Jum'at, 2009-11-20 13:46:54
Wib
WISMAN BERI PERHATIAN PADA MUSEUM PERJUANGAN
Sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Museum Perjuangan TNI Medan memberikan perhatian terhadap benda-benda sejarah perjuangan, terutama bagi mereka yang masih memiliki hubungan sejarah dengan Indonesia.
Kepala Museum Perjuangan TNI Medan, Kapten CAJ Rustam, pagi ini mengatakan, banyak wisman menyempatkan waktu ke Museum Perjuangan TNI Medan selama berkunjung ke Sumut untuk melihat berbagai benda koleksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
“Tercatat sejak Januari hingga November 2009 wisman yang berkunjung ke Museum Perjuangan Medan sekitar 30 orang,” katanya.
Walau jumlah ini terbilang kecil tetapi cukup membanggakan bagi pengelola museum, karena para wisman berasal dari Belanda, Inggris, Prancis, Jerman kemudian Australia serta sejumlah negara di Asia seperti China dan Jepang.
Jumlah pengunjung yang datang ke Museum Perjuangan TNI Medan (Januari-November) 1.036 orang, sedangkan wisman hanya sekitar 10% dari seluruh pengunjung. Dari para pengunjung tersebut di antaranya sekitar 70% adalah pelajar dan mahasiswa serta 20 persen masyarakat umum lokal.
Museum Perjuangan TNI menyimpan sekitar 555 koleksi benda peninggalan sejarah peperangan seperti mortir, senjata api, alat-alat komunikasi, pakaian, uang, surat kabar dan arsip masa perjuangan revolusi fisik tahun 1945-1948.
“Tidak semua koleksi yang dimiliki itu dipamerkan, karena keterbatasan tempat pameran, sehingga hanya sekitar 30% dari total koleksi yang dipamerkan,” sebutnya.
Kedatangan wisman ke museum ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi pengelola museum karena besarnya perhatian orang asing terhadap perkembangan sejarah di daerah ini.
Untuk itu, pihaknya terus berupaya meningkatkan kerja sama dan hubungan baik dengan semua pihak yang terkait dengan pariwisata. Sebab, kerja sama menjadi kunci dari kesukseskan mendatangkan jumlah wisman.
|