UCAPAN DAN UNGKAPAN AJAIB YANG MAMPU MEMBENTUK KARAKTER ANAK

dibaca 115 pembaca

Parents, anak-anak, terutama yang termasuk kategori anak usia bawah lima tahun, memiliki karakter kompleks yang saling membangun satu sama lain sepanjang perjalanan usianya. Dimulai dari sikap merespons objek dan pola laku orang-orang di lingkungannya pada usia 0-1 tahun, munculnya rasa ingin tahu pada usia 1-2 tahun, tiba-tiba mampu menunjukkan ego kekanak-kanakannya pada usia 2-3 tahun, hingga timbulnya kematangan jiwa sosialnya dengan berbagi, bekerjasama, dan bersosialisasi pada usia 3-5 tahun.

 

Dimasa-masa pembelajaran ini, parents harus mendidik sikap anak-anak melalui ucapan dan kata-kata yang sehari-hari didengar oleh mereka. Ucapan dan kata-kata yang mampu membentuk karakter positif anak, membentuk cara pandang dan cara pikir anak hingga menjadi dewasa nanti. Ini dikarenakan karakter yang dibentuk dari kecil mampu membentuk sikap hidup sepanjang usianya.

 

Nah, untuk mengetahui apa saja ucapan dan kata-kata pembentuk karakter positif yang dimaksud di atas, dapat kita lihat di bawah ini:

 

1. Salam

Mengucapkan salam ternyata mendidik anak untuk menghormati, membina silaturahmi, dan kerjasama dengan orang lain. Dalam mengucapkan salam dan bahkan bersalaman dengan orang lain, baik bersalaman dengan yang seusia dan yang lebih tua, terdapat unsur penghormatan karena ucapan salam memaknai kesetaraan dan mengajarkan kerendah-hatian kepada anak. Parents dapat melakukan ini pada saat bertemu dengan anak setelah seharian berada di luar rumah, saat akan berangkat kerja atau bepergian, dan saat menyapa anak setelah bangun tidur.

 

2. Tolong

Parents, membiasakan anak untuk menggunakan kata “tolong” tiap kali meminta bantuan kepada orang lain akan menumbuhkan karakter rendah hati dan mengajarkan tentang kebutuhan manusia terhadap manusia lain. Dengan pembiasaan ini diharapkan anak tidak menjadi manusia yang sombong dan merasa lebih baik dari orang lain.

 

3. Terimakasih

Ucapan “terima kasih” mampu menciptakan sikap positif berupa kemampuan anak untuk mengapresiasi pertolongan yang diberikan orang lain kepadanya. Membiasakan ucapan ini akan menumbuhkan kebesaran jiwa dan sikap menghargai kepada orang lain. Parents juga diharapkan memberikan apresiasi kepada anak dengan mengucapkan terima kasih setelah mendapat pertolongan dari anak, sebagai contoh konkrit dari pengajaran ini.

 

4. Maaf

Meminta maaf kepada orang lain diharapkan menumbuhkan kasih sayang dan sikap empati anak kepada orang lain. Parents dapat mengajarkan anak untuk meminta maaf meski pun mereka tidak melakukan kesalahan. Contoh pada saat anak berkelahi dengan temannya, meskipun anak bukan penyebab perkelahian tersebut, parents perlu untuk menganjurkan meminta maaf kepada temannya dan mengingatkan anak untuk memaafkan temannya juga. Parents juga perlu, ya, untuk memberikan gambaran dan penjelasan tentang makna meminta maaf dan memaafkan orang lain.

 

5. Ok!

“Ok!”, “Iya”, “Siap”. Kata yang menjadi respon positif dari perintah atau nasehat parents kepada anak. Kata-kata ini akan membentuk karakter peduli, menghargai, dan tanggung jawab dirinya. Kadang, saat parents meminta anak untuk melakukan sesuatu, anak hanya mengangguk atau diam saja. Sikap tersebut menjadi indikasi ketidak-pedulian anak terhadap lingkungan sekitarnya.

 

6. Bisa

Parents, kita perlu untuk membangun sisi optimistik anak untuk membangun kepercayaan dirinya dan membangun keyakinannya untuk menggali potensi diri yang dimiliki dengan ungkapan “bisa”. Meyakinkan anak bahwa mereka bisa untuk mengatasi masalah atau halangan yang dihadapi akan mendidik anak untuk berpikir secara terstruktur dan tepat sasaran.

 

7. Izin

Satu hal lain yang perlu parents ajarkan kepada anak adalah meminta izin untuk banyak situasi. Jika menginginkan sesuatu, anak dapat mengekspresikan keinginannya dengan meminta izin terlebih dahulu. Ini dilakukan agar anak memiliki karakter tertib dan mengerti tentang bagaimana haknya terhadap sesuatu. Diharapkan ke depannya anak mampu bagaimana bersikap terhadap milik orang lain dan bagaimana upaya untuk mendapatkan keinginannya dengan beretika.

 

8. Kata spontan

Parents, terkadang suka kaget terhadap sesuatu yang mengejutkan. Tapi hati-hati dalam berekspresi spontan, ya. Anak-anak pada usia balita mudah meniru pola laku orang tuanya. Biasakanlah untuk merespon segala sesuatu dengan kata atau kalimat yang mengandung unsur positif bahkan menambah kekuatan iman kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya pada saat kaget, secara spontan mengucapkan, “Alhamdulillah”, “Subhanallah”, “Tuhan Maha Penyayang”, dan lain sebagainya yang membangun sikapnya terhadap pencipta. Bukan kata atau ungkapan, “Gila!”, “Bego!”.

 

Nah, ucapan-ucapan dan ungkapan-ungkapan yang menjadi bahan mendidik untuk anak sudah dipaparkan di atas. Semoga bermanfaat.