PERANAN MARKETING DALAM PECAPAIAN TUJUAN PERUSAHAAN

dibaca 193 pembaca

Setiap perusahaan mempunyai tujuan sesuai dengan target yang diharapkan. Namun, Untuk mencapai suatu tujuan perusahaan, tentunya dibutuhkan peranan Invensi dan Inovasi. Menurut Teguh (2010) Invensi dan Inovasi adalah berhubungan erat dengan strategi perusahaan dan juga tujuan perusahaan. Kegiatan Invensi termasuk ke dalam kegiatan penemuan teknologi, baik melekat pada peralatan dan perlengkapan produksi dan maupun sumber daya manusia. Sebaliknya, Inovasi merupakan langkah perwujudan sesuatu yang sudah ditemukan dan dikembangkan. Jadi tanpa adanya inovasi, kita tidak mungkin dapat menikmati produk-produk yang berkualitas dan tersedia di dalam jumlah yang mencukupi serta beraneka ragam. Dari penentuan tujuan dari perusahaan kita dapat melihat 2 aspek invensi dan inovasi yang saling terkait satu sama lain untuk menciptakan suatu kondisi dimana satu produk yang ada di suatu perusahaan  mempunyai suatu keunikan dan differensiasi yang mempunyai daya saing dengan produk sejenis dan mampu menciptakan market share (pangsa pasar) di suatu market yang dituju. Bagus atau tidaknya produk tentunya perlu diadakan suatu tes kelayakan produk dan juga survey yang mendasar kepada pelanggan sebelum diterjunkan ke pasar. Misalnya: Produk Seluler baru, tentunya harus melihat segi compettitive (daya saing) baik dari tarif, fiture, pulsa ataupun layanan teknologi. Invensi dan Inovasi yang telah dilakukan akan langsung dapat diidentifikasi baik dari sisi teknologi, sisi penghematan tarif dan bagaimana terhadap perkembangan zaman, apakah sudah bisa mengikuti selera pasar. Performance Invensi dan Inovasi tidak akan terlaksana dengan baik, jika pada saat di bauran produk di pasar, Produk tidak dikenal, Komunikasi ke masyarakat tidak ada, Informasi melalui iklan tidak ada, hingga sulitnya mencari produk. Masalah ini sebenarnya sering terjadi di perusahaan dan secara mendasar, inilah suatu permasalahan yang akan menyulit perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan yang dikehendaki.

 

Pemetaan Pasar oleh Marketing

Tipe perusahaan yang kecil maupun besar yang telah mempunyai Invensi dan Inovasi yang bagus, sudah saatnya memikirkan konsep marketing (pemasaran) untuk mempunyai informasi kekuatan dan kelemahan produk yang ada jika berkompetisi dengan produk yang lain. Secara garis besar berdasarkan hasil kajian Telkom Polytechnic, ada 3 halal yang harus dipetakan dalam mendapatkan informasi kekuatan dan kelemahan suatu produk ketika di pasarkan yaitu 1. Pangsa Pasar (Share Of Market) yaitu pangsa pesaing atas pasar sasaran. Hal ini yang akan selalu menjadi dasar pemikiran bagi setiap marketer (Petugas Marketing), mampukan dari Invensi dan Inovasi yang sudah dilakukan dapat menjadi suatu keunggulan dalam mengusai pasar dan berapa persenkah tingkat penguasaan, jika dikonversinya dalam struktur pasar persentasenya Market Leader (Pemimpin Pasar) : 40%, Market Challenger (Penantang Pasar): 30%, Market Follower (Pengikut Pasar): 20%, Market Nicher (Pemula di pasar): 10%. Jika marketer telah menjalankan konsep marketing dengan baik dan sudah melakukan komukasi ke pasar dengan efektif, maka informasi yang dibaca pelanggan meliputi konsep invensi dan inovasi yang diterima dan langsung bisa membentuk persentase di bauran pasar. Ini merupakan tugas yaang memerlukan kedisiplinan, ketelitian dan keuletan dalam membentuk pasar

