Pawyca Project, Kerajinan Kayu ala Anak Medan

dibaca 308 pembaca

Pawyca Project, Kerajinan Kayu ala Anak Medan

Berawal dari ingin memberi hadiah wisuda seorang teman, tim creative dari Pawyca Project memulai usahanya. Pawyca Project adalah sebuah bisnis rumahan yang di kelola oleh 3 anak muda Kota Medan dengan berbahan dasar kayu.

Kerajinan kayu yang diproduksi oleh Pawyca Project sebagian besar adalah kayu jati Belanda. Seperti diketahui, kayu jati Belanda akhir-akhir ini memang menjadi dewa-dewi di kanca bisnis Medan. Banyak pembisnis yang memanfaatkan peluang bisnisnya dengan kayu jati belanda tersebut.

Pawyca Project dibentuk oleh tiga orang sahabat bernama Achmad Syarif, Dila Azrina dan Ahmad Syarief. Pawyca Project adalah salah satu bisnis yang mengandalkan kerajinan tangan menggunakan jati Belanda. Home made ala Pawyca Project fokus kepada siluet dan sketsa gambar yang di desain khusus atas permintaan konsumen. Karya ini dilakukan diatas kayu berukuran 12cm x 12cm siluet gambar, logo ataupun tulisan di buat dengan cat kayu berwarna hitam.

Biasanya untuk ukuran 12cm x 12cm dijual oleh Pawyca Project seharga Rp.80.000. Tidak hanya kayu berukuran 12cm, Pawyca menyediakan ukuran lain yaitu 25×25 cm seharga Rp.149.000 dan 40x50cm seharga Rp.230.000.

Walaupun mayoritas penjualan kerajinan kayu ala Pawyca Project adalah persegi. Banyak pelanggan Pawyca meminta pesanan dengan bentuk berbeda seperti logo sebuah product. Tentu saja ukuran dan kesulitan pada sketsa gambar akan berbeda harganya. Tergantung bentuk dan kesulitan dari pemesanan pelanggan itu sendiri.
Pawyca Project baru berdiri selama 4 bulan, namun mereka berhasil menarik pelanggan dari Bandung, Surabaya, Balikpapan, Jogja dan beberapa kota lainnya di Jawa. Walaupun di Medan sudah banyak bisnis yang bermain dengan kayu jati Belanda, namun untuk produk Pawyca Project sangat berbeda dan baru satu-satunya di Medan.

Hasil kerajianan tangan Pawyca Project dapat digunakan untuk hadiah ulang tahun, pernikahan, wisuda, perpisahan, perusahaan dan orang terkasih seperti sahabat ataupun orangtua. Tidak hanya itu, kerajian kayu ini juga dapat digunakan untuk interior tokoh, rumah, kantor atapun restoran. Banyak brand-brand di Medan memanfaatkan kerajianan Pawyca Project sebagai cenderamata ataupun koleksi pribadi.

Dalam sistem pengerjaannya sendiri, dilakukan oleh tim dari Pawyca Project. Lucunya lagi, nama Pawyca diambil dari sebuah nama sales marketing Pawyca Project yang bernama Achmad Syarif. Jika kata Pawyca dibalik, maka kita akan menemukan sebuah nama di situ yaitu Achmad. Usaha dari anak-anak muda yang masih berumur 22 tahun ini, menjadi salah satu contoh bahwa anak muda Medan sekarang dengan mudah membaca peluang bisnis.

Pawyca Project berlokasi di Jl. Setia Budi Pasar 6, Medan. Mereka menyewa sebuah rumah yang dialokasikan untuk proses pembuatan produk dari Pawyca. Mereka juga memanfaatkan warga sekitar dalam pengerjaannya. Misalnya memotong kayu, menghalusi kayu ataupun proses pengilatan kayu. Untuk siluet dan sketsa gambar, mereka mengerjakan sendiri. Biasa pelanggan akan memberikan gambar kepada tim sebelum digambar dan hasilnya sangat memuaskan. 80% sama seperti design yang diberikan oleh pelanggan.

Pawyca Project melalui salah satu timnya yaitu Achmad Syarif berharap kalangan anak muda mampu mendukung setiap kreatifitas anak muda Medan, khususnya di bidang bisnis lokal. Kota Medan yang secara perlahan mulai menaikkan levelnya di kalangan bisnis lokal anak muda sepertinya menjadi bukti kalau perkembangan anak muda Kota Medan sekarang cukup berkembang pesat. Tidak berhenti di tengah jalan dan mengalahkan kreatifitas anak muda di Pulau Jawa.

 

CP :

Instagram : pawycaproject

Line : pawycaproject

Email : pawycaproject@gmail.com

 


Sumber artikel/foto : ceritamedan.com