Fresh Parfum-Abdul Rizal Saragih

dibaca 374 pembaca

Fresh Parfum-Abdul Rizal Saragih

Saat ini, jiwa-jiwa muda tak lagi canggung untuk memulai usaha. Banyak bisnis yang lancar dijalankan di tengah kesibukan kuliah. Satu diantaranya Abdul Rizal Saragih. Pria kelahiran 24 September 1989 ini bisa dikatakan sukses membangun Fresh Parfum, yang sudah gelutinya sejak Maret 2013.

Abdul-sapaan akrabnya, mengaku sedari dulu memang melakoni pekerjaan di tengah padatnya jadwal perkuliahan di Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera (STAIS). Dia ingin mandiri dan berusaha membiayai keperluan kuliahnya. Dia menyebut aktivitasnya saat itu dengan istilah three in one (3 in 1). Namun siapa sangka yang awalnya berstatus karyawan sebuah perusahaan swasta call center ini, kini sudah menyandang jabatan bos. “November 2012, saya mulai menjualkan parfum punya teman, kemudian saya pasarkan di kantor tempat saya bekerja dengan sistem konsinyasi yaitu setiap gajian baru saya setor. Jadi sambil bekerja saya juga menjual parfum,” ujarnya kepada Majalah Inspirasi Usaha, akhir Desember 2012.

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam yang sedang mempersiapkan menuju sidang meja hijau ini mendapati fakta, bahwa parfum yang dijajakannya punya pasar menjanjikan. Berbekal ‘curi’ ilmu dari rekannya pemilik toko parfum, Abdul kemudian meracik formula sendiri dan memberanikan diri membuka toko di kawasan Jalan Alfalah dekat kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan. “Saya sering melihat teman yang buka toko saat dia meracik parfum, saya perhatikan, saya tanya-tanya bagaimana meraciknya, akhirnya saya bisa sendiri,” timpalnya.

Dia tidak sembarang buka usaha. Berbekal modal Rp30 juta yang didapat dari tabungan selama bekerja dan kredit baru bank senilai Rp15 juta, Abdul memastikan pilihannya di ranah bisnis harum semerbak ini. “Modal awal tidak sulit, karena ketika saya masih bekerja saya rajin menabung dan sebagian lagi saya pinjam ke bank. Saya di usaha ini, karena saya pahami dan mudah untuk dijalani, prospeknya juga bagus untuk jangka panjang. Apalagi, bisa dijual dengan yang dapat dijangkau oleh semua kalangan,” ungkapnya.

Toko yang berada di kawasan kampus memudahkan Abdul dengan mudah memperkenalkan produknya. Alhasil, pelanggan terbanyaknya adalah kalangan mahasiswa dan mahasiswi UMSU. Meski begitu, parfumnya juga dipasarkan di perkantoran, karyawan pabrik, sekolah dan masyarakat umum. Dan, tak menunggu waktu lama untuk balik modal hanya kurang lebih empat bulan, dia tak lagi berjibaku dengan kredit pinjaman bank dan tabungannya kembali. “Bisnis ini berkembang pesat, dan saya harus fokus dengan toko saya hingga akhirnya saya mengundurkan diri dari pekerjaan saya, apalagi sedang mempersiapkan bahan-bahan menuju skripsi,” jelasnya.

Harga parfum yang ditawarkan Abdul memang nyaman di kantong mahasiswa, apalagi masyarakat umum dengan rata-rata Rp2000-Rp3000 per cc. Dia menjual dua jenis parfum yang non alkohol dan yang alkohol. Untuk pria ada 212 Man, Aigner Blue Emotiom, Hugo Bos Orange, Dunhil Blue, Aigner Black, Aqua Man dan lainnya. Sedangkan untuk perempuan ada Diamor Women, Britney Fantasi, Anasui Flaig of Fancy, Avril Forbiden Rose, Aigner Too Feminim, Vanilla Body Shop, Harajuku dan lainnya.

Kemudian, enam bulan setelah buka toko di kawasan UMSU, Abdul lantas membuka cabang lainnya di Pasar Teladan (Pastel) pada September 2013. Tingkat penjualan di toko pusat dengan cabang berjalan hampir sama, dengan rata-rata omset per hari Rp500 ribu per toko atau rata-rata Rp30 juta untuk dua toko perbulan. “Alhamdulillah bisa buka cabang dan bisa menggaji karyawan dan untuk keperluan lainnya,” ucap pria berkacamata ini.

Namun, dia menyadari suatu usaha tidak akan selamanya berjalan mulus, jika tidak memperbaiki mutu produk. Terlebih, pesaing sangat banyak di Medan. Di kawasan kampus-kampus di Medan sudah banyak usaha sejenis. “Iya, lagi booming usaha parfum. Makanya, saya akan terus menjaga kualitas, mematok harga terjangkau, melengkapi aroma parfum, transfaran dan jujur dalam menimbang parfum, tata toko yang cerah dan enak dipandang mata, lalu pelayanan baik ke pelanggan sebagai strategi marketting yang bagus,” paparnya.

Dengan satu cabang, Abdul masih punya target menambahnya. “Target ke depan memiliki sepuluh toko Fresh Parfum di Medan dan satu master toko atau gudang dan ingin menciptakan sistem waralaba, agar Fresh Parfum bisa mempunyai ribuan toko di seluruh Indonesia. Ini agar mampu menampung ribuan karyawan sehingga dapat meminimalisir tingkat pengangguran di Indonesia,” pungkasnya.

 

 

Fresh Parfum
Owner : Abdul Rizal Saragih
Alamat Usaha : Jalan Alfalah Raya No 10, Depan Kampus UMSU Medan
Cabang : Pasar Teladan (Pastel) No. A 15 Medan
Nomor Telepon : 085261345268


sumber artikel/foto : n7n4.wordpress.com