Kerupuk Bakso Beromzet Jutaan Rupiah

dibaca 304 pembaca

Kerupuk Bakso Beromzet Jutaan Rupiah

Aneka kreasi kerupuk bisa ditemukan di Kota Medan. Seperti kerupuk jangek, kerupuk ikan, kerupuk pedas dan masih banyak lainnya. Dari usaha ini, ternyata bisa menghasilkan jutaan rupiah setiap bulannya.

Adalah Supriati, warga Jalan Kapten Rahmat Buddin, Gang Keluarga, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Marelan yang memulai bisnis bakso goreng tiga tahun lalu. Dia mengolah baso menjadi kerupuk bakso sejak dua tahun terakhir.

Kepada MedanBisnis, Supriati menuturkan, sebelum memproduksi sendiri kerupuk bakso ini, dia hanya memasarkan bakso goreng dengan bahan baku daging yang diperolehnya dari penggilingan di pasar.

Hal ini berjalan selama beberapa tahun. Hingga akhirnya, pihak penggilingan bakso tidak berproduksi selama enam bulan, karena terkendala bahan baku. Kondisi tersebut, sekaligus menjadi titik balik Supriati yang akrab disapa Ati.

Dituturkannya, karena sempat tidak lagi memasarkan bakso goreng, banyak teman-teman dan pelanggannya menyarankan untuk membuat produk sendiri. Berbekal motivasi ini, mendorongnya untuk mengikuti saran tersebut.

Kemudian sambungnya, dia mulai membuat bakso goreng dengan bahan baku daging dengan kapasitas yang tidak banyak. Seiring dengan perjalanan waktu, dia pun mengembangkannya bakso goreng itu dengan bahan baku ikan nila.

Akan tetapi, usahanya ini tidak berjalan mulus. Karena beberapa dari bakso buatannya tidak habis terjual. Namun Ati tidak kehabisan akal, dia mulai memberikan kreasi terhadap bakso sisa itu.

"Kita memang awalnya membuat bakso. Tapi hari itu ada yang tersisa. Jadi berpikir, daripada terbuang, bagaimana jika bakso tersebut diolah lagi. Terus coba-coba mengolahnya," kata Ati, pemilik usaha dengan label Bakso Ikan Sehat.

Dari sinilah kata Ati dia memulai mengiris bakso-bakso tersebut, kemudian menjemurnya. "Setelah kering, kemudian di goreng kok enak dan rasanya tidak berubah. Dari sini aja ide awalnya, membuat kerupuk bakso," ujarnya.

Kini, bakso goreng dan kerupuk bakso ini sudah diproduksi secara serius setiap dua hari. Bakso goreng maupun kerupuk bakso dipatoknya dengan harga Rp 10 ribu perkemasannya. "Untuk bakso goreng bisa bertahan sepekan, tapi kita anjurkan sebaiknya hanya tiga hari. Sedangkan untuk kerupuknya, bisa dua bulan," katanya.

Untuk pemasaran, dia masih mengandalkan pasar mulut ke mulut. Meski demikian, dia sudah sempat menjualnya sampai ke Binjai dan Aceh. Kedepan, dari usaha yang dirintis Ati ini bisa mengembangkan pasar yang lebih luas. Serta dapat menyerap tenaga kerja. "Kita punya keinginan untuk mengembangkan pasar, dan juga memiliki tenaga kerja," katanya.

 

Sumber artikel/foto : medanbisnisdaily.com