King Bumbu Rujak Rambah Pasar Supermarket dan Negeri Jiran

dibaca 345 pembaca

King Bumbu Rujak Rambah Pasar Supermarket dan Negeri Jiran

Anda penggemar rujak? Sekarang tak perlu repot membeli rujak beserta bumbunya setiap saat. Atau harus capek mengulek bumbu rujak di rumah. Saat ini, sudah ada bumbu rujak kemasan yang bisa tahan berbulan bahkan satu tahun dan bisa dijadikan stok kapan saja. Produk ini merupakan hasil buah tangan Nuraidawati, perempuan 45 tahun pemilik King Bumbu Rujak.

Dia menjawab tantangan pasar yang ingin tetap praktis dalam melahap rujak, tapi tetap mengedepankan sisi kesehatan. Maka, racikan bumbu rujak perempuan yang akrab disapa Ida ini beda dengan yang lainnya. Dia mengemas bahan baku buah sirsak dengan gula aren, cabai rawit untuk rasa orginial dan menambahkan sedikit terasi untuk para penyukanya. Dua varian rasa original dan terasi ini dirintisnya dua tahun lalu. Inovasi bumbu rujak kemasan ini tak disangka mampu mendobrak pasar.

“Saya terinspirasi ingin buat bumbu rujak sendiri yang beda, sehat dan bisa dinikmati banyak orang dari semua kalangan usia dan ekonomi. Selama ini, bumbu rujak hanya dipadukan kacang tanah atau pisang saja. Saya tes, kemudian saya tahu bahwa buah sirsak ternyata banyak manfaatnya. Saya coba rasanya enak, dan saya suruh teman coba juga suka,” ujarnya saat ditemui di sela-sela pameran UKM di Lapangan Merdeka, Medan, beberapa waktu lalu.

Ida mendapat respon baik dari orang-orang terdekatnya dan semakin terpacu begitu ditantang ikut pameran produknya. Ida membuat bumbu rujak dalam kemasan botol ukuran 330 ml. “Saya kemudian membuat produk ini untuk bisnis. Saya ramu sendiri di rumah, dengan bahan-bahan kualitas tinggi. Misalnya, gula aren saya ambil dari Jawa, sirsak pilihan karena kalau buahnya asal-asalan akan menimbulkan rasa pahit, kemudian dicampur dengan cabai rawit serta garam. Tanpa bahan pengawet, kalau di lemari pendingin bisa sampai setahun,” jelasnya.

Tanpa disangka saat ikut pameran, peminatnya luar biasa. Banyak pembeli apalagi yang tahu manfaat buah sirsak, yang dalam normalnya jarang jadi campuran rujak. Dia menyebutkan, beberapa manfaat buah sirsak bisa untuk melancarkan peredaran darah, dan meredakan darah tinggi. Setelah mulai dikenal, Ida yang hanya menamatkan pendidikannya sampai SMP ini mengaku mampu menembus pasar modern seperti carefour dan supermarket lainnya termasuk swalayan Rezeki di Jakarta. “Ada juga pelanggan dari Malaysia dan Singapura yang mereka beli di sini dan dibawa ke sana rutin. Memang paling banyak pelanggannya kaum ibu-ibu,” jelasnya. Namun, untuk rasa original tanpa terasi, lanjutnya biasanya menjadi pilihan konsumen untuk vegetarian.

Dalam sebulan, Ida membutuhkan 500 kilo buah sirsak untuk memenuhi permintaan pasar. Dia mengaku tak banyak kesulitan mendapatkan bahan baku, hanya saja untuk kemasan botolnya dia harus belanja ke Jakarta. Menurutnya, kualitas botol hanya ada di Jakarta. “Saya sudah cari di Medan tapi tidak dapat yang kualitas kemasannya bagus, makanya harus beli di Jakarta. Kemasan sangat penting mendukung produk di dalamnya,” ungkapnya.

Dengan modal awal ratusan ribu dua tahun ini, kini Ida yang membuka usahanya di Jalan Brigjend Katamso No 40 Medan ini sudah bisa menjual 2400 botol dalam sebulan dengan harga satu botol Rp25 ribu. Rata-rata omset sebulannya bisa mencapai Rp60 juta. Ida mengatakan dalam pemasaran produknya, Ida sangat bersyukur pasar modern rutin memesan. Dari tersebarnya produknya tersebut, Ida mengaku persentase pembelian di supermarket mencapai 70 persen. “Banyak yang laku dari supermarket. Kalau yang datang langsung ke rumah tempat jual dan produksi hanya 30 persen,” ucap perempuan yang sangat sederhana ini.

Lantaran hal tersebut juga, Ida mengaku menjadi motivasi buatnya untuk mempertahankan kualitas produk. “Usaha ini bisa sampai tahap ini karena terus berusaha. Laporan penjualan dari supermarket, carefour dan lainnya lumayan lancar. Sehingga, saya termovitasi menjaga pelanggan. Lidah mereka sudah mulai akrab dengan bumbu rujak saya. Sebagai pegadang ini tantangan. Saya akan terus mempertahankan rasa dan bahan baku pilihan,” pungkasnya.

 

 

sumber : n7.n4.worddpress..com