Siswa Sesko TNI Angkatan XLIII Kunjungi Pemko Medan

dibaca 436 pembaca

Siswa Sesko TNI Angkatan XLIII Kunjungi Pemko Medan

Sebanyak 30 siswa Sesko TNI (sekolah staf dan komando tentara nasional indonesia) angkatan XLIII didampingi para dosen dan Komandan Sesko TNI Letnan Jendral TNI Agus Sutomo, SE mengunjungi Pemerintah kota Medan. Kunjungan ini dalam rangka kuliah kerja dalam negeri pertahanan wilayah pendidikan regional (KKDN HANWIL DIGREG). Ke 30 siswa tersebut disambut oleh Walikota Medan yang diwakili oleh Sekda Kota Medan Ir. Syaiful Bahri,di Balai Kota, Rabu (12/10/2016).

Tampak hadir dalam kunjungan ini Dandim 0201/BS Kolonel Maulana Ridwan, Ketua MUI Kota Medan Prof. M. Hatta, Ketua FKUB Kota Medan Drs. Palid Muda Harahap, anggota Dewan Kota Medan Afifuddin Lubis serta sejumlah pimpinan SKPD dijajaran Pemko Medan. Dalam ucapan selamat datangnya, Syaiful Bahri mengaku sangat bangga dengan dipilihnya Kota Medan sebagai salah satu kota tujuan dari tempat kuliah kerja para siswa Sesko TNI. "Selamat datang dikota Medan, semoga bapak-bapak betah berada diKota Medan, saya juga sangat bangga Medan dipilih sebagai kota tujuan kuliah kerja siswa Sesko TNI, karena kedepannya siswa Sesko TNI ini yang menjadi pemimpin - pemimpin di Indonesia," kata Syaiful Bahri.

Dalam kesempatan tersebut, Syaiful Bahri juga menjelaskan profil singkat dari Kota Medan, dimana Kota Medan merupakan kota yang multikultural dengan keragaman budaya, oleh karena itu Kota Medan sering disebut juga miniaturnya Indonesia. Tidak hanya itu saja, ditengah keberagaman, masyarakat dapat hidup harmonis dan saling menghormati satu dengan yang lainnya.

Namun, sebagai kota Multikultural, Syaiful Bahri menyadari, Kota Medan juga menjadi cukup berpotensi dan rentan terhadap berbagai prilaku profokatif yang bersifat negatif. Oleh karena itu, Pemko Medan terus berupaya meningkatkan kerjasama dengan berbagai lembaga dan stakeholder pembangunan termasuk TNI, khususnya dibidang keamanan dan ketertiban umum agar dapat mendeteksi dan mengantisipasi sejak dini gangguan - gangguan yang mungkin terjadi di tengah - tengah masyarakat, yang dapat memecah persatuan dan kesatuan serta kerukunan yang selama ini sudah terbina dengan sangat baik dikota ini. "Kita terus bekerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan, memanfaatkan semua sumber daya untuk terus membangun Imej atau citra kota yang semakin baik, kita bercita - cita ingin menjadikan Kota Medan yang sebagai kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis dan religius," jelas Syaiful.

Lebih lanjut, Syaiful Bahri menjelaskan, saat ini Pemko Medan terus melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap Camat maupun lurah sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Setiap Camat dan Lurah secara berkelanjutan terus diingatkan agar mampu dan tanggap melihat setiap gangguan yang berpotensi menggangu keamanan dan ketertiban, apalagi sampai memecah belah kerukunan masyarakat. "Kita menyadari, sesuai dengan dinamika dan kemajuan pembangunan, ada kecendrungan gangguan keamanan dan ketertiban umum dilakukan lebih sistematis, dengan modus dan motif yang bervariatif, karena itu kita selalu mengingatkan kepada Camat dan Lurah agar selalu tanggap melihat potensi gangguan yang mungkin muncul di wilayahnya masing - masing," kata Syaiful.

Untuk itu, melalui pertemuan ini Syaiful Bahri berharap nantinya akan diperoleh berbagai informasi, pengalaman dan juga wawasan dalam menjaga keamanan dan ketertiban ditengah - tengah masyarakat. "Saya berharap kita semua yang hadir dapat saling berbagi tips atau langkah - langkah antisipatif yang juga dipelajari oleh para siswa Sesko TNI, sehingga kami mendapatkan gambaran dan wawasan lebih luas lagi tentang potensi ancaman yang mungkin timbul dan bagaimana cara menanggulanginya," harap Syaiful Bahri.

Sementara itu Komandan Sesko TNI Letnan Jendral TNI Agus Sutomo,SE mengatakan jumlah siswa yang hadir saat ini sebanyak 30 siswa yang terdiri dari TNI Angkatan Laut, Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Kepolisian. Pendidikan Sesko TNI berlangsung selama 9 bulan dan saat ini telah berjalan selama 7 bulan.

Selama melaksanakan pendidikan, lanjut Agus, siswa sudah memiliki data skunder, dan saat ini sedang mencari data primer berupa kajian lapangan mengenai potensi daerah yang dapat dikelolah untuk pertahanan negara. "Nantinya siswa ini memetakan potensi daerah di kota medan, serta ancaman - ancaman yang mungkin dapat timbul," kata Agus Sutomo.

Pertemuan ini diisi dengan saling tanya jawab mengenai Kota Medan, serta ditutup dengan makan siang bersama dan saling bertukar cendramata.

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan