BEBERAPA HAL YANG PERLU DILAKUKAN JIKA MENGHADAPI GEMPA BUMI DAN TSUNAMI

dibaca 188 pembaca

Secara geografis, Indonesia merupakan daerah yang rawan gempa bumi. Setelah peristiwa gempa bumi dan tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, kita menjadikan momentum tersebut untuk mengingat kekuatan alam. Dan kini dihadapkan pada persoalan yang hampir sama karena adanya bencana sejenis di Lombok dan Palu-Donggala beberapa waktu lalu.

 

Seperti dilansir dari www.merdeka.com, wilayah Indonesia rawan gempa dan tsunami karena merupakan kawasan pertemuan tiga lempeng utama dunia, yaitu Lempeng Indo-Australia, Pasifik, dan Eurasia. Konsekuensinya, wilayah Indonesia akan menjadi kawasan seismik aktif dan kompleks. Di wilayah ini mudah terbangun akumulasi medan tegangan atau stress kulit bumi yang suatu saat akan rilis energi yang dimanifestasikan sebagai peristiwa gempa besar. Dalam ilmu kegempaan atau seismologi, kita mengenal adanya teori recurrent periode atau periode pengulangan, bahwa tempat yang pernah terjadi gempa besar suatu saat itu akan terjadi lagi gempa kuat. Jadi peristiwa gempa kuat itu membentuk siklus, hanya periodisitasnya berbeda-beda antar wilayah. Artinya peristiwa gempa akan terus terjadi dan tidak akan berhenti sampai akhir dunia ini.

 

Banyaknya korban jiwa pada bencana alam seperti ini karena ketidaktahuan masyarakat pada umumnya. Jika mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, akan mengurangi jumlah korban dan kemungkinan besar juga menyelamatkan jiwa. Untuk itu, masyarakat perlu untuk membuat perencanaan dan persiapan dalam menghadapi bencana alam sejenis gempa bumi dan tsunami ini, seperti yang dikutip dari buku Pedoman Menghadapi Bencana Gempa dan Tsunami, berikut ini:

 

Jika terjadi bencana gempa bumi:

  1. Merunduk, lindungi kepala dan bertahan di tempat aman. Beranjaklah beberapa langkah menuju tempat aman terdekat.
  2. Jika anda sedang di tempat tidur, tunggulah disana sampai gempa mereda. Lindungi kepala anda dengan bantal.
  3. Jika anda sedang berada di luar ruangan, carilah titik aman yang jauh dari kemungkinan rubuhnya bangunan, pohon, dan kabel. Rapatkan badan ke tanah.
  4. Jika sedang berada dalam mobil, melambatlah, dan kemudikan mobil menuju titik aman. Kemudian keluar dari mobil dan lakukan evakuasi.
  5. Beritahukan kepada seluruh keluarga dan masyarakat melalui pengeras suara di tempat ibadah, bunyikan kentongan di pos-pos ronda dengan ketukan tiga kali berirama secara terus-menerus.
  6. Periksalah diri anda apakah ada yang terluka. Lindungi diri dari bahaya selanjutnya dengan memakai baju lengan panjang, celana panjang, sepatu, dan sarung tangan.
  7. Berikan pertolongan kepada orang lain yang terluka. Berikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami luka serius.
  8. Jika terjadi kebakaran, carilah pemadam api. Matikan gas jika tercium bau gas atau jika gas mengalami kebocoran.
  9. Mendengarkan radio untuk mendapatkan instruksi dan informasi.

 

Jika terjadi bencana gempa bumi dan berpotensi tsunami:

Tidak semua gempa bumi menimbulkan tsunami. Tsunami terjadi karena adanya gempa di dasar laut. Tanda-tanda gempa bumi yang menimbulkan tsunami, adalah:

  1. Gempa bumi berlangsung selama lebih dari satu menit
  2. Manusia tidak dapat berdiri tegak atau berjalan saat guncangan terjadi
  3. Gempa bumi telah menyebabkan struktur bangunan seperti tiang pondasi dan lantai rusak.

 

Jika terdapat tanda-tanda peluang terjadinya tsunami, segera bunyikan kentongan berkali-kali secara terus menerus, dan lakukan evakuasi ke lokasi:

1. Bangunan bertingkat yang memenuhi syarat:

    a. Lebih dari 2 (dua) lantai

    b. Berada pada jrak lebih dari 500 meter dari pantai

    c. Tidak ada kerusakan pada struktur bangunan (tiang, balok, lantai) setelah gempa terjadi.

 

2. Daerah ketinggian yang memenuhi syarat:

    a. Berada lebih dari 10 meter dari permukaan laut

    b. Dapat dicapai dalam waktu kurang dari 30 menit dalam berjalan kaki

 

 Semoga bermanfaat…