Sabtu, 2010-02-06 10:38:13
Wib
BUKU KASAT LANTAS AKAN DIJADIKAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN SUMUT DAN AKAN DIMASUKKAN KURIKULUM SEKOLAH
Buku tulisan Kasat Lantas Poltabes Medan Sekitarnya (MS) Kompol Sabilul Alif berjudul ‘Kami Tetap Selalu Menjadi Sahabat’ dalam waktu dekat ini akan dikirim ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
“Selain itu buku tentang lalu lintas ini akan menjadi koleksi perpustakaan di se-Sumatera Utara,” ujar Kepala Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Sumut Drs. Syaiful Safri, MM dalam sambutaannya saat peluncuran buku ‘Kami Tetap Selalu Menjadi Sahabat’ Program dan Inovasi 2,5 tahun tulisan Kompol M Sabilul selama menjabat Kasat Lantas Poltabes Medan di kantor Perpustakaan Daerah Provinsi Sumut, Jumat (5/2) pagi.
Hadir dalam acara tersebut Pj Walikota Medan Drs. Rahudman Harahap, Kapoltabes Medan Sekitarnya (MS) Kombes Pol Drs. Imam Margono, Kepala Biro Pemberdayaan Wanita Provsu, pemuka agama, akademisi, para kepala sekolah SMAN, pelajar dan undangan lainnya.
Menurut Saiful Safri, buku karangan Kompol Sabilul Alif ini dapat juga dijadikan muatan lokal dalam kurikulum sekolah. Sedangkan Kapoltabes Medan Kombes Pol Drs. Imam Margono mengucapkan terima kasih dan sangat senang dengan peluncuran buku ‘Kami Tetap Selalu Menjadi Sahabat’ karangan Kompol M Sabilul Alif.
Langkah ini merupakan satu inisiatif yang berharga dan patut diteladani sebagai acuan pelaksananaan tugas Polri. Melalui buku ini lanjutnya, masyarakat juga bisa mengetahui program-program Sat Lantas yang telah berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Pelik
Kombes Pol Imam Margono juga memaparkan, keberadaan lalu lintas di Kota Medan sangat pelik dan ini sering didiskusikan bersama jajarannya karena tertibnya lalulintas mencerminkan masyarakatnya.
Kapoltabes MS juga menjelaskan, warga Medan kalau dipersimpangan tidak ada polisi pasti diterobos. “Tidak cukup hanya lampu merah, jadi harus ada polisi baru mau tertib lalu lintas. Padahal sebenarnya keberadaan trafficleght di persimpangan sebenarnya pengganti polisi,” jelasnya. Jadi lanjutnya, harapan kita perlu dukungan semua pihak untuk ikut atau terlibat dalam penertiban lalu lintas, sehingga lalu lintas di Kota Medan jadi lebih baik.
Sedangkan Kasat Lantas Kompol M Sabilul Alif mengutarakan, dewasa ini Kota Medan perlu dilakukan perbaikan infrastruktur lalulintas yang saat ini keberadaannya tidak sebanding dengan jumlah pertumbuhan kendaraan di jalan raya untuk mengatasi kemacatan lalulintas.
“Sudah lama tidak dilakukan perbaikan dan penambahan ruas jalan khususnya di jalan protokol di inti Kota Medan sehingga menyebabkan kemacatan akibat pertumbuhan kendaraan di Kota Medan tidak sebanding dengan luas ruas jalan,” jelas Kompol M Sabilul Alif yang akan bertugas sebagai Wakapolres Asahan. Bahkan Kompol Sabilul juga menceritakan selama 2,5 tahun bertugas menjadi Kasat Lantas sudah mengetahui karakteristik warga Medan dalam berlalulintas.
Bangga
“Di mana, salah satu karakteristik negatif warga Medan, merasa bangga kalau melanggar lalulintas apalagi tidak ditangkap petugas,” jelas Kompol M Sabilul sembari mengutarakan karenanya perlu dilakukan perubahan karakteristik melalui pengenalan lalulintas sejak dini kepada siswa khususnya TK hingga mahasiswa. Program ini juga dituliskan dalam buku karangan Kompol M Sabilul “Kami Tetap Selalu Menjadi Sahabat”.
Di tempat serupa Pj Walikota Medan Rahudman Harahap dalam sambutannya mengutarakan apresiasi positifnya atas keberadaan buku Program dan Inovasi 2,5 Tahun Kasat Lantas Kompol M Sabilul Alif.
Buku ini sangat bermanfaat bagi warga Kota Medan khususnya para pelajar dalam penerapan berlalulintas yang baik di kota ini. “Ke depannya, lalulintas di Kota Medan harus terus menerus berubah menjadi yang lebih baik lagi,” jelas Rahudman.
|