Jum'at, 2009-11-20 19:16:27
Wib
JELANG AKHIR TAHUN PENGGUNAAN GEDUNG DI HOTEL DI MEDAN NAIK 15%
Padatnya agenda menjelang akhir tahun 2009, hotel-hotel di Kota Medan pun kebanjiran order. Bahkan persentase kenaikan sewa gedung/ruang pertemuan yang ada di hotel tersebut mencapai 15% dibanding bulan-bulan sebelumnya.
“Ruang pertemuan itu bukan hanya disewa oleh kalangan pemerintah saja tapi ada juga untuk resepsi pernikahan dan sebagainya,” kata Manager Humas Hotel JW Mariott , Susilaning Handajani Rahayu, Rabu (18/11).
Apalagi, lanjutnya, saat menyambut akhir tahun nanti bukan hanya sewa gedung pertemuan saja yang meningkat tapi juga tingkat hunian atau okupansi hotel juga naik. “Malah kenaikannya bisa melebihi dari persentase itu (15%-red),” katanya.
Ia mengatakan, padatnya pemakaian gedung pertemuan sudah terjadi sejak sebulan ini. Dan, kondisi ini akan semakin bertambah di penghujung tahun nanti. “Mendekati akhir tahun permintaan tinggi,tapi kami tidak menaikkan sewa. Artinya, harga sewa gedung pertemuan tetap,” jelasnya.
Tingginya pengguna gedung hotel juga dirasakan oleh pihak Hotel Garuda Plaza. Seperti yang diutarakan Manager Humas Hotel Garuda Plaza Afwandi. Menurutnya, intensitas penyewaan gedung untuk pertemuan dan acara juga semakin rutin. Dalam seminggu, rutinitas penyewaan gedung penuh.
Ketua Persatuan Hotel dan Rumah Makan Indonesia (PHRI) Sumut, Layari Sinukaban membenarkan hal itu. Menurutnya fungsi hotel di Medan memang seperti itu. “Hotel di Medan lebih cenderung sebagai tempat penyelenggara atau pertemuan suatu acara. Beda dengan hotel di daerah yang memang khusus untuk menginap para pelancong wisata,” jelasnya.
Di Medan lanjutnya, banyak pebisnis serta instansi yang menggunakan fasilitas hotel. Untuk akhir tahun nanti, ada peningkatakan tapi untuk penyewaan gedung. Soalnya banyak acara, sedangkan untuk okupansi sepertinya hotel di Medan biasa saja.
|