Perkembangan Otak Anak

dibaca 241 pembaca

Proses pertumbuhan dan perkembangan anak berlangsung sangat pesat di tahun-tahun awal kehidupannya. Sebenarnya perkembangan otak si Kecil bermula sejak ia masih berada di dalam kandungan. Pertumbuhan otak dimasa ini diawali dengan terbentuk sebuah cikal bakal otak yang berupa lempengan sejak ketika ibu hamil 18 hari.

Ketika kehamilan ibu mencapai usia 4-6 bulan, pada masa ini sel-sel otak paling banyak diproduksi. Jumlah sel otak yang terbentuk pada masa ini akan sangat menentukan kualitas otak anak nantinya.

Tumbuh Pesat Setelah Lahir
Peningkatan berat otak anak yang sangat pesat pada 6 tahun pertama setelah lahir ini bukan disebabkan oleh karena jumlah sel-sel otaknya yang bertambah. Tetapi disebabkan karena bertambahnya jaringan penghubung antar sel-sel otak saat lahir.
Proses pematangan yang terjadi pada otak, jalur saraf penting, hubungan antar sel (sinaps), dan pembungkus saraf (mielin) si Kecil berlangsung secara pesat pada periode kritis, yakni sepanjang fase usia dini (0-6 tahun). Menurut dokter Hardiono, sinaps dan mielin merupakan satu kesatuan yang saling mendukung guna menentukan fungsi otak secara optimal. Jika otak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal pada periode kritis ini, akan sulit untuk “menyambungkan” kembali jalur-jalurnya di kemudian hari.

Pemberian stimulasi pada usia dini akan menentukan mana sinaps otak yang makin banyak dan makin kuat terbentuk, dan mana sinaps otak yang akan mati untuk selamanya.

Dua unsur pembentuk jaringan otak anak adalah:

1. Nutrisi, yang akan menentukan jumlah sel-sel otak anak, dan

2. Stimulasi yang akan membentuk sinaps-sinaps antar sel otak anak, Sehingga, nutrisi dan stimulasi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Kekurangan salah satu saja, maka otak tidak akan terbentuk sempurna

Kesehatan dan nutrisi yang baik diperlukan untuk mengoptimalkan potensi pendidikan seseorang karena nutrisi sangat mempengaruhi perkembangan intelektual dan kemampuan belajar. Nah, salah satu nutrisi yang sangat penting untuk mendukung perkembangan otak si Kecil adalah kolin (choline).

Kolin adalah senyawa yang termasuk kedalam kelompok vitamin B. Zat ini berperan sangat penting bagi proses pembentukan otak si Kecil sejak ia masih berada di dalam kandungan. Setelah ia lahir pun kolin dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan kemampuan daya ingatnya. Selain penting bagi fungsi otak, kolin juga berfungsi mendukung pembentuka nmembran sel, mensintesis komponen penting dari membran sel, neurotransmisi, metabolisme metil (methyl), serta transportasi lemak, kolesterol, dan metabolisme.

Maka dari itu, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak si Kecil, pastikan ia mengonsumsi makanan sehat yang mengandung kolin. National Academy of Science merekomendasikan asupan harian kolin sebanyak 200 mg untuk anak usia 1-3 tahun, dan 250 mg untuk anak usia 4-9 tahun. Makanan dengan kandungan kolin yang tinggi cukup bervariasi, di antaranya adalah susu, kuning telur, daging tanpa lemak, daging unggas, ikan, kacang tanah, buncis, kacang polong, gandum, dan rumput laut.

Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Otak , MAKRONUTRIEN
• Karbohidrat, sebagai sumber energi
• Lemak dan asam lemak, untuk energi dan pertumbuhan sel-sel otak Contoh : AA, DHA, Omega 3, Omega 6 untuk kecerdasan
• Protein, untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak, perlindungan infeksi
• Salah satu contoh protein yang banyak di ASI : Alfa-Laktabumin
• Beberapa manfaat Alfa-Laktabumin :
   - Meningkatkan kualitas tidur yang penting untuk fungsi kognisi
   -Mengurangi insidens diare dengan menekan pertumbuhan bakteri infeksi

Stimulasi untuk Perkembangan Otak
• Dapat dilakukan melalui interaksi alamiah ibu dan anak sehari-hari
• Harus dilakukan secara teratur (berulang-ulang) setiap hari
• Dilakukan dengan suasana senang, gembira (melalui permainan)
• Stimulasi yang dilakukan harus sesuai dengan tahapan usia