Pangkostrad dan Walikota Ajak Warga Tanam Cabai di Perkarangan Rumah

dibaca 199 pembaca

Pangkostrad dan Walikota Ajak Warga Tanam Cabai di Perkarangan Rumah

Pangkostrad Letjen TNI Edi Rahmayadi bersama Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Msi mengajak seluruh warga khususnya Kota Medan untuk menanam tanaman pangan di perkarangan rumah masing - masing. Hal ini dilakukan sebagai solusi alternatif di tengah harga pangan khususnya cabai yang meroket tinggi.

Ajakan ini disampaikan Pangkostrad dan Walikota Medan Ketika menghadiri acara launching Gerakan Perempuan Indonesia Peduli Pangan program Urban Farming yang digelar Aku Perempuan Peduli Lingkungan (APPEL) di Taman Ahmad Yani, Minggu (22/1). Hadir mendampingi Pangkostrad, Dandim 0201/ BS Kol Inf Maulana Ridwan, Aktivis Lingkungan Dewi Budiarti dan Teruna Jasa Said, Tokoh Perempuan serta Keluarga Besar Gerakan Hijau Nasional (Gerhana).

Kegiatan yang ditandai dengan pemberian bibit tanaman pangan cabai kepada Tokoh Perempuan ini menurut Pangkostrad Letjen TNI Edi Rahmayadi ini guna mengatasi kekurangan pangan di tengah masyarakat, dimana seharusnya kita tidak boleh kekurangan pangan karena negara kita merupakan negara agraris.

"Mari kita menanam cabai, bawang dan daun - daunan yang merupakan kebutuhan pangan rakyat kita. Artinya dengan menanam sendiri, kebutuhan akan pangan dapat terpenuhi dengan baik", kata Pangkostrad.

Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Msi mengungkapkan pencanangan ini merupakan salah satu solusi alternatif yang dapat dilakukan masyarakat dengan menanam tanaman pangan di perkarangan rumah guna memenuhi 
kebutuhan mereka. Artinya kita tidak boleh tergantung kepada pihak luar dengan berdikari menswasembadakan pangan.

"Dengan langkah ini tentunya kita tidak bergantung dengan harga cabai yang mahal seperti saat ini. Artinya dengan menanam satu batang tanaman pangan tentunnya dapat memenuhi kebutuhan pangam rumah tangga kita", kata Eldin.

Menurut Eldin, program ini juga menerapkan prinsip pertanian organik, sehingga mampu menambah nilai produk pertanian yang dihasilkan. Artinya manfaat program ini dapat menyegarkan udara serta mengurangi tingkat polusi di lingkungan sekitar kita.

"Saya berharap pa yang dilakukan komunitas APPEL ini semakin menyadarkan kita semua akan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan dan kebersihan. Oleh sebab itu langkah ini dapat menjadikan semangat bagi warga untuk menanam tanaman pangan di rumahnya", harap Eldin.

Kemudian Eldin juga menyampaikan
Pemko medan juga memiliki kebun pembibitan. Artinya masyarakat dapat mengunjungi kebun tersebut dan memilih bibit tanaman yang diinginkan secara gratis. "Masyarakat dapat datang ke kebun pembibitan untuk memulai penanaman tanaman pangan di perkarangan rumah", ungkap Eldin.

Sementara itu Aktivis lingkungan Dewi Budiarti Teruna jasa Said mengungkapkan latar belakang digelarnya kegiatan ini karena pengaruh kerusakan lingkungan berdampak pada sulitnya para petani yang memprediksi kapan tiba musim panen, dimana kebutuhan pangan terutama cabai dan bawang sangat tinggi. 

"Jika setiap perempuan mau berusaha menanam tumbuhan pangan di rumahnya, tentunya disamping peduli lingkungan dapat, juga dapat menguntungkan secara ekonomis, sebab kita tergantung lagi dengan pasar. Artinya kegiatan ini disamping menyelematkan lingkungan juga untuk ketahanan pangan", kata Dewi.

Menurut Dewi, setelah dicanangkan gerakan ini, APPEL yang bekerjasama dengan Pemko medan akan mensosialisasikan kepada masyarakat kota Medan khususnya kaum perempuan untuk dapat menanam tanaman pangan di rumah mereka.  Artinya APPEL akan berkolaborasi dengan program Dinas Pertanian dan Kelautan kota Medan dalam membina masyarakat.

"Sinergitas yang dibangun antara APPEL dan Dinas pertanian akan mendapatkan sasaran langung. Artinya APPEL bersama relawan akan melakukan pembinaan langsung kepada masyarakat dan Dinas Pertanian akan memenuhi sarana dan prasarana yakni pembibitannya", ungkap Dewi.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan