Wakil Walikota Tinjau 3 BUMD Pemko Medan

dibaca 229 pembaca

Wakil Walikota Tinjau 3 BUMD Pemko Medan

Selang satu hari pasca pelantikan, Wakil Walijota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi langsung meninjau tiga Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemko Medan, Selasa (10/12). Selain ingin melihat kesiapan jajaran direksi baru dalam membenahi maupun mengelola perusahaan yang menaungi selutuh pasar di Kota Medan, peninjauan ini juga dilakukan untuk memberikan sejumlah arahan kepada ketiga perusahaan plat merah itu agar lebih maju dan berkembang lagi, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi Pemko Medan.

BUMD yang pertama ditinjau adalah Perusahaan Daerah (PD) Pasar yang berada di lantai III Pasar Petisah. Ketika Akhyar tiba, seluruh jajaran PD Pasar baru selesai melaksanakan apel pagi. Mantan anggota DPRD Medan itu langsung menuju ruang kerja Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya dan menggelar pertemuan dengan tiga direksi lainnya yakni Yohny Anwar (Direktur Operasional), Arifin Rambe (Direktur Pengembangan dan SDM) serta Osman Manalu (Direktur Administrasi dan Keuangan).

Dalam rapat tersebut, Akhyar memberikan sejumlah arahan yang harus dilakukan dalam upaya memajukan PD Pasar. Salah satu yang menjadi sorotan dan harus dibenahi secepatnya oleh PD Pasar, kondisi sirkulasi udara di Pasar Petisah Tahap II Lantai III dan basement yang digunakan tempat berjualan sayuran, daging dan ikan. Akibat minimnya ventilasi udara membuat ruangan menjadi pengab dan panas, sehingga sangat mengganggu kenyamanan pembeli maupun pedagang dalam melakukan transaksi jual beli.

Usai rapat, Akhyar langsung meninjau Pasar Petisah Tahap II Lantai III didampingi seluruh jajaran Direksi PD Pasar yang baru dilantik. Rasa gerah dan panas langsung menyerang begitu berada di tempat itu. Kondisi ini terjadi karena ruangan tidak dilengkapi dengan ventilasi udara yang memadai. Ditambah lagi tombak layar bangunan mempergunakan kaca permanen yang tidak dapat dibuka maupun ditutup sehingga udara tidak dapat keluar masuk.

“Bagaimana tidak gerah dan panas, sebab ventilasi udara tidak ada. Jika pun menggunakan kipas angin tidak akan mampu mengatasi rasa gerah dan panas ini. Sebagai solusi dan biayanya pun relative murah, kaca permanen yang dijadikan tombak layar segera diganti dengan kaca nako. Dengan demikian ruangan ini bisa lebih nyaman lagi,” kata Akhyar.

Dari lantai III, Akhyar selanjut menuju basement yang berada di dasar Pasar Petisah. Selain gerah dan panas, ruangan basement juga sangat pengap dan bau. Kondisi ini terjadi akibat seluruh ventilasi yang ada tertutup. Selain udara tidak dapat masuk, ruangan juga gelap sehingga harus membutuhkan lampu penerangan meskipun siang hari.

Di samping itu Akhyar menerima sejumlah keluhan dari para pedagang, salah satunya penjual ikan basah. Pria paro baya itu mengeluhkan atap basement bocor, meski sudah dilaporkan kepada pihak PD Pasar namun tak kunjung diperbaiki. “Sudah dua tahun atap basement bocor namun tak kunjung diperbaiki. Kondisi ini berdampak dengan penjualan, sebab pembeli enggan datang membeli karena takut terkena air dari atap basement yang bocor,” keluh pria tersebut.

Di samping itu para pedagang di basement juga mengeluhkan kurangnya penerangan serta pengapnya ruangan karena ventilasi yang ada tertutup sehingga mengganggu kenyamanan transaksi jua-beli. Untuk itu mereka berharap dengan kedatangan Wakil Wali Kota itu, semua keluhan pedagang bisa ditindak lanjuti.

