Walikota Tinjau Renovasi Masjid Raya Al Mashun

dibaca 117 pembaca

Walikota Tinjau Renovasi Masjid Raya Al Mashun

Walikota Medan Drs. H. T. Dzulmi Eldin S, MSi menyambangi Masjid Raya Al Mashun Jalan Sisingamangaraja Medan tadi malam. Kedatangan Walikota untuk melihat renovasi yang tengah dilakukan terhadap masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Mamun Al Rasyid Perkasa Alam pada 21 Agustus 1906. Saat ini masjid bersejarah yang dibangun dengan mengusung arsitektur khas Timur Tengah, India dan Spanyol itu telah mengalami sejumlah kerusakan yang harus diperbaiki seperti bangunan gerbang masuk masjid, ornamen gerbang sisi barat serta mengelupasnya plesteran di beberapa titik gerbang, termasuk keramik di depan pintu gerbang masuk Masjid Raya.

Didampingi Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang Kota Medan Syampurno Pohan, Walikota ingin melihat apakah renovasi yang dilakukan telah berjalan sesuai yang diharapkan. Dengan demikian masjid yang pembangunannya dulu menghabiskan dana sebesar 1000 juta Gulden itu tetap terawat dengan baik dan asri. Selain renovasi fisik, termasuk pengecetan, ambal masjid yang dirancang arsitek Belanda Van Erp dan dilanjutkan JA Tingdeman ini juga diganti baru dengan ambal hijau dipadu dengan garis untuk shaf dengan motif ornamen yang sangat menarik. Di samping itu ruang masjid ditambah sejumlah mesin pendingin (ac portable).

“Hal ini dilakukan agar seluruh jemaah yang melaksanakan shalat di Masjid Raya Al Mashun ini merasa lebih tenang dan nyaman. Dengan demikian shalat yang dilaksanakan dapat lebih khusyuk lagi. Semoga dengan renovasi yang dilakukan ini, semakin banyak lagi jemaah yang memakmurkan masjid ini,” kata Walikota.

Di samping melihat renovasi fisik, Walikota dalam peninjauan itu juga menyaksikan ambal baru yang telah terpasang dalam masjid, termasuk ac portable yang tengah dipasang sejumlah teknisi untuk membuat ruangan masjid terasa lebih sejuk meski pun jumlah jemaah yang melaksanakan shalat cukup banyak. Walikota tampak puas, begitu pun tak lupa dia berpesan kepada para pengurus masjid untuk selalu menjaga dan merawat dari perbaikan yang telah dilakukan, terutama menyangkut masalah kebersihan. Selain tempat beribadah dan pelaksanakan kegiatan keagamaan, Masjid Raya Al Mashun ini ramai dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan sisa peninggalan sejarah kebesaran Kesultanan Deli tersebut.

Usai melihat dalam (ruangan) masjid, Walikota selanjutnya mengelilingi teras Masjid Raya. Dilanjutkan dengan pengecekan halaman masjid serta pemasangan keramik di depan pintu gerbang masuk masuk Masjid Raya Al Mashun. Pemasangan keramik sudah dalam tahap rampung, para pekerja tinggal melakukan finishing saja. Pemasangan keramik ini selanjutnya diikuti dengan pembangunan jalur pedestrian di depan Masjid Raya. Direncanakan, sekeliling masjid akan dibangun jalur pedestrian guna memudahkan para pejalan kaki maupun wisatawan untuk menikmati keindahan sekaligus keagungan masjid yang pembangunan keseluruhannya rampung pada 10 September 1909 tersebut.

Terkait dengan jalur pedestrian ini, Walikota mengatakan pembangunannya akan diteruskan sehingga terintegrasi dengan bangunan bersejarah lainnya yang ada di seputaran tersebut seperti Taman Sri Deli dan Istana Maimun. Dengan demikian wisatawan yang datang dapat menikmati keindahan bangunan bersejarah itu dengan berjalan kaki.

“Setelah jalur pedestrian ini selesai dibangun, tak satu pun kenderaan bermotor yang boleh parkir di atasnya, begitu pula pedagang kaki lima. Untuk itu kita akan minta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengawasinya dan langsung menindak tegas jika ada yang kedapatan melanggarnya. Jalur pedestrian ini murni untuk para pejalan kaki!” tegasnya.

Usai melakukan peninjauan, Walikota pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga dan merawat Masjid Raya Al Mashun sehingga bangunan bersejarah tersebut tetap kokoh berdiri serta terpelihara dengan baik. Hal itu bilang Walikota, bisa diwujudkan dengan selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan baik di halaman maupun seputaran masjid.

 

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan