Perbaikan Jalan Dilakukan Siang & Malam

dibaca 155 pembaca

Perbaikan Jalan Dilakukan Siang & Malam

Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin S, MSi  mendesak percepatan penyelesaian perbaikan jalan rusak di Kota Medan. Orang nomor satu di Pemko Medan ini menargetkan akhir Desember ini, seluruh jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat selesai diperbaiki. Untuk itulah proses pengerjaannya saat ini dilakukan siang dan malam. Demikian diungkapkan Walikota ketika meninjau pembetonan di Jalan Bilal, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Barat, Rabu (18/10) siang. Selain ingin memastikan kualitas pembetonan yang sedang dilakukan, peninjuan ini untuk mempercepat penyelesaian perbaikan jalan.

“Untuk itulah kita sangat mengharapkan kesabaran masyarakat. Insya Allah akhir Desember ini,  jalan rusak yang selama ini dikeluhkan masyarakat akan selesai diperbaiki. Untuk mewujudkan hal ini, perbaikan jalan rusak baik itu melalui pengaspalan hotmix maupun pembetonan dilakukan siang dan malam,” kata Walikota.

Dikatakan Walikota, selama ini perbaikan jalan dilakukan malam hari untuk menghindari terjadinya traffic crawded jam (kemacetan cukup parah). Namun untuk mengejar waktu sekaligus memberikan  pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jalan, perbaikan jalan pun dilakukan siang dan malam. Walaupun penyelesaian perbaikan jalan dipercepat, tegas Walikota, namun kualitas perbaikan harus tetap nomor satu. Apabila pengerjaan kedapatan dilakukan asal-asalan, Walikota pun berjanji langsung menghentikannya dan menggantinya dengan swakelola. “Hal ini kita lakukan agar hasil perbaikan jalan bisa tahan lama sehingga memuaskan masyarakat,” tegasnya.

Selanjutnya Walikota mengungkapkan, ada 50 paket perbaikan jalan yang  dilakukan tahun ini. Dari jumlah tersebut, separuhnya diantaranya telah dilakukan perbaikan, sedangkan sisanya menyusul karena seluruh Surat Perintah Kerja (SPK) sudah ditandatangani. “Itu sebabnya kita terus lakukan percepatan sehingga akhir Desember ini rampung seluruhnya,” ungkapnya.

Dalam pengerjaan perbaikan jalan, Walikota memamparkan ada kendala yang dihadapi para pelaksana proyek. Tingginya intesitas hujan menyebabkan para pelaksana proyek untuk sementara menunda pengerjaan, terutama perbaikan jalan yang dilakukan dengan pengaspalan (hotmix).

“Kalau perbaikan jalan yang dilakukan dengan pembetonan, hujan tidak menjadi kendala. Namun perbaikan jalan dengan pengaspalan, hujan jelas menjadi kendala. Sebab, tidak mungkin pengaspalan dilakukan dengan kondisi jalan digenangi air. Oleh karenanya kita berupaya membantu mereka untuk mendukung percepatan tersebut,” paparnya.

 

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan

Dihadapan sejumlah wartawan yang  turut menyaksikan pembetonan tersebut, Walikota kembali menyampaikan permintaan maafnya. Tidak hanya terkait dengan kerusakan jalan yang terjadi, tetapi juga menyangkut ketidaknyamanan menyusul perbaikan jalan yang tengah dilakukan saat ini. Yang pasti kata Walikota, dirinya beserta seluruh jajaran Pemko Medan akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan pelayanan infrastruktur terbaik kepada  seluruh warga Kota Medan. Kemudian Walikota pun mengajak warga untuk menjaga dan merawat  jalan yang telah selesai diperbaiki nantinya. Tanpa dukungan masyarakat, Walikota yakin jalan yang telah selesai diperbaiki  akan cepat rusak.

“Menjaga dan merawat infrastrukur jalan yang telah selesai diperbaiki bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata melainkan kita semua. Inilah yang melatarbelakangi kami membuat  semboyan Medan Rumah Kita. Artinya, kitalah yang menjaga dan merawatnya bersama-sama,”  jelasnya.

Selain perbaikan jalan, Walikota juga mengungkapkan Pemko Medan fokus membenahi drainase. Untuk pembenahan drainase, Walikota mengatakan ada 200 paket yang dikerjakan tahun ini. Sama seperti jalan, Walikota juga menargetkan pembenahan drainase akan selesai akhir Desember ini. Agar pembenahan drainase yang dilakukan mampu meminimalisir genangan air maupun banjir yang akan berdampak dengan kerusakan jalan, Walikota pun akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Dia berharap agar BWS dalam melakukan normalisasi sungai yang melintasi Kota Medan.

“Kondisi sungai yang melintasi Kota Medan saat ini mengalami pendangkalan dan penyempitan sehingga harus dilakukan normalisasi. Apabila perbaikan drainase yang kita lakukan ini tanpa diikuti normalisasi sungai, tentunya kurang memberikan hasil  yang signifikan. Masalahnya kita tidak berwenang melakukan normalisasi sungai, itu merupakan  wewenang BWS,” pungkasnya.