MAKANAN PELAWAN KANKER

dibaca 889 pembaca

Banyak bukti luat yang menunjukkan bahwa diet yang diisi dengan berbagai makanan nabati dapat membantu mengurangi risiko penyakit kanker. Pertama, makanan nabati rendah akan lemak. Penelitian menunjukkan lemak tubuh dapat meningkatkan risiko penyakit kanker. Selain itu, makanan nabati (sayur dan buah), kaya akan fitronutrien yang sering dikaitkan dengan penurun risiko kanker seperti lycopen yang terdapat pada tomat, flavonoid yang terdapat dalam the hijau, dan sebagainya. Fitronutrien dalam arti luas adalah segala jenis zat kimia atau nutrien yang diturunkan dari sumber tumbuhan, termasuk sayuran danbuah-buahan (wikipedia.com). beberapa jenis makanan yang dapat membantu mengurangi risiko kanker antara lain sebagai berikut.

SAYURAN BERDAUN HIJAU
Sayuran hijau adalah landasan dari banyak diet kesehatan karean kaya akan mineral, vitamin, anti oksidan, dan enzim, serta rendah akan kalori, lemak, sodium, dan racun lainnya. Sayuran hijau yang kaya anti oksidan diketahui dapat memerangi kanker, termasuk kandungan vitamin C dan beta karoten yang terkandung di dalamnya.

Selain itu, sebagai sumber alami glucosinolates, sayuran hijau juga mengandung sifat anti bakteri dan anti virus, menonaktifkan zat karsinogen yang menyebabkan kanker, membantu menonaktifkan sel kanker, dan mencegah pembentukan tumor. Isothiocyanates (ITC) yang ditemukan dalam sayuran hijau, yang dibuat dari glucosinolates, telah dilaporkan untuk membantu detoksifikasi tubuh pada tingkatan sel. Tambahkan sayuran hijau pada asupan sehari-hari atau bisa dengan mencoba jus sayuran. Jus sayuran ini sangat mudah dibuat dan lebih mudah dicerna oleh tubuh.

SAYURAN SILANG
Sayuran silang diketahui sebagai pembunuh sel kanker yang kuat dan sebagai sumber vitamin C yang mudah didapatkan. Banyak yang kaya akan glutathione, yang diketahui sebagai anti oksidan super bagi tubuh. Contoh sayuran silang ini antara lain brokoli, bunga kol, kol, lobak, kubis, dan kecambah. Sayuran ini merupakan sumber pada nutrisi isothiocyanates yang diketahui dapat mencegah kanker. Sebagai tambahan sayuran seperti brokoli dan kembang kol mengandung sulforaphanes dan indoles, yang merupakan dua jenis anti oksidan dan simulator enzim detoksifikasi yang melindungi struktur DNA.

BERI-BERIAN
Buah beri adalah buah dengan tingkat anti oksidan paling tinggi di dunia. Blueberry, raspberry, stoberi, ceri, goji beri, dan blackberry mengandung vitamin C, vitamin A and asam galat, yang merupakan agen anti jamur/ anti virus yang dapat meningkatkan ketahanan tubuh. Buah beri kaya akan antioksidan proanthocyanidin, yang diketahui memiliki sifat anti penuaan dan mampu menurunkan kerusakan akibat radikal bebas.

SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN BERWARNA CERAH
Pigmen warna yang ditemukan pada buah-buahan dan sayuran merupakan tanda bahwa bahan makanan tersebut kaya akan phytochemicals, khususnya antioksidan karetenoid. Phytochemicals adalah sejenis bahan kimia alami yang terkandung pada tumbuhan yang berfungsi memberi vitamin pada makanan. Zat ini terkandung dalam sayuran berwarna hijau, merah dan kuning gelap. Karetenoid adalah turunan dari vitamin A yang banyak ditemukan pada jeruk, ubi, beri-berian, labu, dan sebagainya.

Salah satu yang paling banyak diteliti adalah beta karoten, yang merupakan nutrisi yang penting untuk kekebalan tubuh, detoksifikasi, kesehatan hati, dan membantu melawan kanker kulit, mata, dan kanker organ. Dua nutrisi yang memberikan warna gelap pada sumber makanan ini adalah lutein dan zeaxanthin, yang dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan kulit dan mata karena nutrisi ini bertndak sebagai antioksidan melindungi kesehatan sel tubuh.

Sayuran yang tinggi akan kandungan karbohidrat seperti kentang, ubi, dan wortel diketahui dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker, khusunya kanker saluran pencernaan bagian atas. Hal ini kemungkinan dipengaruhui oleh kandungan serat yang terkandung didalamnya.

KACANG-KACANGAN DAN BIJI BIJIAN
Biji chia (chia seed) dan biji rami (flaxseed) dua biji-bijian yang paling kaya akan nutrisi.biji-bijian ini menyediakan serat, asam lemak omega 3, dan jajaran mineral penting. Biji rami atau disebut juga linseed oil merupakan tanaman yang banyak ditemukan dan tumbuh di padang rumput di Kanada Barat. Tanaman berbunga biru ini sangat kaya akan minyak yang bermanfaat bagi tubuh. Minyak biji rami menurut penelitan dunia kedokteran kaya akan omega-6 dan omega 9, vitamin B, kalium, lesitin, magnesium, serat, protein, dan seng dan juga menyediakan sekitar 50% omega-3, lebih banyak dari kandungan omega 3 yang terdapat pada minyak ikan. Chia seed merupakan jenis biji-bijian kecil yang berasal dari tanaman Salvia hispanica L. Tanaman ini tumbuh di Meksiko dan Amerika Selatan. Biji wijen, biji lampu, biji bunga matahari, dan kacang kenari juga sangat menyehatkan dan penuh dengan asam lemak yang sehat.