Usai melakukan peninjauan, Akhyar berpesan kepada Dirut PD Pasar beserta jajaran direksi lainnya segera menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan pedagang, termasuk segera membuat ventilasi udara di lantai 3 Pasar Petisah Tahap II, serta membuka seluruh ventilasi udara di basement yang selama ini tertutup.

“Jika ini dilakukan, insya Allah apa yang menjadi keluhan pedagang bisa kita atasi. Selain menggunakan biaya yang relatif kecil, pekerjaan yang dilakukan juga tidak sulit. Jadi kita bisa melakukan penghematan dengan hasil yang cukup maksimal,” ungkapnya.

Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya menyatakan seluruh jajaran PD Pasar siap menindaklanjuti semua keluhan pedagang dan arahan yang disampaikan Wakil Wali Kota, terutama menyangkut masalah ventilasi udara sehingga pedagang dan pembeli nyaman melakukan transaksi jual beli. “Kita bertekad menjadikan PD Pasar lebih baik lagi ke depannya,” ungkapnya.

Setelah itu Wakil Wali Kota meninjau Kantor PD Pembangunan di Jalan Sutomo Medan. Akhyar ingin melihat kondisi perusahaan milik Pemko Medan yang menangani Medan Zoo (Kebun Binatang), kolam renang Deli, Pergudangan Kayu Putih dan Gelanggang Remaja tersebut. Dalam pertemuan dengan Dirut PD Pembangunan, Putrama Alkhairi beserta jajaran direksi serta kepala bagian, Akhyar minta agar mereka segera menyiapkanbusiness plan.

“Saya minta dalam waktu seminggu ini, business plan harus sudah selesai. Melalui business plan ini, kita dapat melihat gambaran rencana kerja mereka yang terukur sehingga tingkat kesejahteraan maupun kemajuan PD Pembangunan dapat lebih baik lagi. Tidak hanya PD Pembangunan, dua BUMD lainnya yakni PD Pasar dan PD Rumah Potong Hewan (RPH) juga kita minta untuk menyiapkan business plan,” kata Akhyar.

Kemudian Akhyar minta kepada jajarabn PD Pembangunan segera melakukan pembenahan dan menambah wahana maupun fasilitas lainnya, baik itu di Kolam Renang Deli maupun Medan Zoo guna menarik perhatian warga untuk datang. Jika pengunjung datang banyak, Akhyar pun optimis penghasilan PD Pembangunan pun bertambah.

Di tempat sama, Dirut PD Pembangunan, Drs Putrama Alkhairi mengungkapkan, pihaknya akan berfokus kepada tiga faktor dalam menjadikan PD Pembangunan sebagai perusahaan daerah yang sehat. Pertama adalah optimalisasi fasilitas dan potensi bisnis yang dapat dikelola PD Pembangunan, kedua adalah efisiensi sehingga tidak ada pengeluaran yang tidak diperlukan dan ketiga inovasi untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Saya yakin dengan ketiga upaya itu, PD Pembangunan akan bangkit dan menjadi perusahaan daerah yang primadona,” ungkapnya.

Sebelumnya dalam pertemuan dengan Wakil Walikota Medan, Putrama melaporkan, selama dua tahun kepemimpinannya, hutang PD Pembangunan yang mencapai Rp 4 M telah berkurang menjadi 2 M.

“Ini semua berklat dukungan Pemko Medan dan kerja sama tim yang solid. Dan saya yakin dengan tim yang solid sekarang ini, PD Pembangunan bisa menjadi andalan Pemko Medan,” aucapnya optimis.

Setelah berkunjung ke PD Pembangunan, Wakil Walikota Medan juga mengunjungi PD Rumah Potong Hewan. Dalam kunjungan yang itu, Akhyar memberikan target kepada jajaran direksi dapat menjadikan PD Rumah Potong Hewan ini menjadi perusahaan yang sehat. 

Sumber Berita Dinas Kominfo Kota Medan