PENCAK SILAT, MENJADI CABANG OLAH RAGA PADA ASIAN GAMES 2018

dibaca 266 pembaca

PENCAK SILAT, MENJADI CABANG OLAH RAGA PADA ASIAN GAMES 2018

Sejarah perkembangan silat dimulai pada zaman dahulu, dimana masyarakat mempelajari ilmu bela diri guna menjaga dan mempertahankan angggota kelompoknya dari tantangan dan ancaman dari alam dan musuh. Seperti dikutip dari www.idntimes.com, gerakan pencak silat banyak meniru gerakan binatang karena manusia mempelajari ilmu silat dari alam secara langsung seperti gerakan harimau, kera, dan burung. Senjata yang digunakan pun merupakan senjata tradisional untuk bertahan hidup dan berburu seperti parang, tombak, dan sabit.

 

Pencak silat tidak hanya sebuah bela diri, namun juga terdapat seni olah raga, seni, dan ajaran untuk kerohanian.  Pencak dan silat memiliki deskripsi masing-masing. Silat adalah gerakan ilmu bela diri dengan kuda-kuda serta pukulan, tangkisan, jatuhan, kuncian, dan lain-lain. Sedangkan pencak adalah seni mirip tarian dengan menggunakan alat musik yang berkembang pada zaman penjajahan Belanda. Pada zaman penjajahan Belanda dulu, Belanda melarang masyarakat mempelajari ilmu bela diri karena takut digunakan untuk melawan Belanda. Sehingga untuk tetap melestarikan dan mempelajari silat, seni pencak digunakan.

 

Pencak Silat atau Silat merupakan seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual, seperti dikutip melalui www.voa-islam.com.

 

Selama beberapa tahun ini, Pencak Silat sebagai salah satu cabang olah raga masih diakui dalam SEA Games. Namun tahun ini, Pencak Silat masuk sebagai salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018. Pada edisi-edisi sebelumnya, Pencak Silat tak pernah masuk ajang empat tahunan itu. Di kawasan Asia Tenggara, silat memang sudah lama eksis, yakni mulai dipertandingkan di SEA Games sejak 1987, seperti dikutip dari www.detik.com. Namun, untuk masuk ke level Asia saja sampai sekarang belum terwujud. Pencak Silat pernah dijadikan cabang eksibisi pada Asian Games 2002 di Busan, Korea Selatan, tapi sampai tiga edisi berikutnya olahraga ini tak juga resmi menjadi cabang olah raga pada Asian Games, apalagi untuk masuk Olimpiade. Kejuaraan Dunia terakhir ialah pada 2002 mengambil tempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002.

 

Kontingen Indonesia di cabang olah raga Pencak Silat akan turun di 16 nomor dengan rincian 10 nomor tanding (tujuh putra dan tiga putri) dan enam nomor seni (tunggal putra dan putri, ganda putra dan putri, serta regu putra dan putri), yaitu:

  1. Putra:

-          Tunggal putra

-          Ganda putra

-          Regu putra

-          Kelas B: 50-55 kg

-          Kelas C: 55-60 kg

-          Kelas D: 60-65 kg

-          Kelas E: 65-70 kg

-          Kelas F: 70-75 kg

-          Kelas I: 85-90 kg

-          Kelas J: 90-95 kg

 

  1. Putri:

-          Tunggal

-          Ganda

-          Regu

-          Kelas B: 50-55 kg

-          Kelas C: 55-60 kg

-          Kelas D: 60-65 kg