Besarnya Anggaran Buktikan Walikota Serius Benahi Jalan dan Drainase

dibaca 348 pembaca

Besarnya Anggaran Buktikan Walikota Serius Benahi Jalan dan Drainase

Dari  Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan Tahun dapat dilihat bahwa Pemko Medan konsentrasi dalam membenahi insfrastruktur jalan maupun drainase. Pada Tahun Anggaran (TA) 2017, dari  Rp 5,5 triliun APBD setelah Perubahan, sebanyak Rp. 905.575.884.138 dialokasikan untuk belanja modal Pekerjaan Umum. 

Dari penganggaran yang relatif besar ini, dapat  dibuktikan bahwa pada tahun ini Walikota Medan mempunyai kebijakan melakukan pembenahan infrastruktur jalan dan drainase di kota ini, ucap Wakil Walikota Medan, Ir. H. Akhyar Nasution, MSi dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Ikatan Alumni Teknik Sipil (Ikatsi) Fakultas Teknik USU, Jumat (27/10) sore, di gedung Departemen Teknik Sipil USU.

Dalam FGD yang juga menampilkan narasumber Prof  Johannes Tarigan dan Ir Burhan Batubara serta ikuti para alumni Fakultas Teknik Sipil USU dari berbagai angkatan itu, Akhyar menyatakan, saat ini masyarakat dapat melihat pembenahan jalan dan drainase tengah gencar dilakukan Pemko Medan.

Tentunya, akibat pekerjaan ini ada sedikit ketidaknyaman warga yang melintas, karena itu Akhyar mengharapkan pengertian masyarakat. 

Akhyar yang juga alumni Teknik Sipil USU itu menyebutkan, untuk drainase pekerjaan yang tengah dilakukan Pemko saat ini adalah membuat parit kembali berfungsi sebagai aliran air.

Salah satunya dengan membuat koneksi parit ke drainase sehingga air tidak tersumbat di parit. 

Akhyar juga mengemukakan, pada tahun ini Pemko Medan juga telah membentuk Petugas Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSPU) di seluruh kecamatan yang ada di Medan.

Personil PPSPU ini terdari masing 5 dari setiap kelurahan dan 10 dari kecamatan bersangkutan. 

PPSPU ini menerima berbagai keluhan soal jalan dan drainase.  

Tim yang ada di setiap kecamatan ini diharapkan dapat menjadi unit merawat infrastruktur yang telah dibangun, ucap Akhyar. 

Selain menyoroti persoalan jalan yang menjadi perhatian ini, Wakil Walikota juga mengungkapkan soal banjir Rob yang melanda Medan bagian Utara.

Dia menyebutkan, jika dulu banjir Rob itu hanya sampai kepada kecamatan Medan Belawan, kini sudah meluas hingga Medan Labuhan dan Medan Marelan. 

Dipaparkannya, banjir ini akibat kenaikan permukaan air laut akibat pasang, banjir Sungai Deli dan Sungai Belawan, tata ruang di kota yang tidak terkendali, serta daya dukung tanah yang rendah.

Salah satu antisipasi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan membuat tanggul dan pintu. 

 Namun ada juga yang perlu dipertimbangkan ini merupakan saran dari pakar tata kota kita, Budi Sinulingga.

Beliau menawarkan solusi selain tanggul atau pintu air, yakni menaikkan rumah yang terkena banjir.  

Menurutnya, ini dapat dilakukan, apalagi rumah-rumah yang di pinggiran laut itu banyak yang semi permanen.

Mungkin saran dari Budi Sinulingga ini dapat diteliti lebih jauh lagi,ungkap Akhyar. 

Pada kesempatan itu, salah seorang narasumber, Prof Johannes Tarigan, mengakui memang pemaparan yang disampaikan sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan.

Dia menyebutkan, Akhyar tampaknya telah menguasai lapangan dan yang perlu dilakukan sekarang adalah bertindak untuk mengatasi berbagai persoalan yang ada. 

Dia juga menyebutkan, memberikan akses bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun aspirasi soal pembangunan jalan maupun drainase juga harus dilakukan.

Akses itu tentu jangan hanya sampai kepada tingkat kepala dinas, namun sampai juga kepada Walikota dan Wakil Walikota, ucapnya. 

Berkaitan dengan itu, Prof Johannes juga menyarankan kepada Pemko Medan agar dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat soal aset jalan pusat, provinsi, maupun kota yang ada di Medan.

Dengan demikian, tidak terjadi salah paham dalam menilai kinerja Pemko Medan. 

Menanggapi ini, Akhyar mengatakan Pemko Medan telah membuka akses bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya secara online melalui aplikasi Medan Rumah Kita.

Melalui aplikasi yang dapat diunduh di Play Store ini, masyarakat dapat menyampaikan aspirasi.

Aspirasi masyarakat ini juga dapat dibaca oleh Walikota dan Wakil Walikota.

Tentu saja dalam menyampaikan aspirasi maupun saran, harus disertai bukti, misal foto.

Insya Allah, jika memang benar, Pemko Medan akan menindaklanjutinya,ucap Akhyar. 

Akhyar juga mengakui, banyak mendapat masukan dan saran masyarakat melalui akun medsosnya. Dia mengatakan, melalui medsos dia dapat mengetahui aspirasi yang disampaikan langsung kepadanya dan pada saat itu dilanjutkannya kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti. 

Kegiatan ilmiah itu berlangsung lebih kurang tiga jam.

Namun,  peserta tampak begitu antusias mengikuti FGD itu sampai selesai. Semua narasumber maupun peserta yang memberi saran yang positif untuk Pemko Medan. Di akhir diskusi, Wakil Walikota bersilaturahmi dengan para alumni Teknik Sipil, termasuk memanfaatkan waktu dengan berfoto bersama. 

Jl. Kapten Maulana Lubis No 1 Medan
12740 Indonesia
Telp : 061-4535179
Fax: 061 - 4528124 (Sub Bagian Protokol)
Email:
kominfo@pemkomedan.go.id
medankominfo@yahoo.com