Program Strategis

dibaca 10619 pembaca

Prioritas Pembangunan Kota Tahun 2006 - 2010 


Dalam RPJMD tahun 2006 - 2010 ditetapkan bahwa untuk melaksanakan empat agenda pembangunan kota sebagaimana yang telah dirumuskan, dicantumkan 24 agenda prioritas pembangunan tahun 2006 - 2010. Sesuai dengan ketersediaan sumber daya yang terbatas dan kondisi umum yang dihadapi, maka tidak semua prioritas tersebut menjadi prioritas tahunan dalam rencana pembangunan tahunan atau RKPD. Untuk itu, yang menjadi prioritas pembangunan kota pada tahun 2006 sebagaimana telah ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Medan tahun 2006 serta arah kebijakan umum dan strategi dan prioritas pembangunan kota tahun 2006 – 2010 adalah prioritas yang terfokus pada upaya penyelesaian yang mendesak dan menuntut sesegera mungkin untuk dilaksanakan, di samping berdampak luas bagi kemajuan dan peningkatan kemakmuran masyarakat.

 

Permasalahan paling mendasar dalam penyusunan dan penetapan prioritas daerah tahun 2006 adalah masih terbatasnya sumber – sumber pendapatan daerah, baik yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, maupun Pendapatan Lain – Lain Yang Sah. Permasalahan lainnya adalah semakin besarnya kebutuhan pembiayaan pembangunan kota yang diperlukan dalam rangka pembangunan dan pemeliharaan prasarana dan sarana sosial ekonomi kota. Permasalahan penyusunan prioritas daerah juga muncul seiring dengan berkembangnya investasi dalam beberapa tahun terakhir di berbagai sektor ekonomi kota, sebab selain memberikan dampak positip bagi penambahan lapangan kerja baru dan peningkatan produksi daerah juga memunculkan tambahan kebutuhan ketersediaan berbagai infrastruktur penunjang, untuk kegiatan investasi dan ekonomi yang ada. Pemenuhan kebutuhan prasarana dan sarana penunjang sosial ekonomi tersebut kenyataannya membutuhkan pembiayaan yang relatif besar, sehingga belum proporsional dengan sumber – sumber pendapatan daerah yang tersedia.

Di samping itu, sebagai Ibu Kota Propinsi Sumatera Utara dan yang mengemban fungsi pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus barometer bagi kemajuan pembangunan Propinsi Sumatera Utara, Kota Medan juga memerlukan sumber sumber pembiayaan yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya di Propinsi Sumatera Utara. Permasalahan lain yang cukup menonjol adalah di bidang pembangunan sosial. Hal ini disebabkan Kota Medan memiliki jumlah penduduk yang besar dengan mobilitas sosial yang luas sehingga sering memunculkan masalah – masalah sosial kemasyarakatan yang kompleks. Dari sisi anggaran, masalah – masalah pembangunan tersebut di atas telah menyebabkan semakin signifikannya kebutuhan alokasi belanja yang bersifat bantuan sosial dan keuangan.

 

Berdasarkan masalah-masalah tersebut, prioritas daerah juga diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan tugas, fungsi, dan kewenangan pokok pemerintahan daerah secara optimal dalam rangka memperkuat implementasi otonomi daerah. Selanjutnya, berdasarkan keterbatasan dana yang dapat dibelanjakan, maka belanja daerah juga diprioritaskan kepada optimalisasi pelaksanaan fungsi dan tugas pokok seluruh perangkat daerah, dengan fokus kebijakan dan program pembangunan kota yang memiliki efek ganda guna menjaga keserasian, keselarasan dan kesinambungan antara kegiatan pemerintahan umum dengan pelayanan publik. Prioritas daerah juga memperhatikan keterpaduan antara pengeluaran untuk belanja aparatur dengan belanja publik sehingga benar - benar dapat dimaksimalkan penggunaannya.

Sejalan dengan isu – isu stratejik, dan permasalahan pembangunan kota serta proyeksi keadaan yang diharapkan dapat diwujudkan selama tahun 2006, maka prioritas daerah secara keseluruhan diarahkan kepada 6 (enam) agenda prioritas pembangunan kota antara lain : 
1) Percepatan pembangunan wilayah lingkar luar
2) Penanggulangan kemiskinan 
3) Pembangunan, pengembangan dan peningkatan kualitas infrastruktur kota khususnya di sektor ke PU an
4) Pembangunan pendidikan dan kesehatan
5) Pengembangan usaha kecil menengah dan koperasi, sebagai pelaku usaha terbesar dalam perekonomian kota
6) Penataan kota sebagai daya tarik berinvestasi sekaligus upaya mempertahankan dan meningkatkan keamanan, kenyamanan dan keindahan lingkungan kota.

Melalui prioritas daerah yang ditetapkan, diperkirakan pembangunan kota selama tahun 2006 akan tetap mampu menstimulan perekonomian kota sehingga menciptakan kesempatan kerja baru yang lebih luas berdasarkan efek ganda implementasi program pembangunan kota yang dilaksanakan. Sesuai dengan sistem, prosedur dan tata cara penyusunan anggaran, maka pengelompokan prioritas daerah juga didasarkan kepada urusan pemerintahan daerah otonom yang diselenggarakan Pemerintah Kota Medan. Oleh sebab itu, prioritas daerah yang selanjutnya dideskripsikan ke dalam anggaran belanja daerah juga dapat diklasifikasikan berdasarkan urusan pemerintahan daerah yang dikelola, yaitu : 

Urusan Wajib:
1) Pendidikan
2) Kesehatan
3) Pekerjaan Umum
4) Perumahan
5) Penataan Ruang
6) Perencanaan Pembangunan
7) Perhubungan
8) Lingkungan Hidup
9) Kependudukan dan Catatan Sipil
10) Pemberdayaan Perempuan
11) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
12) Sosial
13) Tenaga Kerja
14) Koperasi dan Usaha Kecil Menengah
15) Penanaman Modal
16) Kebudayaan
17) Pemuda dan Olah Raga
18) Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri
19) Pemerintahan Umum
20) Kepegawaian
21) Pemberdayaan Masyarakat
22) Kearsipan
23) Komunikasi dan Informatika

Urusan Pilihan:
1) Pertanian
2) Kelautan dan Perikanan
3) Perindustrian dan Pedagangan