Plt Kadis Kominfo, Sri Maharani Pimpin Penertiban Warnet Bermasalah

dibaca 198 pembaca

Plt Kadis Kominfo, Sri Maharani Pimpin Penertiban Warnet Bermasalah

Plt Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Medan, Dra Sri Maharani MPd, Sabtu (15/7) dini hari, memimpin aksi penertiban warung internet (warnet) yang melanggar aturan.

Dalam penertiban itu, ditemukan sejumlah warnet melanggar batas jam operasional yang ditentukan oleh Peraturan Walikota Medan.

Ada pula warnet yang ditemukan tidak memblokir konten-konten pornografi.  

Sebelum melakukan penertiban, tim yang juga diperkuat oleh aparat Dinas Pendidikan, Polrestabes Medan, Kodim O201 BS, dan Satpol PP Medan itu menggelar apel di halaman depan kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Medan, Jalan Sidorukun. Selaku pimpinan apel, Sri Maharani mengatakan penertiban ini dilakukan untuk menegakkan Peraturan Walikota Medan No 28 Tahun 2011 tentang Perizinan Usaha Warung Internet (Warnet).

Dia menjelaskan, dalam Perwal itu telah ditentukan bahwa waktu operasional pada hari Minggu sampai dengan Jumat mulai pukul 06.00 – 24.00 WIB, sedangkan hari Sabtu ataupun pada malam libur buka mulai pukul 06.00 - 02.00 WIB. 

Dia juga mengingatkan seluruh anggota tim dapat bertindak tegas dalam melakukan pembinaan.

Usai apel, tim pun bergerak dengan menggunakan delapan mobil.

Saat melintasi Jalan Gunung Kratakau, tim melihat Warnet Garuda Duta 2 Net masih beroperasi.

Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 00.50 WIB. Ini artinya telah melanggar batas jam operasional yang telah ditetapkan.

Plt Kadis Kominfo Medan, Sri Maharani pun langsung mendatangi warnet tersebut.

Para pengunjung yang asik bermain kaget, Begitu pula operator.

Kemudian Sri memerintahkan operator segera mematikan seluruh komputer.

Operator terkesan melawan dengan beralasan dia hanya pekerja.

Alasan ini tidak dapat diterima Sri dengan penuh ketegasan, dia kembali memerintahkan agar warnet ini segera ditutup.

Sudah berulang kali kalian dirazia, tetap masih tetap bandel warnet ini harus ditutup. Sekarang juga perintahnya.

Melihat ketegasan Sri, operator yang tadinya tampak ingin melawan, akhirnya tidak lagi berani membantah.

Seluruh pengunjung pun dimintanya untuk pulang.

Untuk meyakinkan warnet itu benar-benar tutup, Sri meminta timnya terus menunggu sampai seluruh jaringan internet dimatikan.

Tidak hanya itu, Sri juga menunggu seluruh lampu dipadamkan dan pintu ditutup.

Sri juga memerintahkan bawahannya agar segera memproses penarikan surat izin rekomendasi usaha warnet tersebut. Menurutnya, pemilik warnet sudah berulang kali diperingati agar mematuhi jam operasional, namun tetap ditemukan melanggar aturan.

Selanjutnya, tim kembali bergerak kali ini menuju ke Jalan Willem Iskandar.

Di kawasan ini, tim menemukan warnet Net 59 Com yang masih beroperasi.

Operator di warnet ini juga berusaha melakukan perlawanan, tidak mematikan seluruh komputer.

Padahal Sri telah memaparkan aturan yang berlaku pada setiap usaha warnet yang ada di Medan.

Operator warnet tersebut mengatakan, dia baru bisa menutup warnet setelah ada izin dari pemilik.

Menanggapi ini, Sri dengan nada tinggi mengucapkan, jam operasional warnet telah lewat, jadi peraturan yang memerintahkan warnet ini ditutup.

Sebagai operator kalian juga harus tahu aturan jangan mau bekerja dengan melanggar aturan yang ada sebut Sri yang juga didampingi oleh Kabid Pengendalian Dinas Kominfo Medan Arbani Harahap.

Dari kawasan ini, tim kembali berjalan hingga tiba di kawasan AR Hakim.

Di kawasan ini ditemukan dua warnet yang masih beroperasi, bahkan kedapatan seorang pengunjung paruh baya tengah membukan situs yang menampilkan konten pornografi.