Informasi bagian 2. Pangsa Ingatan (Share Of Mind) yaitu Persentase pelanggan yang menyebut nama pesaing dalam menanggapi pertanyaan, sebutkan perusahaan pertama di Industri ini yang ada dalam pikiran anda?. Tentunya setiap pelanggan mempunyai pemahaman dan ketertarikan berbeda, misalnya mie instan, minuman mineral, jika ditanya, perusahaan apa yang biasa dikenal pelanggan, tentunya akan memberikan jawaban berbeda dan variatif namun jika dikumulatif maka akan memberi 1 nama yang terkenal dan akan menjadi brand. Tentunya di suatu perusahaan selain ada marketing di lapangan, untuk menyusun jawaban dari hasil survey tim lapangan, akan dikerjakan tim back office marketer yang akan memberikan data secara lengkap dan langsung memberikan saran kepada marketer untuk membuat langkah-langkah yang dapat dijadikan inovasi dan invensi setelah dilakukan persetujuan oleh marketing manager. Perubahan strategi yang dilakukan harus diuji coba dahulu sehingga sebelum diterjukan ke pasar, sudah bisa melihat dampak yang akan timbul serta benefit yang akan didapatkan oleh pelanggan.

Informasi  bagian 3. Pangsa Hati (Share Of Heart) yaitu persentase pelanggan yang menyebut nama pesaing dalam menanggapi pertanyaan, Sebutkan perusahaan yang produknya lebih anda sukai untuk dibeli?. Untuk bagian ini, tentunya tim back office atau bisa disebut sebagi tim kreatif harus mempunyai pengetahuan yang cukup luas dan mengerti bagian psikologis pasar dan konsumen terhadap nama yang akan dibuat untuk menakana produk yang akan dipasarkan sehinga akan menimbulkan kesan mudah, gampang diingat dan mempunyai suatu keunikana dan dari penyebutan dapat disimpulkan bagaimana cerminan produk tersebut jika dikonsumsi atau digunakan dan mampu menciptakan suasana persaingan yang kuat. Dari kesenangan dan kepuasan konsumen akan mencerminkan bagaimana kedepannya konsumen untuk menggunakan produk tersebut dan mengajak keluarga maupun masyarakat lain untuk menggunakan produk dan menjadikan suatu kebanggaan dalam menggunakan produk. Jika sudah mendapatkan hati di pelanggan, tentunya akan memudahkan perusahaan untuk melakukan ekspansi dan terus berproduktif namun tetap harus menjaga performance kualitas pelayanan pelanggan.

 

Marketing dalam konsep diferensiasi produk

Pakar Marketing Indonesia, Hermawan mendefenisikan differensiasi produk adalah offering yang ditawarkan perusahaan kepada pelanggan tidak hanya harus dipersepsi oleh pelanggan sebagai berbeda, namun harus benar-benar berbeda dalam hal konten atau “apa yang perusahaan tawarkan kepada pelanggan (What to Offer), context atau bagaimana cara perusahaan menawarkannya (how to offer) dan infrastructur-nya atau faktor-faktor pemungkin diferensiasi yang dilakukan. Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa dengan adanya diferensiasi poduk, setiap perusahaan akan menerapkan produk apa yang akan ditawarkan dengan konsep keunikan yang ditawarkan sehingga pelanggan akan tertarik untuk membeli. Ketertarikan untuk membeli harus disinergikan dengan bagaimana menawarkan (how to offer). How To offer membutuhkan komunikasi bisnis melalui berbagai sentuhan media promo marketing seperti spanduk, baligho, brosur, media jejaring sosial seperti facebook, twitter, email hingga dalam porsi yang sangat besar melalui televisi. Promosi Marketing di Media jejaring Sosial merupakan sarana marketing promo yang saat ini menjadi sangat berkembang dan bisa menyentuh pelanggan baik dalam maupun luar negeri. Seperti dilansir di website www.bumn.go.id, Menteri BUMN, Dahlan Iskan berpesan kepada direktur BUMN untuk tetap menjadi marketing bagi perusahaannya serta disaat yang sama Hermawan Kerjaya mengatakan keuntungan sebuah perusahaan menggunakan social media untuk marketingnya adalah dapat membuat pelanggannya menjadi seperti teman dalam acara CEO Breakfast Meeting BUMN Marketeers Club, di Jakarta, Kamis (12/4). Dapat dimengerti bahwa posisi top management juga harus mempunyai jiwa pemasaran (marketing) untuk meningkatkan performance dalam perusahaan dan dalam flexibilitasnya marketing dapat membuat pelanggan sebagai teman melalui media jejaring sosial agar dapat menguatkan performance how to offer. Seperti simple yang dilakukan melalui media jejaring sosial, namun melihat banyaknya pengguna di media jejaring sosial, sentuhan promo yang kuat akan menjadi suatu titik tolak image yang akan ditawarkan dalam suatu produk oleh perusahaan.

