Walikota Medan Segera Bentuk Kampung Bebas Narkoba

dibaca 138 pembaca

Walikota Medan Segera Bentuk Kampung Bebas Narkoba

Guna mengantisipasi semakin maraknya peredaran narkoba dikota Medan, Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi berinisiatif membentuk kampung bebas narkoba. Tujuannya ialah untuk memberantas habis peredaran narkoba dikota Medan mulai dari bandar hingga pemakainya.

Inisiatif ini disampaikan Walikota Medan saat memimpin rapat koordinasi pembentukan kampung bebas narkoba, di Pendopo Rumah Dinas Walikota Medan, Jln. Jend. Sudirman, Sabtu (11/2) malam. Hadir dalam pertemuan ini Dandim 0201/BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, pimpinan SKPD Pemko Medan, Camat, Kapolsek, Danramil serta Lurah sekota Medan.

Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi mengatakan pada umumnya Polisi mengetahui pergerakan dari peredaran narkoba, namun untuk memberantasnya polisi tidak akan mampu bekerja sendirian, perlu adanya dukungan dari semua pihak baik itu unsur Pemerintah Daerah, TNI dan juga masyarakat.

Untuk mewujudkan dukungan tersebut, Walikota Medan berpesan kepada para pimpinan SKPD, Camat, Lurah dan Kepling agar mau menghimbau serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama memberantas peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing.

"Kita tidak ingin semakin banyak warga kota Medan yang menjadi korban penyalahgunaan narkoba, karena itu saya pesankan kepada pimpinan SKPD, Camat, Lurah dan kepling agar rutin mengayomi dan mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba serta memberantas peredarannya dari kampung kita, bila mengetahui adanya peredaran narkoba segera laporkan agar dapat diambil tindakan, dan bagi penggunanya akan dikeluarkan dari kampung tersebut untuk direhabilitasi."pesan Walikota.

Selain itu, Walikota Medan nantinya juga akan memberikan reward kepada para Camat, Lurah dan Kepling yang aktif mengajak masyarakat untuk menjauhi narkoba. sebaliknya, apabila Camat, Lurah ataupun Kepling tersebut tidak peduli dan cendrung membiarkan adanya peredaran narkoba diwilayahnya maka akan diberikan sanksi.

"Bagi Camat, Lurah dan Kepling yang mengetahui adanya peredaran narkoba dilingkunganya namun tidak bertindak, maka saya akan memberikan sanksi", tegas Walikota.

Diakhir arahannya, Walikota Medan berharap agar pembentukan kampung narkoba ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat kota Medan untuk bergerak bersama-sama memberantas narkoba dari kampungnya masing-masing.

"Saya berharap pembentukan kampung bebas narkoba ini dapat menjadi penggerak bagi masyarakat untuk berperan aktif menjauhi sekaligus memberantas narkoba dari kampung kita masing-masing", harap Walikota.

Sementara itu Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, menjelaskan dari data yang di miliki Polri tercatat peredaran narkoba di Indonesia setiap harinya mencapai 1 ton. Dimana dari 1 ton tersebut 300 Kg diantaranya beredar di Wilayah Sumut. Sedangkan untuk kota Medan sendiri diperkirakan peredarannya mencapai 100 Kg/ harinya.

"Peredaran narkoba tidak hanya terjadi dikota Medan saja, tetapi juga terjadi diseluruh wilayah Indonesia, bahkan kejahatan narkoba ini sudah sangat masif, untuk itu mari sama-sama kita mengambil tindakan guna memberantas narkoba ini sebelum keluarga kita yang menjadi korban selanjutnya."ajak Sandi Nugroho.

Disamping itu, Sandi Nugroho juga meminta kepada Camat, Lurah dan Kepling agar berlomba-lomba memberantas peredaran narkoba diwilayah masing-masing, dan tidak ragu untuk melaporkan bila mengetahui adanya pengguna ataupun bandar narkoba.

"Camat, Lurah dan Kepling jangan ragu untuk melaporkan bila mengetahui adanya pengguna ataupun bandar narkoba, kita akan langsung melakukan penangkapan, dan bagi para pengguna dan bandar bila tertangkap akan dijatuhi hukuman pidana dan diberikan sanksi sosial berupa diusir dari kampung tersebut", jelas Sandi Nugroho.

Dukungan terhadap pemberantasan narkoba ini juga disampaikan oleh Dandim 0201/BS Kolonel Inf Bambang Herqutanto, dimana dirinya menjelaskan saat ini TNI AD telah mengambil langkah ekstrim guna memberantas narkoba ditubuh TNI AD. Salah satu langkah yang diambil ialah apabila prajurit kedapatan menggunakan narkoba maka akan dijatuhi hukuman penjara sekaligus pemecatan dari kedinasan. Sedangkan bagi keluarganya akan dikeluarkan dari rumah dinas.

"Saat ini ada sebanyak 144 prajurit yang akan dipecat tahun ini. Maka secara otomatis keluarganya pun akan dikeluarkan dari rumah dinas, sanksi ini juga berlaku bagi keluarga prajurit yang kedapatan menggunakan narkoba", kata Bambang.

Bambang berpendapat, sanksi tegas ini perlu diambil untuk membersihkan tubuh TNI AD dari penyalahgunaan narkoba, karena menurut Bambang pemberantasan narkoba di masyarakat tidak akan dapat tercapai bila di instansi sendiri masih banyak yang menggunakan narkoba.

"Kita bersihkan dulu narkoba di internal kita, setelah itu baru kita bersihkan narkoba di masyarakat, apabila ini kita lakukan maka apa yang kita canangkan dapat kita wujudkan demi menyelamatkan anak bangsa", ungkapnya.

Sumber Berita : Dinas Kominfo Kota Medan