DESRUPTIVE INNOVATION, PERILAKU BARU MASYARAKAT

dibaca 80 pembaca

Maraknya bisnis berbasis online di tengah-tengah masyarakat saat ini merupakan bentuk perkembangan penemuan atau inovasi pelayanan yang mengandalkan teknologi informasi dan penggunaannya. Seperti halnya bisnis transportasi online, penjualan tiket online, pemesanan penginapan online, hingga pemesanan makanan secara online juga. Pelayanan berbasis online ini sudah mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Sehingga sulit bagi masyarakat, terutama di perkotaan, untuk tidak menggunakan aplikasi bisnis online.

 Inovasi jenis ini merupakan bentuk desruptive innovation, yang sudah dikenalkan pada  tahun 1995 dalam Harvard Business Review (Bower & Christensen, 1995) dan dipublikasikan dalam buku The Innovator’s Dilemma dua tahun  kemudian (Christensen, 1997). Dalam buku ini disebutan bahwa produk yang berasal dari desruptive technology adalah produk dengan kondisi harga yang lebih murah, lebih sederhana, berukuran lebih kecil, dan nyaman digunakan.

Pada awal tahun 2000-an, kita dikejutkan dengan adanya layanan penjualan tiket secara online oleh maskapai AirAsia dengan menggunakan website. Ternyata, cara ini lebih menguntungkan karena mampu memangkas biaya operasional penjualan dan mampu meningkatkan ketersediaan kursi dengan harga tiket yang relatif murah. Kemandirian penumpang untuk membeli sendiri, melakukan check-in, dan mencetak boarding pass sendiri terbukti dapat mengurangi biaya untuk tenaga kerja.

Hingga saat ini, kebutuhan masyarakat terhadap kemudahan akses layanan terhadap bisnis online tidak hanya berlaku pada pemesanan tiket. Jasa transportasi online seperti Gojek, Grab, atau Uber, atau penjualan online seperti Shopee, Bukalapak, Lazada, dan lain sebagainya telah memberi warna dalam produk teknologi yang baharu.

Kemudahan yang ditawarkan oleh produk-produk ini direalisasikan dalam bentuk layanan yang dibutuhkan konsumen sehari-hari. Dalam bisnis transportasi online, tidak hanya memberikan jasa mengantarkan penumpang dan barang namun juga memberikan jasa untuk pembelian makanan atau kebutuhan lainnya. Jasa layanan seperti ini tidak hanya memudahkan dan mengefisiensikan waktu pengguna jasa, juga mampu menyediakan lapangan pekerjaan.

Dengan demikian, desruptive innovation dan desruptive technology menjadi perilaku masyarakat saat ini, terutama bagi masyarakat perkotaan dan sekitarnya. Penggunaan teknologi menjadi budaya dan kebiasaan masyarakat mengarahkan kita untuk mampu dan membiasakan diri terhadap teknologi  yang selalu menemukan inovasi terbarunya.