Ramadhan Fair Ke XV Resmi Dibuka

dibaca 446 pembaca

Ramadhan Fair Ke XV Resmi Dibuka

 Gubsu Ir.H.T Erry Nuradi, M.Si membuka Ramadhan Fair XV tahun 2018 di Taman Sri Deli Jalan Sisingamangaraja Medan, Sabtu (19/5). Selain pemukulan bedug, pembukaan Ramadhan Fair juga dimeriahkan dengan penampilan grup band asal ibu kota Seventen. Diharapkan melalui event ini, Kota Medan menjadi salah satu barometer  kota yang masyarakatnya religius.

Selain itu menurut Gubsu, Ramadhan Fair merupakan bukti bahwa Kota Medan mempunyai peran penting dalam peningkatan seni  dan budaya bernuansa Islami. Ditambah lagi, event ini diisi dengan berbagai kegiatan yang bernuansa religius.

“Untuk itulah melalui Ramadhan Fair, kita harapkan ukhuwah Islamiyah, harmonisasi dan kerukunan antar umat beragama mampu lebih ditingkatkan lagi ke depannya. Kepada masyarakat Kota Medan, saya juga berharap kegiatan ini dapat menjadi syiar Islam yan sejuk dan penuh pesona,” kata Gubsu

Pembukaan Ramadhan Fair turut dihadiri Wagubsu Brigjen (Purn) TNI Nurhajizah Marpaung, Kapoldasu Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, Wakapoldasu Brigjen Pol Drs. Agus Andrianto, Pangkosek Hanudnas 3 Medan Marsma TNI Tri Wibowo Santoso, unsur Forkopimda Kota Medan, Wakil Wali Kota Ir.H. Akhyar Nasution M.Si,Sekda Kota Ir.H Syaiful Bahri Lubis, Ketua TP PKK Kota Medan Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin, SH,  Drs H Abdillah AK selaku penggas Ramadhan Fair, alim ulama, tokoh masyarakat serta ribuan msyarakat Kota Medan.

Sejak digelar pertama kali tahun 2003,  Wali Kota mengatakan, Ramadhan Fair kini sukses menjadi ikon  pariwisata religi yang identik dengan kemeriahan suasana Ramadhan di Kota Medan. Sebab, perhelatan akbar  tahunan  setiap bulan Ramadhan itu selalu menampilkan aneka bazar kuliner dan produk UMKM bernuansa Islami.

Oleh karenanya Ramadhan Fair kerap dinantikan  warga, tidak terbatas hanya umat Muslim tetapi umat lainnya banyak juga menghadirinya bersama anggota keluarga maupun koleganya, termasuk juga para wisatawan baik lokal maupun manca negara

Menurut  Wali Kota, hal itu menunjukkan keberagaman menjadi semangat yang dijunjung tinggi di ibukota Provinsi Sumatera Utara.  Artinya, agama benar-benar mampu menjadi rahmat bagi sekalian alam semesta, terutama di bulan suci Ramadhan. Dengan demikian keberagaman selama ini merupakan salah satu unsur yang telah memperkaya khasanah budaya di Kota Medan.

Itu sebabnya tanpa rasa berlebihan, Wali Kota mengungkapkan, Kota Medan kini menjadi contoh multikutural yang sangat harmonis di Indonesia. “Jika pun ada riak-riak kecil yang mencoba mengganggu keharmonisan tersebut,  seluruh elemen masyarakat secara bersama-sama dengan kesadaran sendiri langsung bergerak mengantisipasinya,” kata Wali kota.

Di samping itu tambah Wali Kota, terlihat jelas bukti bahwa di Kota Medan mayoritas melindungi minoritas, sebaliknya minoritas pun menghormati dan menghargai mayoritas. Oleh karenanya melalui perhelatan Ramadhan Fair, Wali kota berharap dapat mewakili cerminan religiusitas kota sekaligus menggambarkan kota yang damai penuh toleransi sekaligus sebagai kota multikultural.