Wakil Wali Kota Minta Pemeriksa Pajak Daerah Profesional dan Berintegritas

dibaca 393 pembaca

Wakil Wali Kota Minta Pemeriksa Pajak Daerah Profesional dan Berintegritas

Pajak merupakan instrumen keuangan dalam perekonomian sekaligus sebagai sumber daya utama dalam pembangunan daerah oleh karena itu penguatan kapasitas Aparatur khususnya pemeriksa pajak daerah sangat penting guna mendapatkan pemahaman dan pengetahuan tentang perpajakkan daerah.

 

Demikian hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Ir Akhyar Nasution Msi ketika membuka Bimbingan teknik (Bimtek) Pemeriksa pajak Daerah  Dinas Pendapat Kota Medan di Hotel Garuda Plaza Medan, Senin (19/9) bimbingan ini juga diharapkan dapat menambah kecakapan atau kompotensi peserta.

 

Dikatakan Akhyar didampingi pengetahuan, moralitas Sumber Daya Manusia juga sangat diperlukan Selain itu komitmen dalam bekerja juga harus tinggi, sebab saat ini Dispenda menjadi tumpuan bagi pelaksanaan pembangunan kota Medan. Artinya disiplin Aparatur juga diperlukan.

 

Saya minta kepada seluruh Pemeriksa Pajak jangan lagi main – main untuk itu selain pengetahuan harus profesional, komitmen dan berintegritas jika tidak sanggup maka saudara dapat pindah kapal, kata Akhyar.

 

Selanjutnya Menurut Akhyar, PAD merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang cukup penting dalam menopang tersedianya pembiayaan pembangunan kota.

 

Dengan kata lain, besar kecilnya pajak daerah akan menentukan kapasitas anggaran dalam membiayai pengeluaran daerah, baik untuk pembiayaan program pembangunan maupun untuk pembiayaan anggaran rutin.

 

 

harus ada spirit dan komitmen moral yang nyata dari semua sehingga bisa lebih mengoptimalkan realisasi PAD pada masa mendatang, guna mendorong percepatan dan perluasan pembangunan kota.

 

Oleh sebab itu diharapkan Para peserta Bimtek serius dan aktif dalam mengikuti  tahapan - tahapan dari Bimtek ini,Harap Akhyar.

 

Sementara Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan M Husni mengungkapkan sumber daya manusia (SDM) aparatur pemeriksa pajak daerah perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kemampuan.

 

Atas dasar itu menurut Husni, bimbingan teknis (Bimtek) ini digelar guna menghasilkan aparatur pemeriksa pajak daerah yang bersih, professional, berdedikasi serta santun dalam menjalankan tugas pemeriksaan pajak.

 

Bimtek Dispenda dilakukan selama lima hari kepada 60 orang peserta yang dibagi menjadi dua angkatan Kelak tuntutan pengelolaan pajak dibutuhkan tingkatan pengetahuan yang maksimal, mengingat kita juga diperiksa oleh pihak yang professional, jelas Husni.

 

Husni juga menjelaskan pada Bimtek ini Dispenda Kota Medan bekerjasama dengan Tax Center Universitas Sumatera Utara yang memiliki ilmu tentang perpajakkan dan tenaga yang ahli dalam pengelolaan pajak sehingga nantinya para peserta yang mengikuti bimtek ini mendapatkan pemahaman sekaligus keilmuan yang nantinya dapat diterapkan.

 

Insya Allah melalui bimtek ini nantinya akan muncul tenaga-tenaga pemeriksa pajak yang memiliki kompetensi baik, profesional dan handal. Sebab kedepan tuntutan pengelolaan pajak dibutuhkan tingkatan pengetahuan yang maksimal, mengingat kita juga diperiksa oleh pihak yang professional, jelas Husni.

 

Bimtek ini mendatangkan narasumber dari Tax Center USU, yakni Teti Marlina Tarigan SH, Dr Khairani Amalia Fachruddin SE, Indra Effendi Rangkuti S.sos dan Hatta Ridho S.sos.