PENYEBAB ANAK MENGALAMI STUNTING

dibaca 309 pembaca

Halo, parents. Pernah dengar istilah stunting, kan? Apa itu stunting?

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Tidak hanya karena makanan, pola hidup pun mempengaruhi stunting, loh. Seperti sanitasi dan higienitas. Ternyata, stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Kekurangan gizi pada usia dini meningkatkan angka kematian bayi dan anak, menyebabkan penderitanya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa. Kemampuan kognitif para penderita juga berkurang dan ke depannya mengakibatkan kerugian ekonomi jangka panjang bagi Indonesia.

 

Parents, berdasarkan definisi di atas, kita dapat memperhatikan beberapa penyebab stunting, berikut ini:

 

1. Gizi ibu hamil dan menyusui.

Stunting pada anak dapat terjadi bila ibu yang sedang hamil mengalami kekurangan gizi dan anemia. Anemia dan berat badan ibu selama masa kehamilan memungkinkan anak akan mengalami stunting dan beresiko menjadi kondisi stunting yang terjadi secara turun temurun. Keadaan ini akan makin memburuk jika asupan gizi untuk bayi kurang memadai dan tidak proporsional. Misalnya, bayi tidak diberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif ataupun tidak memberikan susu formula sebagai gantinya. Masih banyak kasus bayi diberikan air putih atau makanan sebelum usia enam bulan dengan alasan agar anak tidak cepat lapar atau karena tidak mampu membeli susu formula. Tidak hanya itu, gizi ibu saat menyusui juga perlu diperhatikan karena mempengaruhi pertumbuhan bayi juga melalui ASI yang diberikan.

 

2. Sanitasi yang buruk

Stunting juga dapat terjadi pada anak-anak yang hidup di lingkungan dengan sanitasi dan higienitas. Sanitasi dan higienitas yang buruk dapat menyebabkan penyakit diare dan infeksi cacing usus atau biasa disebut cacingan secara berulang kepada anak-anak. Kontaminasi bakteri dan tinja ke makanan yang dikonsumsi dapat menyebabkan diare dan cacingan. Kontaminasi bakteri juga dapat terjadi melalui peralatan dapur maupun peralatan rumah tangga yang tidak dicuci bersih. Selain itu, tidak mencuci tangan hingga bersih pun membawa bakteri ke dalam tubuh melalui mulut. Pola hidup tidak sehat seperti itu dapat mengurangi nafsu makan anak, menghambat proses penyerapan nutrisi dalam tubuh anak dan sangat beresiko kehilangan nutrisi.

 

3. Pengaruh alkohol

Selain dua penyebab stunting di atas, ada lagi penyebab lain yang dominan berasal dari ibu hamil atau dimulai sejak janin, yaitu pengaruh alkohol. Anak yang terlahir dengan sindrom alkohol janin (Fetus Alcohol Syndrome/FAS) juga dapat mengalami stunting. Sindrom ini merupakan pola cacat yang dapat terjadi pada janin karena ibu hamil banyak mengonsumsi alkohol saat hamil. Anak yang terkena sindrom alkohol janin ini memiliki beberapa gejala yang mencakup bentuk wajah anak yang berbeda dari anak normal, pertumbuhan fisik terhambat, dan adanya gangguan mental.

 

Parents, kita harus ingat untuk menjaga asupan nutrisi yang cukup dan bervariasi bagi ibu hamil, menyusui, dan anak. Beserta dengan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat yang sangat berperan bagi janin. Hal ini untuk menjaga kelangsungan hidup anak yang sehat dalam jangka pendek dan jangka panjang serta memastikan anak tumbuh menjadi manusia yang produktif, terdidik, dan kuat.

 

Sumber tulisan: dari berbagai sumber