Warga Jalan Rakyat & Jalan Pelita Minta Walikota segera Tertibkan PKL

dibaca 675 pembaca

Warga Jalan Rakyat & Jalan Pelita Minta Walikota segera Tertibkan PKL

Warga Jalan Rakyat dan Jalan Pelita, Kelurahan Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan mengaku sangat resah atas keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di pinggir jalan.

 

Selain menyebabkan penyempitan ruas jalan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu-lintas, kehadiran pedagang juga meninggalkan tumpakan sampah apalagi para pedagang menjadikan parit di gang-gang kecil depan rumah warga menjadi WC umum.

            

Demikian terungkap ketika Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi menerima kunjungan masyarakat Jalan Rakyat Kelurahan Sidodame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan yang terdiri dari BKM Mesjid Al Ridho dan Pengurus Gereja GKPI, di Kantor Wali Kota, Senin (6/9) untuk  itu warga mendesak Pemko Medan untuk segera menertibkan para PKL tersebut.

           

Ketua BKM Mesjid Al Ridho H Sobri menjelaskan, saat ini masyarakat sudah sangat terganggu atas keberadaan PKL yang sudah berjalan tiga bulan ini.

 

Apalagi di saat waktu Shalat Subuh, warga beragama Islam yang hendak shalat berjemaah kesulitan memasuki masjid karena terhalang para pedagang berjualan di samping itu sampah sisa para pedagang berjualan sudah menumpuk dan menimbulkan aroma busuk, terutama pada saat musim hujan.

           

Kami ini masyarakat yang berada di gang atau di belakang Jalan Rakyat, kalau masyarakat di depan mendukung keberadaan pedagang karena mereka mendapatkan kontribusi dari pedagang.

 

Awalnya kami kira keberadaan pedagang ini hanya sementara tetapi ternyata tidak, Sekarang ini kami sudah sangat menderita, jadi kami disini mengadu meminta tindakan tegas dari Pemko Medan, kata H Sobari

           

Keluhan senada juga disampaikan pengurus Gereja  GKPI bermarga Tambunan dikatakannya, umat Kristiani  sangat terganggu atas keberadaan PKL tersebut.

 

Sebab, ketika mau beribadah ke gereja pada hari Minggu, mereka juga kesulitan untuk memasuki gereja karena terhalang pedagang yang berjualan merajalelanya para PKL berjualan, ungkap Tambunan, lantaran oknum OKP melindungi dan memberi izin berjualan.

           

Untuk itu kami minta agar Pemko Medan segera menertibkan para PKL, kami ingin lingkungan kami seperti dahulu lagi.

 

Bayangkan saja  mereka sekarang membuang sampah sisa jualan ke parit busuk setiap harinya akibatnya parit busuk sekarang penuh sampah.

 

Selain itu mereka juga menjadikan parit di gang-gang kecil depan rumah warga sebagai WC umum.

 

Sebelum buang air besar atau kecil, mereka  lebih dahulu mematikan aliran listrik agar tidak kelihatan sungguh miris dan menyedihkan keadaan lingkungan kami saat ini, papar Tambunan.

           

Sementara itu Indra, warga lainnya menambahkan, persoalan PKL ini menajdi dilema bagi warga yang depan rumahnya dipergunakan untuk berjualan sangat setuju dengan kehadiran PKL karena mendapat imbalan, sedangkan pedagang yang berada di belakang dengan tegas menolak kehadiran para pedagang tersebut.

          

Intinya kami sudah sangat resah dan menderita dengan keberadaan pedagang, Kalau warga yang depan rumahnya digunakan tempat berjualan mereka tidak demikian.

 

Terbukti ketika kami pernah mengajak berdialog, mereka  menyatakan mendukung keberadaan pedagang tersebut untuk itu kami minta Pak Wali agar segera mengatasi permasalahan ini,harap Indra.

           

Kemudian Indra menegaskan, apabila Pemko Medan akan melakukan penertiban, mereka siap membantu dan mendukungnya.

 

Artinya kami ingin lingkungan kami kembali seperti biasanya agar kami bisa menjalani aktifitas sehari – hari dengan tenang dan nyaman, jelasnya.

           

Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution Msi didampingi Asisten Ekbang, Ir Camarul Fattah dan Plt Dirut PD Pasar, Benny Sihotang mengatakan sangat senang atas kedatangan masyarakat Jalan Rakyat dan Pelita tersebut.

 

Sebab, kehadiran mereka ditunggu Pemko Medan sebagai dukungan moril dari masyarakat untuk Pemko Medan.

          

Bapak Walikota Medan tidak pernah merestui Jalan Rakyat dan Jalan Pelita dijadikan tempat berjualan artinya, pedagang itu tidak diperbolehkan berjualan di lokasi tersebut.

 

Penertiban akan segera kita lakukan, apalagi sekarang ini kita mendapatkan dukungan moril dari masyarakat selama ini belum ada dukungan moril seperti ini,tinggal strategi yang akan dilakukan oleh tim penertiban selanjutnya, jelas Akhyar.

           

Selanjutnya Akhyar menjelaskan, sebenarnya Pemko Medan kemarin telah melakukan penertiban pedagang  baik itu di Jalan Sutomo maupun Jalan Rakyat.

 

Akan tetapi konsentrasi terbagi dua, sehingga penertiban yang dilakukan tidak maksimal oleh karenanya Akhyar menegaskan, Pemko Medan akan kembali melanjutkan penertiban.

           

Jika nanti dilakukan penertiban, kami meminta masyarakat sekitar mendukung dengan tidak memberi ruang atau menginzinkan para PKL meletakkan barang dagangannya di dalam rumah.

 

Sebab, akan mempersulit tim melakukan penertiban jadi saya minta agar warga tidak member peluang bagi PKL berjualan di depan rumah.

 

Selain itu ketika dilakukan penertiban nanti, kita akan memberitahukan masyarakat melalui speaker mesjid dan gereja agar penertiban berjalan lancar,ujar Akhyar.

           

Terakhir Akhyar menambahkan, Pemko Medan melalui pihak kecamatan dan kelurahan akan segera menyurati masyarakat yang di depan rumahnya dijadikan tempat berjualan para PKL agar mereka tidak menginzinkan pedagang berjualan lagi.

 

Setelah pertemuan ini surat edaran segera kita buat dan kemudian dibagi-bagikan kepada masyarakat,terangnya.

               

Ditempat yang sama Akhyar juga menerima kunjungan pengurus Gereja Bethel Indonesia (GBI). Kunjungan ini dilakukan guna melaporkan bahwa mereka akan menggelar acara Anak Medan Bermazmur yang akan dilakukan 12 September mendatang di Hotel Danau Toba.

 

Kegiatan ini akan dihadiri artis Batak legendaris, Clara Br Panggabean tujuannya untuk kedamaian di Kota Medan sejalan dengan moto Medan Rumah Kita.

           

Wakil Walikota sangat menyambut baik dan mendukung kegiatan tersebut. Artinya Pemko Medan mendukung setiap kegiatan yang bersifat positif apalagi ini merupakan bentuk kegiatan keagamaan. Semoga acara ini berjalan lancar dan sukses, harap Akhyar.