MANFAAT KONSUMSI COKLAT

dibaca 182 pembaca

Cokelat adalah sebutan untuk hasil olahan makanan atau minuman dari biji kakao. Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman, walaupun dipercaya bahwa dahulu cokelat hanya bisa dikonsumsi oleh para bangsawan (wikipedia.com). Coklat adalah makanan yang sangat populer di seluruh kalangan masyarakat, mulai dari yang tua hingga yang muda. Makanan ini sangat mudah didapatkan hampir di mana saja. Cokelat sering dianggap sebagai kudapan yang hanya dapat dinikmati pada waktu teretntu karena kandungan lemak dan gulanya yang tinggi, konsumsi coklat berlebihan dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti kerusakan gigi dan obesitas.

Namun, hasil studi mengatakan bahwa, mengkonsumsi cokelat dapat menghasilkan manfaat kesehatan yang signifikan. Cokelat memiliki kandungan kakao yang tinggi, yang berarti memiliki tingkat yang tinggi antioksidan khususnya, flavonoid yang merupakan molekul yang dapat mencegah beberapa bentuk kerusakan sel. Cokelat mengandung alkaloid-alkaloid seperti teobromin, fenetilamina, dan anandamida, yang memiliki efek fisiologis untuk tubuh. Kandungan-kandungan ini banyak dihubungkan dengan tingkat serotonin dalam otak. Menurut ilmuwan cokelat yang dimakan dalam jumlah normal secara teratur dapat menurunkan tekanan darah .

Para ahli patologi menemukan banyak manfaat yang bisa diambil dari cokelat. Cokelat terbuat dari biji kakao yang kaya akan senyawa bernama flavonoid yang berperan sebagai antioksidan, menetralkan efek-efek buruk dari radikal bebas yang dapat menghancurkan sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh. Satu setengah ons batang cokelat hitam memiliki sekira 800 miligram antioksidan, setara dengan secangkir teh hitam. Temuan baru menunjukkan bahwa flavonoid dan senyawa-senyawa tersebut penting bagi kesehatan. Selain flavonoid, cokelat mengandung theobromine, senyawa alkaloid bersifat stimultan ringan yang dapat menstimulasi sel saraf sehingga menimbulkan perasaan bersemangat dan segar. Selain sebagai stimultan, theobromine dipercaya memiliki efek meningkatkan mood.

Meskipun begitu jangan sampai terperdaya dengan khasiat dari makanan ini. Ada baiknya mempertimbangkan atau lebih bijaksana memilih produk coklat, karena mungkin saja banyak produk coklat yang beredar di pasaran saat ini hanya didominasi lemak dan gula saja. Padahal kedua zat ini justru merupakan musuh bagi jantung dan pembuluh darah. Pada penderita alergi dan intoleransi makanan coklat adalah menjadi musuh utama. Penderita alergi makanan karena coklat biasanya dengan gejala sering sakit perut, kulit sensitif, jerawat, sakilt kepala, migrain, asma, batuk berkepanjangan, sulit BAB (konstipasi), dan gangguan konsentrasi harus hati-hati dalam mengkonsumsi coklat. Demikian pula pada gangguan perilaku seperti Autism dan ADHD dan gangguan belajar sebaiknya cokelat harus menjadi perhatian utama untuk dihindari. Mungkin saja pada dark Chocolate beberapa penderita alergi atau intoleransi dapat menerima, tetapi bentuk cokelat lainnya seringkali menimbulkan keluhan berkepanjangan.