Pemko Medan Rancang Penerapan Program E- Office di Kota Medan

dibaca 269 pembaca

Pemko Medan Rancang Penerapan Program E- Office di Kota Medan

Pemko Medan tengah merancang sistem elektronik office (e-office) pada tatanan sistem pemerintahan di Kota Medan. Aplikasi yang akan dibangun nantinya akan diterapkan untuk mendukung pelaksanaan sistem administrasi perkantoran, manajemen kinerja, serta manajemen pelayanan publik.

Perkembangan sistem teknologi informasi yang semakin tidak terbendung, menyebabkan kebutuhan akan teknologi informasi di dunia pemerintahan terus meningkat. Pemko Medan terus menggenjot penggunaan teknologi dalam tata kelola pemerintahan.

“Saat ini Pemko Medan melalui Balitbang Kota Medan sedang mempersiapkan kajian program e-office sebagai bagian dari e-governnace tidak terelakkan untuk dilaksanakan sebagai respon tuntutan era informasi dewasa ini,” ujar Walikota Medan Drs. H.T. Dzulmi Eldin S, M.Si yang diwakili oleh Kepala Balitbang Kota Medan, Drs. Hasan Basri, MM dalam pembukaan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) “Penerapan E-Office di Pemerintahan Daerah, Menuju Medan Kota Kelas Dunia, Jumat (23/12) di Ruang Rapat II, Kantor Walikota Medan.

Hal ini sesuai dan sejalan dengan visi mis Walikota Medan Drs. H T Dzulmi Eldin, yang tertuang dalam RPJMD Kota Medan 2016-2021 dimana salah satunya menjalankan program Smart City sebagai langkah menuju Medan Kota kelas Dunia. Menurutnya aplikasi E-Office ini nantinya akan memperkaya aplikasi-aplikasi online yang telah terlebih dahulu diterapkan di Kota Medan seperti SIMPEG, SIMDA, SIRUP, E-Billing, Perpustakaan Digital I-Medan, serta aplikasi Medan Rumah Kita. Untuk itu ia berharap melalui kegiatan FGD ini akan dihasilkan pemikiran-pemikiran dari peserta forum untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai persiapan pematangan rancangan sistem aplikasi E-Office ini.

Dalam FGD ini bertindak sebagai narasumber akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU, Tetty Yuliaty, SE, M.Si, Baihaqi Siregar dari Ilmu Teknologi Komunikasi USU, serta Sajadi Sembiring dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Kota Medan sebagai pembanding.
Dihadapan peserta yang terdiri dari akademisi serta seluruh SKPD lingkup Pemko Medan, Tetty Yuliaty menyebutkan E-Office ini sebagai salah satu indikator menuju World Class City melalui perbaikain sistem birokrasi di pemerintahan daerah.

“Umumnya saat ini aplikasi E-Office di Indonesia masih kurang dikenal padahal nantinya  aplikasi ini akan mampu membantu meningkatkan produktifitas kerja pegawai dalam administrasi perkantoran serta mempercepat pelayanan publik kepada masyarakat.,” ungkap Tetty.
Sementara itu, Baihaqi menambahkan bahwa program ini harus didukung oleh infratsruktur sistem yang memadai. Hal ini untuk kegagalan sistem yang disebabkan oleh infrastruktur pendukung. Selain itu dirinya menambahkan bahwa Pemko Medan perlu memperhatikan sistem keamanan dari program ini menghindari penyalahgunaan data oleh pelaku cyber war.

Sebagai pembanding, Sajadi Sembiring memaparkan 4 permasalahan yang perlu diperhatikan Pemko Medan dalam mewujudkan Medan kota kelas dunia yakni pelaksana sistem manajemen pemerintahan yang belum berjalan efektif, tingginya praktek pungli dalam sistem pelayanan, penerapan e-service yang belum berjalan, serta dampak penerapan e-government yang belum dirasakan maksimal.

Sebelumnya dikatakan Sekretaris Balitbang Kota Medan, Dra. Siti Mahrani selaku panita, rencananya program ini akan dijalankan 2017 mendatang seiring dengan penerapan kebijakan reformasi birokrasi yang mewajibkan setiap proses kegiatan perkantoran bertransformasi dari sistem konvensional ke sistem otomatisasi.

 

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan