Wakil Walikota : Seluruh Kawasan Genangan Air Jadi Prioritas Perbaikan Pemko Medan

dibaca 3665 pembaca

Wakil Walikota : Seluruh Kawasan Genangan Air Jadi Prioritas Perbaikan Pemko Medan

Seluruh kawasan titik genangan air yang ada di Kota Medan menjadi prioritas yang akan diperbaiki Pemerintah Kota Medan, namun kawasan yang memiliki frekuensi genangan air lebih tinggi terlebih dahulu dikerjakan dan di susul kawasan-kawasan lainnya. Hal ini di sampaikan Wakil Walikota Medan Ir. Akhyar Nasution M.Si saat menjadi narasumber dalam talk show Kontak Publik yang disiarkan langsung melalui Stasiun TVRI Sumut, Senin (3/10/2016). Selain Wakil Walikota, hadir pula pengamat lingkungan Saut Siagian.

Dalam kesempatan tersebut Akhyar mengatakan, sedikitnya ada 53 titik genangan air dikota Medan yang kondisinya cukup parah, ini harus terlebih dahulu dikerjakan agar kondisinya tidak semakin parah. "Kita sudah mendata titik-titik genangan air mana saja yang kondisinya cukup parah, ini harus segera kita benahi, setelah itu baru kita benahi kawasan lainya,"kata Akhyar.

Untuk tiga tahun kedepan, lanjut Akhyar, Pemko Medan akan fokus memperbaiki infrastruktur kota seperti perbaikan drainase, perbaikan jalan, perbaikan lampu penerangan jalan, taman-taman kota dan lainnya, sehingga diharapkan di tahun 2018 seluruh infrastruktur kota sudah selesai diperbaiki. "Saat ini kita tengah melakukan berbagai perbaikan infrastruktur, salah satunya perbaikan jalan dan drainase, Kita menargetkan tahun 2018 seluruh infrastruktur kota bisa diperbaiki seluruhnya, minimal bisa selesai hingga 95%,"jelas Akhyar.

Untuk mencapai target tersebut, Akhyar berharap agar masyarakat ikut mendukung pembangunan ini, dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. "Saya berharap masyarakat peduli dengan lingkungan disekitarnya, jangan lagi membuang sampah ke parit, karena itu yang dapat membuat parit tersumbat sehingga terjadi banjir, dan masyarakat juga jangan lagi mendirikan bangunan diatas drainase karena akan menggangung fungsi dari drainase tersebut,"harap Akhyar.

Sementara itu Saut Siagian selaku pengamat lingkungan berpendapat saat ini secara global perubahan cuaca sangat cepat berubah khususnya di kawasan asia. Dimana cuaca tidak bsa diprediksi. Terkadang terjadi hujan yg sangat lebat namun terkadang pula terjadi kekeringan yg terlampau panjang. Hal ini dipengaruhi perubahan hutan yg signifikan, termasuk juga hutan yg ada di sekitaran kota medan seperti di daerah berastagi dan deli serdang. "Dari catatan saya setidaknya dalam kurun empat tahun terkahir ribuan hektar hutan telah habis dan beralih fungsi, ini yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di berbagai wilayah termasuk dikota Medan,"ungkap Saut.

 

Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan