Jum'at, 2009-11-20 13:41:38
Wib
3000 GURU IKUTI PLPG GELOMBANG KEDUA
Sekretaris LPTK Induk Universitas Negeri Medan (Unimed), Selamat Triono, mengatakan, PLPG 2009 gelombang kedua yang akan dilaksanakan pada November 2009 ini akan diikuti sekitar 3000-an guru.
“Kita sudah cukup siap dalam pelaksanaan PLPG. Kontraknya sudah siap, namun, kendalanya juga memang pada dana yang belum turun dari pusat,”
Dikatakan, pihaknya tetap bekerja sesuai kontrak, jika nanti memang sertifikasi tidak berlanjut, maka pihaknya juga tidak bisa melaksanakan program tersebut, dikarenakan tanpa dana yang cukup.
Diakui, pihaknya menyayangkan adanya ketidaksamaan pandangan antara pihak eksekutif dan legislatif dalam masalah pendanaan program sertifikasi guru pada 2010 mendatang. Pasalnya, bila keadaan tersebut terus berlanjut maka besar kemungkinan program tersebut berhenti ditengah jalan.
"Rencana yang telah disusun pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) tentang sertifikasi ini akan rampung pada 2015 mendatang, namun bila program ini berhenti di tengah jalan, bagaimana lagi nasib mutu pendidikan kita di Indonesia ini," ucapnya.
Diterangkan, dalam meningkatkan efesiensi dan efektifitas penyelengaraan sertifikasi guru 2009, pemerintah menunjuk tiga perguruan tinggi (PT) untuk menjadi LPTK Induk yang bertanggungjawab menyelengarakan sertifikasi guru dalam jabatan.
Adapun LPTK Induk tersebut yakni, Universitas Negeri Medan (Unimed), Universitas HKBP Nomensen (UHN), dan Universitas Muslim Nusantara (UMN). Dengan adanya 3 LPTK Induk tersebut diharapkan proses sertifikasi lebih cepat. Baik untuk pelaksanaan portofolio, maupun PLPG.
Untuk Unimed, yang menjadi LPTK mitra adalah Perguruan Tinggi swasta Riama, yang akan menyertifikasi 5.493 guru yang berada di 17 kabupaten/kota, yaitu Langkat, Serdang Bedagai, Batu Bara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara.
Ditambah lagi Deli Serdang, Simalungun, Asahan, Toba Samosir, Labuhan Batu, Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu Selatan, Pematang Siantar, Tanjung Balai, Binjai, Tebing Tinggi dan Medan.
UMN dengan LPTK mitra Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), akan mensertifikasi 1.204 guru di 8 kabupaten/kota yaitu di Karo, Dairi, Samosir, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Sibolga.
Sedangkan UHN dengan LPTK mitranya Universitas Simalungun (USI), akan mensertifikasi sebanyak 780 guru di 8 kabupaten/kota yaitu di Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Mandailing Natal, Padang Sidempuan, Gunung Sitoli, Tapanuli Selatan.
|