Wakil Walikota Temui Langsung Pendemo Becak Bermotor

dibaca 152 pembaca

Wakil Walikota Temui Langsung Pendemo Becak Bermotor

Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution Msi menemui langsung Pendemo Dari Aksi Solidaritas Angkutan dan Transportasi Umum (SATU), di Kantor Walikota Medan, Selasa (21/2). Tuntutan Massa Pendemo SATU yang terdiri dari Becak Bermotor ini adalah permasalahan transportasi berbasis online di Kota Medan.

Didampingi Kepala Dinas Perhubungan Medan, Renward Parapat. Asisten Ekonomi Pembangunan, Qamaruk Fattah, Kepala Satpol PP, M Sofyan, orang nomor dua itu turun sampai kedepan pagar utama balai kota dan menyempatkan diri bersalaman dengan sejumlah pengunjuk rasa.

Dihadapan para pengunjuk rasa, Akhyar memastikan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan tidak akan menghapus becak bermotor (betor) dari Kota Medan. Sebab, bahwa betor telah menjadi salah satu icon di Kota Medan yang perlu dipelihara dan dipertahankan.

Meski begitu, Akhyar mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu dibenahi dari betor yang ada di Kota Medan. Khususnya dalam rangka memberikan kenyamanan kepada para penumpang.

"Becak itu sudah jadi icon Medan, tidak akan kami hapus. Kita akan lakukan modifikasi agar penumpang lebih nyaman. Jumlah betor yang ada saat ini juga sudah melebihi plafon awal," kata Akhyar.

Maka dari itu, kata Akhyar, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai jumlah kendaraan betor yang ada di Kota Medan. "Jumlah plafonnya akan kita bahas terlebih dahulu," tambahnya.

Menurut Akhyar, Angkutan roda dua,sudah ada sejak puluhan tahun lalu di sejumlah wilayah di Kota Medan, Dulu itu namanya RBT.

Terkait persoalan aplikasi online, diakuinya bukan menjadi domain atau kewenangan Pemko Medan. "Aplikasi online itu dari Kementrian Kominfo, bukan dikami. Makanya kami akan komunikasikan terlebih dahulu," bilangnya.

Persoalan angkutan berbasis online diakuinya pernah dibahas bersama Organda beberapa waktu lalu. "Kami juga sudah cari operator tranportasi online itu, tapi gak ketemu. Kalau Internet itu kan bisa diakses dimana saja," ungkap Akhyar.

Setelah Akhyar menemui dan memberikan penjelasan kepada pendemo. Aksi massa SATU ini yang telah berorasi dari pukul 10.30 WIB dan menyebabkan penutupan jalan Kapten Maulana Lubis dan Raden Saleh ini membubarkan diri.

Sumber Berita : Dinas Kominfo Kota Medan