INI DIA, CARA MENGHILANGKAN BEKAS LUKA OPERASI CESAR

dibaca 166 pembaca

Operasi Cesar bagi ibu melahirkan biasanya akan direkomendasikan oleh dokter jika upaya melahirkan secara normal memiliki resiko yang besar. Seperti yang dilansir dari www.alodokter.com, biasanya operasi ini direncanakan jika ibu hamil memiliki salah satu atau beberapa hal berikut ini:

 

  • Ukuran bayi terlalu besar namun panggul Ibu kecil.
  • Posisi kepala janin tidak berada di bawah atau sungsang.
  • Penurunan suplai darah ke plasenta sebelum kelahiran. Hal ini dapat menyebabkan bayi lahir dengan tubuh kecil.
  • Ibu memiliki penyakit jantung atau kondisi medis lain seperti preeklampsia berat yang berisiko memburuk akibat tekanan saat melahirkan. Definisi preeklamsia adalah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tanda-tanda kerusakan organ, misalnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine (proteinuria).
  • Plasenta previa atau kondisi ketika sebagian atau seluruh plasenta menutupi mulut rahim. Apabila tetap berada di bagian bawah rahim atau di dekat serviks, plasenta dapat menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir sang bayi.
  • Bayi menderita kelainan, misalnya spina bifida, atau cacat lahir yang ditandai dengan terbentuknya celah atau defek pada tulang belakang dan sumsum tulang belakang bayi.
  • Ibu terinfeksi virus HIV.
  • Luka terbuka yang disebabkan infeksi herpes genital yang aktif.
  • Terdapat lebih dari satu janin dan kondisi kehamilan yang kompleks, misalnya posisi janin yang kurang ideal atau kembar siam.

 

Sebenarnya Ibu tidak perlu menganggap operasi caesar ini sesuatu yang mengerikan karena ini jenis operasi yang biasa dilakukan meski termasuk dalam kategori operasi besar. Namun yang membuat pusing para ibu adalah rasa sakit dan bekas luka pasca operasi. Perawatan luka ini sangat penting dan bila mengalami keloid maka harus lebih diperhatikan.

 

Perawatan luka setelah operasi caesar dibutuhkan untuk mengurangi munculnya bekas luka. Biasanya bekas luka akan pulih dalam waktu seminggu setelah operasi, namun butuh waktu minimal sebulan agar lukanya benar-benar sembuh. Untuk menyembuhkan bekas luka secara optimal, seperti dilansir dari www.mamibuy.co.id, para ibu dapat melakukan hal-hal berikut di bawah ini, antara lain:

 

  1. Menjaga luka tetap bersih dan kering untuk menghindari infeksi pada luka. Jika tidak sengaja terkena air, segera keringkan dan oleskan yodium. Jangan biarkan luka terkena air dalam satu minggu setelah meninggalkan rumah sakit.
  2. Setelah seminggu, plaster penutup yang ditempelkan pada luka sudah dapat dicopot. Tetapi jika ada kemerahan, bengkak, panas, atau keluarnya nanah dari luka, secepatnya menemui medis sesegera mungkin untuk membersihkan dan mengobati luka.
  3. Setelah mengupas plaster, luka sudah dapat dikeringkan. Plaster juga dapat mengganti dengan plaster 3M untuk menghindari kontak dengan air atau bakteri dan menggantinya setiap 3-4 hari sekali.
  4. Memijat secara perlahan di sekitar luka dapat dilakukan untuk membantu masa pemulihan.
  5. Hindari melakukan gerakan berat, gerakan besar atau peregangan berlebihan untuk mencegah luka terluka kedua kalinya.
  6. Beberapa waktu setelah proses operasi, pengangkatan jahitan sudah bisa dilakukan. sebaiknya memakai baju ketat yang nyaman, ini yang termasuk disebut terapi fisik, dapat mencegah bekas luka melebar. Tapi gunakan pakaian yang tidak membuat luka makin melebar karena terlalu ketat.
  7. Untuk mencegah pigmentasi, hindarilah bekas luka terkena langsung dari sinar matahari.
  8. Ini juga tidak kalah penting, Bu, yaitu menjaga pola makan. Setelah operasi caesar, pemulihan luka membutuhkan protein, disarankan untuk makan lebih banyak telur, ikan dan daging, selain itu ingatlah untuk menambahkan lebih banyak makanan berserat tinggi, sehingga tidak akan melukai luka perut karena sembelit.

 

Semoga bermanfaat…