Minggu, 2010-02-07 12:20:34
Wib
SEKOLAH HARUS MAMPU MEWUJUDKAN SISWA MANDIRI
Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan, Mutsyuhito Solin, mengatakan, sekolah dituntut harus mampu membimbing, dan mewujudkan siswa menjadi mandiri terutama dalam hal kemandirian menjawab soal-soal Ujian Nasional (UN), dan begitu juga setelah tamat.
“Standar kelulusan UN bukan semata-mata faktor untuk meningkatkan taraf dan mutu pendidikan. Namun, banyak faktor lain yang mempengaruhi seperti kemandirian siswa dalam meningkatkan kemampuannya. Artinya sekolah harus mampu membuat siswa mandiri dan akhirnya akan tercapai lulusan yang bermutu,” katanya, tadi pagi.
Menurutnya, jika bukan hanya standar kelulusan yang dijadikan patokan peningkatan mutu pendidikan, membuat siswa kurang dapat mandiri. Dicontohkan, banyak lulusan, jika dia dari keluarga ekonomi lemah, tak dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi, walaupun nilainya bagus atau diatas rata-rata.
Namun banyak juga diantara mereka yang tidak memiliki kemandirian atau keahlian yang harusnya ia miliki setelah tamat dengan mendapatkan pengetahuan dari sekolah.
"Akibat tidak memiliki kemandirian tersebut, akhirnya mereka harus menganggur. Mau kuliah tidak punya dana. Bukan hal yang seperti itu yang kita harapkan," katanya.
Kalau sudah menganggur, katanya, mereka tentunya tidak akan bisa meningkatkan taraf hidup mereka. Padahal salah satu tujuan pendidikan tersebut adalah dapat meningkatkan taraf hidup satu individu, jika tak bisa berarti pendidikan itu tak berhasil.
Untuk itu, yang harusnya dibutuhkan adalah menjadikan pelaku pendidikan bisa memanfaatkan pendidikan yang dimilikinya untuk meningkatkan taraf hidupnya.
"Jadi dengan memberikan pembelajaran yang mandiri kepada siswa, akan menjadi bekal mereka dikemudian hari. Mereka bisa mengakses apa saja yang mereka butuhkan, tentunya juga harus dipandu pembimbing yang juga bisa mengarahkan dengan baik," katanya.
|