi mileneal yaitu dengan aktifitas di dunia maya.

"Aktifitas dunia maya tersebut ternyata melahirkan beberapa titik lemah dalam pembangunan karakter dan prilakunya sehingga menjauhkan generasi muda dari nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah lama terbentuk."kata Sureman.

Untuk itulah Forkala Kota Medan diharapkan dapat terus mencari serta menggali informasi untuk membuat suatu gebrakan yang membuat generasi muda dapat memahami dan mau mengikuti nilai-nilai budaya lokal tersebut.

"Melalui diskusi ini saya berharap dapat memberikan pemahaman terhadap masyarakat khususnya generasi muda dalam memandang dirinya sebagai alter ego di tengah kemajemukan kota Medan."harap Suherman.

Sebelumnya, Ketua Forkala Kota Medan, Datuq Adil Freddy Haberham mengatakan FGD ini bertujuan untuk membuka alur pemikiran masyarakat khususnya generasi muda bahwa perkembangan teknologi seperti gadget sudah sangat membahayakan generasi muda bahkan membuat generasi muda kecanduan dan menjauh dari nilai-nilai budaya yang ditanamkan oleh orang tua.

"Generasi muda kita bahkan anak SD saat ini sudah tidak bisa lagi kalau tidak memegang gadget, mereka merasa ada yang hilang, jadi kita sebagai orang tua harus mengawasi dan menyortir isi dari gadget anak-anak kita jangan sampai teknologi yang ada tersebut disalah gunakan sehingga menggerus nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang sudah tertanam di anak-anak kita." kata Datuq Adil Freddy Haberham.