Keduanya adalah warnet Xtreme Net dan Istana Net.

Tim penertiban saat itu juga mengeluarkan surat peringatan kepada kedua warnet tersebut.

Jika kedapatan masih melanggar aturan, Dinas Kominfo akan merekomendasikan kepada Satpol PP untuk melaksana penutupan paksa terhadap warnet itu.

Selanjut di kawasan yang sama, namun sudah memasuki Jalan Halat, tim juga menemukan warnet Super Mega Net yang juga masih beroperasi.

Di warnet ini, juga nampak upaya operator untuk melakukan perlawanan dengan tidak mau menutup warnet tersebut.

Namun dengan ketegasan Sri, didukung oleh aparat keamanan, akhirnya perlawanan berakhir dan warnet tersebut tutup.

Hal yang sama juga terjadi di warnet Tahui Net dan Britannia Net yang juga berlokasi di Jalan Halat.

Di Jalan Halat itu juga, tim menemukan tiga lagi warnet bermasalah, yakni selain melanggar batas operasional, juga tidak menutup atau memblokir konten pornografi. Ketiga operator warnet ini, juga mengaku tidak mengetahui kalau ada batas jam operasional.

Selanjutnya, tim pun memberikan penjelasan bahwa ada Perwal yang mengatur tentu usaha warnet di kota ini.

Sri mengatakan, pihaknya tidak menghalangi masyarakat untuk membuka usaha warnet.

Kita mengharapkan kerja sama dari pengusaha warnet dan operatornya untuk mematuhi aturan.

Di antaranya mematuhi jam operasional sebagaimana diatur oleh peraturan,ucapnya seraya menegaskan, Kominfo tetap akan melancarkan aksi penertiban agar masyarakat yang berusaha membuka warnet mematuhi ketentuan yang berlaku.

Birokrat perempuan berhijab ini menjelaskan, dalam Perwal 28 Tahun 2011 tentang Perizinan Usaha Warung Internet (Warnet) telah diatur Standarisasi Kelayakan Warung Internet.

Ketentuan itu ada pada Pasal 6 yang berbunyi standarisasi usaha warung internet terdiri dari aspek keamanan kenyamanan dan aspek tanggung jawab sosial.

Dalam pasal itu juga diatur, pengusaha harus menggunakan perangkat lunak/program komputer meliputi sistem operasi maupun pendukung sistem operasi yang memiliki lisensi atau aplikasi open source, memblokir situs porno, perjudian atau situs yang tidak sesuai dengan norma agama, sosial, kesusilaan dan hukum yang berlaku di indonesia, terangnya.

Di samping itu, lanjut Sri, pengusaha juga harus menjaga keadaan dokumen elektronik yang tersimpan dalam perangkat komputer agar tidak terdapat data elektronik yang melanggar norma agama, sosial, kesusilaan, dan hukum yang berlaku di Indonesia; dan bagi yang menggunakan sekat pembatas/bilik komputer, tidak melebihi ketinggian 150 cm, untuk memudahkan pengawasan dan mencegah terjadinya penyelewengan fungsi; memiliki penerangan yang memadai dan nyaman untuk mendukung aktivitas di lingkungan warnet;memiliki kamar kecil, tempat pembuangan sampah, saluran pembuangan limbah dan ketersediaan air bersih dalam jumlah yang memadai dan senantiasa terjaga kebersihannya.

Ditambahkannya pula, dalam pasal ini juga diatur, bahwa pengusaha harus ikut mendorong peningkatan literasi masyarakat tentang pemanfaatan Internet yang tepat guna dan bertanggung jawab membatasi Jam buka yaitu pada hari Minggu s/d hari Jumat buka mulai pukul 06.00 s/d pukul 2400 Wib dan pada hari Sabtu ataupun pada malam libur buka mulai pukul 06.00 s/d jam 02.00 Wib serta tidak membenarkan anak usia sekolah menggunakan fasilitas warung internet pada jam pelajaran terkecuali ada persetujuan dari pihak sekolah ataupun orang tua.

Aksi hari itu berjalan dengan lancar dan berlangsung hingga menjelang Subuh.

Sri mengatakan, Dinas Kominfo akan tetap melakukan pemantauan.

Bagi pengusaha yang membandel, pihak tidak akan segan bertindak tegas demi tegaknya Peraturan Wali Kota Medan.