Nova Aini Siregar Bertahan di Bisnis Manis Bordir

dibaca 143 pembaca

Nova Aini Siregar Bertahan di Bisnis Manis Bordir

Apapun usaha yang dijalani, harus tetap fokus dan menguasai bidang usaha tersebut agar mampu bertahan di tengah persaingan pasar ucap Nova Aini Siregar. Konon lagi untuk usaha tempahan mukena, berikut selendang, bordir nama, dan lain-lain yang telah dilakoninya selama 15 tahun terakhir.
Tentunya semakin bertambahnya tahun, semakin banyak pemain di bidang yang sama. Namun, baginya, kuncinya tetap fokus. Dikatakan pemilik merek dagang Manis Bordir ini, usahanya tersebut dapat dikatakan cukup berhasil.

Ini terbukti dengan modal Rp 500.000, kini dia memperoleh omzet antara Rp 10 juta - Rp 11 juta per bulan dan telah memiliki 4 mesin jahit biasa dan jahit bordir, berikut beberapa stealing (tempat penyimpanan mukena selesai jahit), walaupun terkadang masih mengalami pasang surut.

"Setiap usaha, pasti mengalami pasang surut, apalagi ketika awal merintis, bahkan sampai sekarang. Namun demikian, saya berusaha agar tetap fokus demi kelacaran usaha ini. Alhamdulillah, usaha saya masih lancar," ujar Nova kepada MedanBisnis (15/1).

Dikatakan, untuk menjaga pelanggan, dia berusaha menciptakan tempahan terbaik demi menjaga kualitas barang. Jika kualitas barang yang tak asal jadi ini bagus, semahal apapun pasti dicari konsumen. Jahitan bordir dan tempahan kain mukena yang rapi, menjadi kunci utama usahanya.

Maka dari itu, dia berani mematok harga mukenanya berkisar antara Rp 150.000 - 400.000. "Semakin rumit pengerjaan dan bahan yang digunakan pun semakin banyak, maka harganya juga menjadi lebih mahal," jelasnya.

Karena kerapihan tadi, mukena ini sangat diminati konsumen. Terlebih ketika menjelang puasa dan menjelang hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Pun demikian, perminggu Nova mampu mendapatkan Rp 2 juta dari salah satu toko di Pasar Ikan Lama. Selain mukena, setiap menjelang puasa hingga natal, Nova juga memasok kebutuhan selendang ulos ke toko tersebut.

Dikatakannya, omzetnya bervariasi, kadang sampai Rp 3 juta per minggu. "Kebetulan, sudah beberapa tahun, perminggu rutin diminta memasukan hingga 17 pasang mukena ke salah satu toko di Pasar Ikan Lama. Kalau menjelang Natal, mereka minta disiapkan selendang ulos. Alhamdulillah, omzetnya jelas kelihatan," lanjutnya.

Selain itu, dia juga bekerja sama dengan Dinas Koperasi Kota Medan. Dan, tak berlebihan rasanya jika dia harus berterima kasih karena dinas juga mengadakan pelatihan bagi para pemilik UKM, juga sering menghubunginya jika akan mengadakan bazaar/pameran.

Walaupun demikian, untuk meningkatkan penjualannya, Nova belum pernah mencoba media sosial sebagai lahan pemasarannya. Disebutkannya, takut mengecewakan konsumen.

Ke depan, Nova ingin memasok mukena buatannya hingga ke Malaysia, walau tetap bercita-cita ingin menambah variasi mukenanya dan berbagi dengan 2 orang saudaranya, menguasi pasar Medan dan Deliserdang.

Di Medan sendiri, dia membuka Galery di Jalan Ampera Kawasan Mandala. Dan di Jalan Diponegoro Gang Sukses Desa Cinta Rakyat Percut Sei Tuan, Deliserdang.


Sumber artikel / Foto : medanbisnisdaily.com /kampungukmdigital.com