Jika kita berbicara mengenai infrastruktur suatu bisnis, perlu menjadi pemikiran oleh seorang pelaku industri dalam memberi pelayanan terbaik serta menjaga performance produk agar tetap dipercaya oleh pelanggan. Misalnya, jika ada bisnis kartu seluler, dari sisi infrastruktur, pelaku industri sudah selayaknya berfikir mengenai inrastruktur, pelayanan bila terjadi kerusakan terhadap kartu seluler tersebut serta penyediaan isi pulsa (reload) di segala counter, yang memudahkan pelanggan untuk menggunakan jasa layanan hingga adanya komunikasi yang rutin terhadap pelanggan dengan promo-promo terbaru yang menguntungkan dan meningkatkan akses layanan komunikasi

 

Marketing sebagai sarana brand produk dan nilai

Secara sederhana untuk menguatkan brand suatu produk, setiap marketing akan melakukan untuk meningkatkan brand. Umumnya brand suatu produk akan semakin kuat untuk menciptakan brand image (Pencitraan merek), apa bila marketer melakukan promosi secara rutin dan terstruktur serta melakukan evaluasi yang sudah dilakukan. Image yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan suatu produk, saat ini berkembang istilah War Of Mouth atau ada yang menyebut woro-woro, atau ngobrol-ngobrol tentang kualitas suatu produk dimana berupaya meningatkan pemahaman suatu produk mengenai keunggulan, inovasi, invensi serta melaukan pembuktian secara langsung untuk meningkatkan kepercayaan terhadap produk jika satu orang merasa puas dengan konsep marekting suatu perusahaan dan mendapatkan nilai yang sangat bagus, tentunya pelanggan tersebut akan bercerita ke semua reasi, teman ataupun mitra bisnis tentang nilai yang bisa diambil dari produk tersebut. Nilai yang yang ada akan menjadi sarana marketing terbaik. Berbicara nilai, Rhenald Kasali dalam buku beliau berjudul Cracking Value mengatakan value atau tata nilai yang dianut suatu bangsa mencerminkan apa yang dipercaya bangsa itu. Kesemuanya itu berproses dari apa yang yang dipegang oleh para pemimpin, sebab para pemimpinlah  yang memiliki kekuatan menjadi penggerak, menjadi role model. Namun demikian, sebagai bawahan manusia memiliki pikiran, perasaan dan mampu mneguasai respon tindakannya, anda memang tidak bisa mengubah lampu traffic yang mendadak berubah menjadi “merah”, namun anda bisa mengendalikan repons anda; berhenti atau meningkatkan laju kendaraan. Dengan demikian dengan memberikan nilai yang anda merupakan tujuan yang utama yang menjadi dasar pemikiran seorang pimpinan untuk menggerakan konsep marketing yang akan dimplementasi di lapangan oleh marketer sehingga nilai yang ditawarkan akan menjadi bermanfaat sebagai kebutuhan yang mendasar oleh pelanggan dan meningkatkan Brand Awareness (Kesadaran Merek) terhadap produk suatu perusahaan.

 

Marketing dalam konteks Profesionalisme dan Entrepreneur sebagai tujuan perusahaan

Pemasaran (Marketing) merupakan suatu profesi yang merupakan tulang punggung suatu perusahaan untuk menyebarkan informasi dan keunggulan perusahaan. Jika diambil rating secara jenjang profesional, banyak pelamar yang mencari kerja sangat enggan untuk mendaftar sebagai marketer selalu dikaitkan dengan target dan komunikasi promo yang rutin, padahal dari marketinglah yang dapat menjadi solusi untuk mempermudah dalam peningkatan jenjang karir. Menjadi seorang marketer yang proffesional yang sukses, haruslah menyebarkan nilai secara rutin ke pelanggan sehingga dapat menjadi suatu brand image dan brand awareness dan diakhirnya akan meningkatkan perolahan target. Planing yang jelas, keuletan serta disiplin yang bagus merupakan syarat utama yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana marketing yang bagus sedangkan Entrepeneur yang melakukan usaha secara mandiri, juga bisa memikirkan bagaimana konsep marketing yang bagus agar membawa pelanggan untuk datang ke usaha yang digeluti. Marketing sangat penting dilakukan dalam sudut pandang proffesionalisme maupun Entrepreneur sebagai dasar untuk meningkatkan tujuan perusahaan. Ini merupakan bagian yang sangat penting menjadi landasan pemikiran.