MARILAH, MENJADI PENDENGAR UNTUK ANAK

dibaca 134 pembaca

MARILAH, MENJADI PENDENGAR UNTUK ANAK

Menjadi pendengar untuk teman-teman mungkin menjadi hal yang biasa. Apalagi jika membahas masalah yang sama-sama kita mengerti. Tapi bagaimana dengan mendengarkan anak-anak kita bercerita atau berbicara? Bukan hanya waktu yang dibutuhkan untuk mendengarkan anak-anak bercerita, namun juga kesabaran dan kemampuan berkomunikasi kita sebagai orang tua.

 

Nah, jika Anda, sebagai orang tua, merasa masih perlu untuk mendapatkan masukan tentang bagaimana mendengarkan anak-anak, tulisan di bawah ini mampu membantu untuk menjadikan kita pendengar bagi mereka, yaitu:

  1. Tatap mata anak Anda dengan penuh sayang agar anak merasa diperhatikan saat sedang berbagi ceritanya dengan kita.
  2. Sesekali, berilah komentar kecil untuk memberikan kesan perhatian dan menstimulasi untuk makin suka bercerita, seperti, “Wah…” atau “Oh ya?” atau “Ok…”. Komentar-komentar kecil begitu biasanya membuat anak merasa dipahami.
  3. Saat anak bercerita tentang hal yang kurang Anda suka, hindari sikap memberikan pandangan buruk atau “melabel”-nya. Anak-anak masih memiliki perasaan sensitif sehingga kita perlu memperlakukan mereka dengan sehalus mungkin.
  4. Terkadang timbul rasa ingin membantu anak terhadap masalah yang dihadapinya. Misalnya berkelahi atau sedang mengalami konflik dengan temannya. Namun tidak akan membantu anak jika kita memberikan kalimat-kalimat negatif, seperti, “Ya sudah, besok jangan main lagi”, atau, “Nanti mama marahi teman yang nakal itu”. Ajak anak untuk memikirkan dan mengkaji ulang masalah, agar anak terbiasa menganalisa dan memandang masalah secara objektif.
  5. Saat anak Anda sedang emosi dan sulit diajak bicara, biarkan anak berdiam dahulu. Jangan paksa untuk bicara. Berikan mereka waktu untuk menyendiri hingga emosinya reda dan siap untuk bicara.
  6. Untuk suatu masalahnya, hindarilah memberikan opini pribadi yang mengarah pada negasi dari pilihan sikap, emosi maupun tindakannya.

 

Menjadi pendengar yang baik untuk anak ternyata memberikan dampak-dampak positif kepada anak dan orang tua. Mengapa? Karena menjadi pendengar untuk anak-anak mampu menimbulkan hal-hal sebagai berikut, yaitu:

  1. Anak mampu menjalin komunikasi yang efektif, baik kepada orang tua maupun lingkungan sekitar. Kondisi ini pun dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri anak Anda, baik di tengah keluarga maupun saat berada diantara orang-orang lain.
  2. Anak mampu menerima dan memahami isi pesan yang diucapkan oleh orang lain karena biasa ditanggapi dengan baik oleh orang tuanya. Kemampuan memahami ini biasanya memudahkan anak untuk mencari solusi saat menghadapi masalah.
  3. Kemampuan lain dari anak jika terbiasa didengarkan adalah menjadi pengamat di lingkungan dan orang lain disekitarnya. Kemampuan anak untuk mengobservasi tingkah dan pola laku hingga emosi orang lain ini dapat dilatih sejak dini dengan mendengarkan cerita anak-anak.
  4. Jalinan komunikasi yang baik akan mengarahkan kepada hubungan yang harmonis dengan keluarga dan lingkungannya sehingga semakin erat dan memberikan ruang bagi keluarga dan anggotanya untuk saling terbuka.

 

Jadi, apakah Anda dapat menjadi pendengar bagi anak Anda?

 

Sumber tulisan: dari berbagai sumber